TIMIKA, Koranpapua.id- Peristiwa penembakan yang melukai dan menewaskan beberapa warga sipil di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kini mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.
Meski belum ada pihak yang bertanggungjawab, namun peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusian yang harus diusut tuntas siapa pelakunya.
Atas tindakan itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Provinsi Papua Tengah, mengecam keras karena dinilai tidak manusiawi dan sangat brutal.
“Peristiwa ini menunjukan bahwa negara telah gagal melindungi warga sipil di Tanah Papua,” tegas Direktur YLBH Papua Tengah, Yosep Temorubun dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Sabtu 9 Mei 2026.
Menurutnya, konflik bersenjata di Tanah Papua belakangan ini semakin tidak terbendung dengan adanya operasi militer secara senyap yang melibatkan alat negara.
“Sepertinya ada pembiaran Istana untuk menyelesaikan konflik di Tanah Papua. Ini menunjukan bahwa secara terang-terangan bisnis elit Jakarta semakin tumbuh subur dan yang menjadi korban rakyat sipil,” pungkasnya.
Meski tidak menyebut pihak mana yang menjadi pelaku penembakan di Tembagapura, namun Yosep mendesak agar Istana harus bertanggungjawab atas insiden tersebut.
“Jika hari ini rakyat Papua ingin memisahkan diri dari republik ini, itu dikarenakan negara telah gagal melindungi rakyat sipil dari kejahatan. Negara juga tidak mampu menyelesaikan konflik bersenjata di Tanah Papua,” tegas Yosep.
Dikatakan, selama negara ini tidak ada etikad baik untuk menyelesaikan konflik bersenjata, maka jangan berharap situasi keamanan Papua akan kondusif.
“Dan sayangnya yang menjadi korban dari semua itu adalah warga sipil, TNI-Polri dan TPNPB-OPM,” tulis Yosep dalam keterangannya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







