TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Distrik (Pemdis) Mimika Baru, Kabupaten Mimika, mengawali tahun 2026 dengan melakukan pembersihan saluran air.
Langkah pembersihan yang sudah dimulai sejak Rabu 7 Januari 2026, guna mengantisipasi terjadi banjir, akibat tersumbatnya sampah di beberapa titik rawan di wilayah itu.
Bersama tim kebersihan, Bank Sampah, serta pegawai distrik, Kepala Distrik Mimika Baru Joel Luhukay, turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei sekaligus pembersihan saluran air yang kerap tersumbat sampah.
Joel Luhukay menjelaskan, kegiatan ini merupakan respons atas kondisi sepanjang tahun 2025, di mana banyak selokan dan kali tersumbat sehingga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, banyak saluran air yang tersumbat akibat tumpukan sampah. Akibatnya terjadi banjir di mana-mana,” ujar Joel.
“Jadi di awal tahun 2026 ini kami turun langsung untuk survei sekaligus melakukan pembersihan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Joel.

Dikatakan, lonjakan volume sampah terutama pada momentum Natal dan Tahun Baru 2025 yang didominasi sampah organic.
Kondisi itu menutup saluran dan menghambat aliran air, sehingga menimbulkan genangan di berbagai titik.
Dalam kegiatan tersebut, tim Distrik Mimika Baru meninjau dan membersihkan sejumlah lokasi rawan banjir, di antaranya RT 18 kawasan Kebun Siri dekat Kantor Kehutanan.
Termasuk di Jalan Bhayangkara, saluran air di depan Gereja Katolik Koperapoka, area jembatan di depan Toko Rizky, serta wilayah Wanagon.
Selain melakukan pembersihan, Kepala Distrik juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Karena menurutnya, kebersihan dan ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi ke kali atau selokan. Jika masih membuang sampah sembarangan, saat hujan risiko banjir pasti akan terjadi lagi,” tegasnya.
Ia juga berpesan bahwa sampah cukup diletakkan di depan rumah karena petugas Bank Sampah akan menjemput langsung sesuai jadwal.
Selain itu, pemerintah distrik telah mengeluarkan surat edaran kepada 11 kampung dan tiga kelurahan untuk melaksanakan kerja bakti serentak pada Jumat 9 Januari 2026. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










