JAYAPURA, Koranpapua.id- Narkotika jenis Ganja kering seberat 235 gram berhasil diamankan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Pos Jayapura di cargo Bandara Sentani, Jumat 3 Juli 2026.
Barang haram tersebut rencananya akan diselundupkan ke Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Penemuan bermula saat petugas PT IAS bernama Mahmud yang didampingi anggota Satgas Pasgat Pos Jayapura, Kopda Bayu, pada pukul 07.20 WIT mendeteksi objek yang mencurigakan pada layar pemantauan alat X-Ray.
Tim kemudian melakukan pembongkaran paket kargo secara bersama-sama. Dari hasil pemeriksaan, diketahui paket tersebut dikirim melalui layanan Lion Parcel dengan nomor paket 11LP1782971659877.
Direncanakan paket tersebut akan dikirim ke Sorong Manoi menggunakan penerbangan Lion Air nomor JT 799.
Isi paket yang disamarkan di dalam tumpukan pakaian dan dikemas dalam kardus warna coklat tersebut, berupa ganja kering yang terbagi ke dalam enam bungkus terpisah dengan estimasi berat total mencapai 235 gram.
Pada kemasan tertulis nama pengirim hanya inisial “Y” tanpa mencantumkan nomor telepon, sedangkan penerima tertulis atas nama “AR”.
Pemerima beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, RS Herlina, Kelurahan Remu Selatan, Sorong. Meski demikian penerimanya tidak tercantum nomor telepon.
Komandan Pos (Danpos) Satgas Pasgat Pos Jayapura, Letda Pas Galih Apriyanto, menyatakan pihaknya segera menghentikan proses pengiriman paket tersebut.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak pengelola X-Ray PT IAS serta Polsek KP3 Bandara Sentani untuk mengamankan barang bukti dan menindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Galih menyoroti pola penyelundupan yang menggunakan jalur pengiriman paket kargo, yang juga ditemukan dalam kasus sebelumnya.
“Kami menduga kuat jalur ini kemungkinan dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana ilegal, termasuk potensi pendukung kegiatan separatis yang merugikan keamanan dan persatuan,” tambahnya.
Satgas Pos Jayapura pun mengimbau dan memperkuat sinergi dengan seluruh Aparat Keamanan (Apkam) serta aparat intelijen (Apintel) di lingkungan Bandara Sentani untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian dalam setiap pemeriksaan.
“Kami pastikan akan terus memperketat pengawasan agar jalur perlintasan di wilayah kami bebas dari Narkotika dan segala bentuk upaya yang mengancam stabilitas keamanan,” tegasnya. (Redaksi)








