JAKARTA, koranpapua.id- Jenazah Baskoro Adi Anggoro Co-Pilot Smart Air telah tiba di rumah duka, Kamis 12 Februari 2026 sekitar pukul 18.32 WIB.
Keluarga dan kerabat Baskoro membantu mengangkat peti jenazah dari dalam ambulans untuk disemayamkan di rumah duka.
Isak tangis keluarga dan kerabat tidak terbendung saat jenazah Baskoro dibawa masuk.
Sesuai rencana, keluarga akan memakamkan jenazah Baskoro hari ini, Jumat 13 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta.
Paman Baskoro, Doni Widiatmoko, mengungkapkan kabar duka pertama kali datang pada Rabu 11 Februari siang. Kabar tersebut datang dari senior Baskoro.
“Kemarin siang itu diberi tahu dari saudara yang kebetulan seniornya Baskoro yang ada di penerbangan yang sama. Jadi diberi tahu kalau ada insiden di sana,” ujar Doni.
Doni mengatakan, informasi yang disampaikan senior Baskoro bahwa, sempat ada sinyal GPS terdeteksi dari pesawat yang ditumpangi Baskoro untuk meminta tolong. Namun, rupanya, takdir berkata lain.
“Nah, tempat diberi tahu juga apa, masih ada sinyal. Sinyal itu ya GPS itu ya, masih berharap ada ini, ada pertolongan lah. Ternyata setelah itu baru dapat kabar lagi sudah gugur katanya,” ungkap dia.
Ungkapan Duka Cita
Sejumlah karangan bunga membanjiri rumah duka Baskoro. Mulai dari Asintel Kasal Laksda TNI Akmal hingga Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa.
Ada pula sejumlah karangan bunga lainnya yang datang dari kolega Baskoro dan keluarga.
Sejumlah pelayat juga sudah mulai berdatangan. Sementara jenazah Baskoro masih dalam perjalanan menuju rumah duka.
Pihak keluarga menyesalkan penembakan terjadi di bandara sipil. Paman Baskoro, Doni Widiatmoko, mengatakan seharusnya setiap bandara mendapat pengamanan.
“Ya sedih, karena kok dapat tugas di tempat bandara yang tidak ada pengamanan. Mestinya penerbangan sipil ada pengamanan di sana,” kata Doni.
Keluarga berharap pemerintah bisa mengatasi masalah ini, terutama terkait penerbangan di Papua.
“Ya pemerintah seriuslah menangani kasus Papua, masa penerbangan sipil tidak dijaga. Itu yang paling berat buat kita,” jelas dia.
Ikatan Pilot Minta Pengamanan Diperketat
Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mendesak pemerintah bersama Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan di seluruh wilayah Papua.
Dewan Kehormatan IPI, Capt. Rama Noya, menegaskan serangan terhadap pilot sipil bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi ancaman serius bagi dunia penerbangan nasional.
“Karena itu, kami mengimbau semua pihak, baik TNI/Polri maupun masyarakat adat Papua, untuk bisa menjaga keselamatan pilot yang telah melakukan pelayanan kepada masyarakat,” kata Rama kepada awak media, Kamis 12 Februari 2026.
Rama menuturkan pihaknya sudah lama mendorong perbaikan sistem keamanan penerbangan di Papua, mengingat wilayah tersebut memiliki tingkat risiko tinggi dan sangat bergantung pada jalur udara.
Ia menyebut IPI bahkan telah melakukan berbagai kajian dan forum diskusi sejak beberapa tahun terakhir, termasuk melalui seminar keamanan penerbangan di Jayapura pada 2022.
“Sudah dilakukan berbagai kajian terhadap keamanan penerbangan di daerah berisiko tinggi. Seminar di Jayapura tahun 2022 menghasilkan rekomendasi implementasi keamanan penerbangan di Papua,” ujarnya.
Menurut Rama, pembunuhan terhadap pilot sipil menjadi peringatan keras yang tidak bisa dianggap sepele. Ia meminta penanganan serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami juga meminta agar ada penanganan yang lebih serius karena kejadian pembunuhan terhadap pilot ini sangat fatal dan kami tidak ingin ini terjadi lagi,” tuturnya. (Redaksi)








