TIMIKA, Koranpapua.id– Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Mimika hingga kini baru menjangkau empat dari total 18 distrik.
Program yang diluncurkan pada 28 Juli 2025 baru terlaksana di Distrik Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, dan Mimika Timur. Sementara masih tersisa 14 distrik yang belum terlayani.
Di empat distrik yang sudah terjangkau pun, belum seluruh sekolah menerima manfaat program tersebut, dikarenakan keterbatasan fasilitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, menyampaikan hal tersebut usai rapat koordinasi bersama Satgas MBG di Gedung A Kantor Pemerintahan SP3, Kamis 13 Februari 2026.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama Satgas yang dipimpin Wakil Bupati selaku Ketua Satgas. Hasilnya cukup baik dan diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pelaksanaan program ini,” ujarnya.
Sejak berjalan di Mimika, program MBG telah membentuk 18 SPPG. Dari jumlah tersebut, penerima manfaat dari kalangan peserta didik telah mencapai lebih dari 30 ribu siswa.
“Untuk non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita, saat ini baru mencapai ribuan orang,” katanya.
Ia menjelaskan, penerima manfaat saat ini masih terpusat di empat distrik. Karena itu, rapat koordinasi menekankan percepatan pembentukan SPPG di wilayah terpencil.
“Kami mendorong percepatan agar wilayah pinggiran dan pedalaman segera mendapatkan layanan MBG, bukan hanya wilayah perkotaan,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan di daerah terpencil, Nalensius menyebut seluruh pengajuan dan usulan dilakukan melalui Satgas.
Dalam pelaksanaannya, BGN akan bekerja sama dengan investor lokal serta melibatkan yayasan-yayasan lokal sebagai pengelola.
Menurutnya, kendala utama belum meratanya layanan di empat distrik yang telah terjangkau adalah keterbatasan jumlah SPPG.
Dimana saat ini baru tersedia 18 dapur dengan kapasitas masing-masing melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat.
“Jadi SPPG yang masih terbatas menjadi alasan belum semua sekolah bisa mendapatkan MBG,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








