JAYAPURA, Koranpapua.id- Berbagai aksi teror masih terus dilakukan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Aksi teror berupa pembakaran fasilitas umum dan melakukan penembakan terhadap aparat dan warga sipil, sebagai salah satu cara KKB untuk menyampaikan ke publik bahwa kelompok ini masih eksis.
Terkait dengan keberadaan KKB, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz (ODC) mengungkap bahwa jumlah anggota KKB yang masih bergerylia di wilayah Yahukimo diperkirakan sekitar 200 orang.
Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Damai Cartenz, mengatakan bahwa keseluruhan anggota KKB Yahukimo kurang lebih 200 orang, kini tersebar di beberapa titik.
“Di antaranya kelompok Sisibia, Semut Merah, Kanibal dan pemimpinnya adalah Elkius Kobak,” ujar Kombes Yusuf kepada wartawan di Jayapura, Senin 16 Februari 2026.
Banyaknya kelompok ini, menurut Yusuf, membuat mereka sering melakukan aksi teror secara serentak di beberapa lokasi.
“Karena jumlah kelompok ini cukup banyak, mereka bisa melakukan aksi teror secara serentak,” pungkasnya.
Ia mencontohkan, penembakan pesawat Smart Air dilakukan hari Rabu 11 Februari, kemudian sehari setelah itu, Kamis 12 Februari 2026, kelompok ini kembali melakukan penembakan terhadap sopir di jalan Logpon-Dekai.
Menurut Kombes Yusuf, jumlah anggota KKB yang cukup banyak membuat teror kejahatan semakin meningkat.
Ini bisa dilihat pada periode sejak Januari hingga saat jelang akhir Februari, sudah ada 23 kasus teror oleh KKB.
“Untuk jumlah senjata cukup banyak dan masih didalami karena masing-masing kelompok membawa senjata,” katanya sambari menuturkan bahwa motif teror KKB Yahukimo untuk menunjukan aksistensi pergerakan Papua merdeka.
“Motifnya hanya satu yaitu ingin menunjukan eksistensinya di dunia internasional tentang pergerakan Papua merdeka yang ingin memisahkan diri dari NKRI,” jelasnya. (Redaksi)










