“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika perguruan tinggi dan pemerintah daerah berjalan bersama, maka lahirlah solusi nyata bagi pembangunan pendidikan,”
MERAUKE, Koranpapua.id- Komitmen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam memperkuat kualitas pendidikan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) kembali diwujudkan.
Mendukung program ini, sebanyak 30 dosen dan tenaga ahli UNJ yang merupakan delegasi gelombang kedua telah tiba di Bandara Mopah, Merauke, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Rombongan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Mappi untuk melaksanakan program peningkatan kompetensi bagi 1.000 guru. Delegasi UNJ gelombang kedua ini akan bertugas dari 7 – 13 Juli 2026.
Kehadiran delegasi gelombang kedua ini menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi strategis antara UNJ Jakarta dan Pemkab Mappi dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.
Selama berada di Mappi, para delegasi akan menyelenggarakan pelatihan, pendampingan, serta penguatan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepemimpinan bagi guru dari berbagai jenjang pendidikan di sejumlah sekolah.
Ketika tiba di Bandara Mopah, Merauke, delegasi tersebut disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan Prof. Ifan Iskandar, didampingi Sekretaris Majelis Wali Amanat UNJ, Prof. Hapidin.
Hadir juga Ketua Komisi Pendidikan Senat Akademik UNJ, Prof. C. Rudy Prihantoro, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Prof. Nofi Marlina Siregar, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Aip Badrujaman, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Firdaus Wajdi.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh semangat. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya fase penting pengabdian UNJ di Papua Selatan .
Program itu tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kolaborasi jangka panjang demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Mappi.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menyampaikan, kehadiran delegasi gelombang kedua merupakan wujud nyata komitmen UNJ, sebagai perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke pelosok Indonesia.
“Program ini merupakan bentuk pengabdian nyata UNJ kepada bangsa. Kami percaya bahwa peningkatan kualitas guru merupakan investasi paling strategis untuk menciptakan generasi unggul di masa depan,” ujar Prof. Ifan Iskandar.
Karena itu, UNJ hadir tidak hanya membawa program pelatihan, tetapi juga semangat kolaborasi, berbagi pengalaman, dan membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas bersama Pemerintah Kabupaten Mappi.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Wali Amanat UNJ, Prof. Hapidin, menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus dimulai dari penguatan kapasitas guru sebagai aktor utama pembelajaran.
Dikatakan, guru adalah ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. Ketika kompetensi guru terus ditingkatkan, maka kualitas pembelajaran akan berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan bagi peserta didik.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi awal lahirnya berbagai inovasi pendidikan di Mappi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi Pendidikan Senat Akademik UNJ, Prof. C. Rudy Prihantoro. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan model pembangunan pendidikan yang perlu terus diperluas.
“Program ini bukan kegiatan sesaat, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan kepemimpinan sekolah, dan pengembangan budaya belajar yang adaptif terhadap tantangan zaman,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Rahmat Darmawan, menekankan bahwa keberhasilan program ini lahir dari sinergi yang kuat antara UNJ dan Pemerintah Kabupaten Mappi.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika perguruan tinggi dan pemerintah daerah berjalan bersama, maka lahirlah solusi nyata bagi pembangunan pendidikan,” tuturnya.
“Kami optimistis program peningkatan kompetensi 1.000 guru ini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mappi sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Papua Selatan,” sambungnya. (Redaksi)







