TIMIKA, Koranpapua.id- Musim kemarau di sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi semakin meluas pada awal Juli 2026.
Meski demikian, masyarakat diingatkan tetap waspada, karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi sejumlah daerah dalam sepekan ke depan.
Demikian keterangan keterangan resmi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu 1 Juli 2026.
Di tengah meluasnya kemarau, suhu udara maksimum pada 25-28 Juni 2026 tercatat cukup tinggi, yakni berkisar 35-36,1 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
Seperti Aceh, Banten, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tengah.
Namun, hujan dengan intensitas signifikan masih terjadi di beberapa daerah. Curah hujan tertinggi pada periode 25-28 Juni tercatat di Aceh mencapai 130 milimeter per hari.
Disusul Kalimantan Barat 76 mm per hari, Kalimantan Utara 73 mm per hari, Kalimantan Tengah dan Papua masing-masing 64 mm per hari, serta Papua Tengah 50 mm per hari.
Namun pada periode 30 Juni hingga 2 Juli 2026, BMKG memperingatkan potensi hujan sedang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat.
Termasuk Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara itu, wilayah Bengkulu, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat Daya berstatus siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Adapun pada periode 3-6 Juli 2026, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan masih terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.
Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Papua Barat Daya tetap menjadi satu-satunya wilayah yang berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang telah memasuki musim kemarau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung saat beraktivitas di bawah terik matahari.
Sementara itu, masyarakat di daerah yang masih berpotensi diguyur hujan lebat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi. (Redaksi)









