ADVERTISEMENT
Rabu, September 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Buntut Penyerangan yang Menewaskan Nakes: Seluruh Fasilitas Kesehatan di Tambrauw Ditutup

Kadinkes Tambrauw: Operasional fasilitas kesehatan akan kembali dibuka setelah ada jaminan dari aparat keamanan melalui pimpinan daerah.

24 Maret 2026
0
Buntut Penyerangan yang Menewaskan Nakes: Seluruh Fasilitas Kesehatan di Tambrauw Ditutup

Bernadus Nso, Plt Kepala Dinas Kesehatan Tambrauw. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TAMBRAUW, Koranpapua.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, untuk sementara menutup seluruh pelayanan di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah itu.

Penutupan itu sebagai buntut dari insiden penyerangan oleh orang tak dikenal yang terjadi di Distrik Bamusbama dan Distrik Fef serta menewaskan dua tenaga kesehatan, pada 16 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Kebijakan penutupan sementara mencakup seluruh fasilitas layanan kesehatan di wilayah Tambrauw, yakni satu rumah sakit, 24 Puskesmas, dan lima Puskesmas Pembantu (Pustu).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bernadus Nso, Plt Kepala Dinas Kesehatan Tambrauw, mengatakan kebijakan tersebut diputuskan setelah mempertimbangkan keselamatan tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat.

Baca Juga

Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

“Pada kejadian kemarin itu, korban empat orang, tiga di antaranya pegawai RS Pratama Fef. Dua orang meninggal dunia dan dua lainnya selamat,” ujar Bernadus di Sorong, Selasa 24 Maret 2026.

Selama masa penutupan, tenaga kesehatan diminta tetap memberikan pelayanan secara terbatas dari rumah masing-masing apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Kepada seluruh tenaga kesehatan, baik di rumah sakit, Puskesmas maupun Pustu, apabila merasa tidak aman agar segera Kota Sorong atau Manokwari,” pesannya.

Bernardus meminta para kepala distrik dan kepala kampung untuk turut menjaga serta memperhatikan keberadaan tenaga kesehatan di wilayah masing-masing.

Ini bertujuan agar para tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas dengan aman dan melayani masyarakat meski terbatas.

Menurut Bernadus, operasional fasilitas kesehatan akan kembali dibuka setelah ada jaminan dari aparat keamanan melalui pimpinan daerah.

“Layanan kesehatan akan kembali normal setelah ada informasi resmi bahwa kondisi keamanan di Tambrauw sudah kondusif,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

30 September 2026
KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

30 September 2026
Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

30 September 2026
Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

30 September 2026
DPO Jaringan Senjata Diamankan di Jayapura, Polisi Dalami Perannya

DPO Jaringan Senjata Diamankan di Jayapura, Polisi Dalami Perannya

30 September 2026
Kurikulum Pendidikan Harus Berakar pada Tanah dan Budaya Setempat

Kurikulum Pendidikan Harus Berakar pada Tanah dan Budaya Setempat

30 September 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
Next Post
Toko Belum Layani Pembeli, Ratusan Pendulang Emas Diblokade Jalan Ahmad Yani Timika

Toko Belum Layani Pembeli, Ratusan Pendulang Emas Diblokade Jalan Ahmad Yani Timika

Ratusan Pendulang Kembali Tutup Jalan Ahmad Yani Timika

Ratusan Pendulang Kembali Tutup Jalan Ahmad Yani Timika

Ratusan Pendulang Kembali Tutup Jalan Ahmad Yani Timika

Kapolres Mimika: Pemalangan Terjadi Karena ‘Masalah Perut’, Harus Segera Ada Kepastian

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id