JAKARTA, Koranpapua.id- Peristiwa berdarah di Kabupaten Dogiayai yang menewaskan empat warga sipil dan satu anggota polisi, kini menjadi perhatian Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta.
Untuk memperkuat pengamanan di wilayah itu pasca peristiwa berdarah yang terjadi pada tanggal 31 Maret 2026, Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan.
Penambahan personel juga dalam rangka penguatan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga.
Sebelum diberangkatkan ke Dogiayai, telah dilaksanakan apel yang berlangsung di Mako Brimob pada Sabtu 4 April 2026.
Wakapolri Irjen Dedi Prasetyo berkenan hadir meninjau langsung kesiapan personel sebelum diberangkatkan ke Dogiayai.
Dalam pengecekan tersebut, Wakapolri memastikan kesiapan serta kelengkapan pendukung para personel sebelum bertolak ke lokasi penugasan.
Adapun rincian personel gabungan yang dikirimkan khusus ke wilayah Papua Tengah terdiri dari, 100 Personel Brimob, 20 Personel Bareskrim.
Mabes Polri juga mengirim 14 personel Divpropam, 10 Personel Badan Intelijen Keamanan (BIK) dan empat personel Itwasum.
Seluruh personel dijadwalkan berangkat menuju Nabire pada Minggu 5 April dini hari pukul 01.00 WIB.
Penugasan personel lintas fungsi ini merupakan langkah antisipatif untuk mendukung penegakan hukum dan fungsi pengawasan di lapangan.
Fokus utama perkuatan ini akan diarahkan ke sejumlah titik di wilayah hukum Papua Tengah, termasuk Kabupaten Dogiyai dan Nabire. (Redaksi)










