PEGUNUNGAN BINTANG, Koranpapua.id- Kehadiran Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Yonif 753 di Distrik Aboy, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan tidak hanya berfokus pada operasi pengamanan wilayah dan objek vital.
Prajurit Para Komando Satuan Gerak Cepat TNI Angkatan Udara yang bertugas di wilayah itu, juga aktif menebar nilai-nilai kemanusian dengan berbagi kasih untuk masyarakat.
Pemandangan menyejukkan ini tergambar dalam serangkaian kegiatan prajurit Satgas Yon Parako 466 di wilayah yang cukup jauh dari keramaian kota.
Di Lapangan Terbang (Lapter) Distrik Aboy yang dikelilingi oleh hutan belantara, sejumlah prajurit tampak melakukan penjagaan ketat.
“Pengamanan fasilitas publik yang sangat vital ini dilakukan untuk memastikan kelancaran aktivitas penerbangan pesawat berbadan kecil,” ujar Kapten Pas Irfam Fachrisham, S. Tr. (Han), Danpos Satgas Yon Parako 466 dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Senin 9 Maret 2026.
Menurutnya, pesawat jenis perintis inilah yang menjadi satu-satunya akses tercepat untuk mengangkut pasokan logistik, obat-obatan, serta mobilitas warga di daerah terisolir.
Disampaikan bahwa, setibanya pesawat perintis di landasan, suasana yang awalnya tegang oleh kewaspadaan berubah menjadi hangat.
Prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat dan Yonif 753 turut berbaur bersama masyarakat setempat yang antusias menyambut kedatangan pesawat.
Mereka tampak bersama-sama memastikan logistik dapat diturunkan dengan aman dan tertib.
Senyum Anak Pedalaman untuk ‘Bapak Tentara’

Di balik rompi taktis dan senjata yang disandang, tersimpan sisi humanis para penjaga kedaulatan negara ini.
Usai menjalankan tugas pengamanan di sekitar landasan, para prajurit meluangkan waktu untuk melakukan patroli simpatik.
Para prajurit menyambangi permukiman warga yang didominasi rumah panggung berbahan kayu dan dedaunan.
Dalam balutan suasana kekeluargaan, Personel Satgas Yon Parako 466 Pasgat dam Yonif 753 tampak bercengkerama hangat dengan masyarakat.
Tidak datang sekadar untuk berpatroli, para prajurit juga terlihat membagikan makanan ringan kepada warga, terutama anak-anak.
Tawa dan senyum riang anak-anak pedalaman yang bersalaman dan menerima pemberian dari “Bapak Tentara” menjadi pemandangan yang menyentuh hati.
Hal ini menjadi bukti nyata kuatnya ikatan kemanunggalan antara TNI dan Rakyat di tapal batas negara.
Dedikasi tanpa batas dari para prajurit ini seolah tercermin dalam sebuah pesan motivasi yang tersemat.
Pesan ini menjadi pengingat akan semangat pantang menyerah prajurit dalam melayani negara dan membantu masyarakat, sesulit apa pun medan penugasan mereka.
Kehadiran TNI di wilayah terdepan Indonesia ini kembali membuktikan bahwa tugas negara bukan semata-mata soal pertahanan fisik.
Melalui pendekatan teritorial yang mengedepankan humanisme, TNI hadir untuk memberikan rasa aman, mendengarkan keluh kesah warga, dan memastikan bahwa tidak ada satupun anak bangsa yang merasa tertinggal. (Redaksi)







