ADVERTISEMENT
Senin, Maret 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

Upaya pengendalian inflasi selama bulan Januari 2026 telah dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi bersama mitra kerja strategis yang terus diperkuat di seluruh Provinsi di Papua Raya.

5 Februari 2026
0
Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu satu upaya BI Papua menekan inflasi.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Lima dari enam provinsi di Papua Raya mengalami deflasi selama bulan Januari 2026, kecuali Provinsi Papua Selatan yang mengalami inflasi sebesar 1,06 persen (mtm).

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Januari 2026 di seluruh provinsi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua, disebabkan oleh semakin menipisnya stok pangan lokal pasca HBKN Nataru dan ketidakpastian cuaca.

ADVERTISEMENT

Deputi Direktur Kepala perwakilan BI Papua, Warsono mengatakan, Inflasi tahunan pada bulan Januari 2026 secara agregat tercatat inflasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ini menunjukkan adanya peningkatan sebagai dampak dari low-base effect diskon tarif listrik di Januari 2025. Selain itu, gejolak ketidakpastian global turut mendorong peningkatan harga emas.

Baca Juga

TNI Kembali Berduka, Dua Prajurit Angkatan Laut Gugur dalam Kontak Tembak dengan KKB di Maybrat

Pengendara Motor yang Meninggal di Jalan Ahmad Yani Timika Telah Diambil Keluarga

Berdasarkan kelompoknya, inflasi pada bulan Januari 2026 disebabkan utamanya oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan selama Tahun Baru seiring terbatasnya pasokan pangan lokal.

Berikut rincian perkembangan inflasi di wilker KPw BI Provinsi Papua adalah sebagai berikut:

Inflasi Provinsi Papua Bulanan: -0,36% (mtm) Tahun Berjalan: -0,36% (ytd) Tahunan: 3,55% (yoy) Berdasarkan komoditas penyumbang.

Deflasi di Provinsi Papua didorong oleh Angkutan Udara dengan andil sebesar -0,40%, diikuti dengan Buah Pinang (andil -0,18%), Tomat (andil – 0,05%), Sirih (andil -0,05%), dan Cabai Rawit (andil-0,04%).

Di sisi lain, komoditas yang mengalami inflasi tercatat terjadi pada komoditas Kangkung dengan andil sebesar 0,15%, Emas Perhiasan (andil 0,13%), Ikan Tuna (andil 0,09%), Ikan Kawalina (andil 0,06%) dan Sigaret Putih Mesin (andil 0,06%).

Inflasi Provinsi Papua Selatan Bulanan: 1,06% (mtm) Tahun Berjalan: 1,06% (ytd) Tahunan: 4,83% (yoy).

Berdasarkan komoditas peyumbang inflasi, tercatat peningkatan harga di Papua Selatan didorong utamanya oleh komoditas Ikan Mujair dengan andil sebesar 0,55%.

Termasuk Emas Perhiasan (andil 0,22%), Kangkung (andil 0,10%), Daging Ayam Ras (andil 0,09%) dan Bawang Merah (andil 0,06%).

Di sisi lain, komoditas utama penyumbang deflasi pada Provinsi Papua Selatan yaitu Angkutan Udara dengan andil sebesar -0,14%.

Diikuti dengan Sawi Hijau (andil -0,06%), Bensin (andil -0,03%), Buncis (andil -0,03%), dan Wortel (andil-0,02%).

Inflasi Provinsi Papua Tengah Bulanan: -0,29% (mtm) Tahun Berjalan: -0,29% (ytd) Tahunan: 4,85% (yoy).

Berdasarkan komoditas penyumbang, deflasi di Provinsi Papua Tengah dipicu oleh komoditas Emas Perhiasan dengan andil sebesar 0,19%, Bawang Merah (andil 0,10%), Tomat (andil 0,10%), Terong (andil 0,05%) dan Bahan Bakar Rumah Tangga (andil 0,05%).

Di sisi lain, komoditas utama penyumbang deflasi pada Provinsi Papua Tengah yaitu Cabai Rawit dengan andil sebesar -0,57%.

Diikuti dengan Cabai Merah (andil -0,11%), Angkutan Udara (andil -0,08%), Tempe (andil -0,03%), dan Daging Babi (andil-0,03%).

Inflasi Provinsi Papua Pegunungan Bulanan: -0,05% (mtm) Tahun Berjalan: -0,05% (ytd)

Tahunan: 2,93% (yoy) berdasarkan komoditas penyumbang, deflasi di Provinsi Papua Pegunungan disebabkan oleh penurunan harga komoditas Cabai Rawit dengan andil sebesar -0,50%.

Diikuti dengan Talas/Keladi (andil -0,09%), Tomat (andil -0,04%), Daging Babi (andil -0,04%), dan Bawang Merah (andil-0,03%).

Di sisi lain, komoditas utama penyumbang inflasi tercatat terjadi pada komoditas Ketela Rambat dengan andil sebesar 0,11%.

Diikuti dengan Sawi Hijau (andil 0,10%), Telur Ayam Ras (andil 0,10%), Sawi Putih (andil 0,09%) dan Daging Ayam Ras (andil 0,09%).

Upaya pengendalian inflasi selama bulan Januari 2026 telah dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi bersama mitra kerja strategis yang terus diperkuat di seluruh Provinsi di Papua Raya.

Di antaranya 1. K1 (Keterjangkauan Harga) Penyusunan kalender tanam & panen sebagai rekomendasi komoditas untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh wilayah kerja Papua dan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Hal itu sebagai langkah penguatan sisi pasokan dengan harapan dapat meningkatkan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

K2 (Ketersediaan Pasokan) telah dilaksanakan survei identifikasi kelompok tani potensial untuk pemetaan ketersediakan pasokan komoditas di Provinsi Papua dan DOB.

K3 (Kelancaran Distribusi) telah disalurkannya bantuan sarana prasarana kepada salah satu kelompok tani di Kabupaten Jayawijaya untuk menunjang distribusi hasil pangan dan keikutsertaan pada GPM.

K4 (Komunikasi Efektif) untuk mendukung penguatan koordinasi dan sinergi TPID, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi bersama antara BI baik dengan pemerintah daerah.

Rapat tersebut dalam rangka upaya pengendalian inflasi menjelang Bulan Ramadhan dan HBKN Idul Fitri 2026.

Selanjutnya, KPwBI Provinsi Papua telah merilis konten di media sosial yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan.

Termasuk peran hilirisasi pangan dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus mendukung pembentukan ekspektasi inflasi masyarakat yang terjaga. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Amunisi yang Dilepaskan TNI Tewaskan Tiga Anggota OPM di Puncak, Satunya Masuk DPO Polres Mimika

TNI Kembali Berduka, Dua Prajurit Angkatan Laut Gugur dalam Kontak Tembak dengan KKB di Maybrat

23 Maret 2026
Konflik Kwamki Narama, Korban Berjatuhan, APH Diminta Tegas Lakukan Penindakan Hukum

Pengendara Motor yang Meninggal di Jalan Ahmad Yani Timika Telah Diambil Keluarga

23 Maret 2026
Kapolres Mimika Salurkan Santunan Idul Fitri untuk Warga Pomako

Kapolres Mimika Salurkan Santunan Idul Fitri untuk Warga Pomako

22 Maret 2026
Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2, Papua Termahal se-Indonesia

Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerk 2, Papua Termahal se-Indonesia

22 Maret 2026
Senator PFM Lantang Bersuara di Parlemen: Tolak Sawit dan Pembangunan Batalion TP di Papua

Soal Transparansi Dana Otsus: Anggota DPD RI PFM Minta Kejagung Periksa Ketua MRP Se-Papua Raya

22 Maret 2026
Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

22 Maret 2026

POPULER

  • Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

    Sepak Terjangnya Terhenti, Polisi Bekuk Pelaku Pelecehan dan Jambret di Timika, Mengaku 16 Kali Lakukan Aksi

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Empat Tenaga Kesehatan Diserang KKB: Dua Orang Tewas, Satu Korban Asal Kabupaten Ende-NTT

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Soal Transparansi Dana Otsus: Anggota DPD RI PFM Minta Kejagung Periksa Ketua MRP Se-Papua Raya

    579 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Sertijab Pejabat Pemkab Mimika Dibatalkan, Bupati dan Wabup Siap Temui ASN

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Suara yang Terkubur di Tanah Emas

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • Jual Senjata Organik Seharga Rp90 Juta, Oknum Prajurit TNI Ditangkap

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Remaja 17 Tahun di Timika Hilang Sejak 14 Maret, Keluarga Harap Bantuan Masyarakat

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
Next Post
DPR RI dan Pemda di Papua Selatan Gelar Rapat Tertutup Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

DPR RI dan Pemda di Papua Selatan Gelar Rapat Tertutup Bahas Strategi Pembangunan Perbatasan

Ribka Haluk: PLBN Harus Memberikan Dampak Nyata ‘Piring Nasi’ Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol Kedaulatan yang Megah

Ribka Haluk: PLBN Harus Memberikan Dampak Nyata ‘Piring Nasi’ Masyarakat, Bukan Sekadar Simbol Kedaulatan yang Megah

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id