JAYAPURA, Koranpapua.id- Cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang dan gelombang laut dan longsor, masih berpotensi terjadi di wilayah Papua dalam beberapa waktu ke depan.
Karena itu masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir risiko bencana alam, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.
Hal itu disampaikan Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, Kabid Humas Polda Papua dalam keterangannya di Jayapura, Senin 12 Januari 2026.
Cahyo mengingatkan masyarakat agar sebelum melakukan aktivitas sehar-hari, untuk selalu memantau perkembangan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Dikatakan, cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, gelombang laut tinggi, serta potensi tanah longsor dan banjir dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah rawan bencana.
“Jadi masyarakat perlu untuk selalu memantau informasi resmi dari instansi terkait, seperti BMKG dan pemerintah daerah setempat,” pesannya.
Kepada masyarakat yang bermukim di daerah pegunungan, bantaran sungai, serta wilayah pesisir diimbau agar lebih waspada.
Dan apabila terjadi kondisi cuaca memburuk, masyarakat diminta untuk segera mengambil langkah pengamanan.
“Pengguna jalan raya juga diminta berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang, jalan licin, dan jarak pandang yang terbatas akibat hujan lebat,” pungkasnya.
Polda Papua juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Termasuk segera melaporkan kepada pihak setempat apabila menemukan situasi darurat atau kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan umum.
Dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama, diharapkan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir serta situasi kamtibmas di wilayah Papua tetap aman dan kondusif.
Berdasarkan informasi BMKG, potensi peningkatan curah hujan diperkirakan di wilayah Papua terjadi bulan Desember 2025 hingga Januari 2026.
Curah hujan yang akan membasahi bumi Papua juga diperkirakan akan mencapai intesitas sedang hingga tinggi dalam beberapa ke depan. (Redaksi)










