NABIRE, Koranpapua.id- Pesisir pantai Nabire, Ibukota Provinsi Papua Tengah terbilang kotor, karena dipenuhi sampah plastik.
Melihat kondisi pantai yang kurang terawat, mendorong jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Papua, untuk turun melakukan pembersihan, Jumat 9 Januari 2026.
Langkah pembersihan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut, dipimpin langsung oleh Brigjen Pol. Alfred Papare, Kapolda Papua Tengah.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT juga melibatkan seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah serta ratusan personel dari berbagai satuan fungsi.
Brigjen Alfred mengatakan, aksi bersih-bersih pantai bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pelestarian alam.
Melalui kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir.
“Lingkungan yang bersih akan berdampak positif langsung terhadap kesehatan masyarakat dan mempercantik keindahan wilayah Nabire sebagai ibu kota provinsi,” ujar Brigjen Alfred.
Dalam kegiatan pembersihan itu, ratusan personil polisi membawa kantong sampah dan peralatan kebersihan, menyisir sepanjang garis Pantai Nabire.
Fokus utama aksi ini adalah mengangkat limbah yang sulit terurai, seperti sampah plastik, styrofoam, dan limbah rumah tangga yang mengendap di sepanjang pasir pantai.
Hasilnya, puluhan kantong sampah besar berhasil dikumpulkan dan diangkut untuk kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Brigjen Alfred berharap gerakan peduli lingkungan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka.
Ia mendorong agar aksi serupa dapat dilakukan secara rutin oleh berbagai pihak guna menjaga keasrian Pantai Nabire yang merupakan ikon wisata daerah. (Redaksi)










