TIMIKA, Koranpapua.id- Untuk menjadi komando operasi yang handal yang miliki kapasitas territorial, tempur dan intelijen serta administrasi, maka komando operasi di Papua perlu disemprnakan.
Hal itu disampaikan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan RI ketika menghadiri kegiatan penyerahan penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) yang berlangsung di Timika, Jumat 2 Januari 2026.
Untuk diketahui, penyerahan penghargaan KPLB diberikan Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI kepada 155 prajurit TNI dari Satgas Rajawali dan Komando Operasi Habema.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Markas Koops Habema, Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Di hadapan pimpinan TNI dan personel Satgas, Menhan RI mengatakan, tidak ada jalan lain bagi TNI, selain terus meningkatkan kemampuan pertahanan di daerah operasi.
Menhan menekankan bahwa, dirinya bertanggung jawab atas kebijakan anggaran pertahanan. Oleh karena itu, Sjafrie akan terus mengikuti perkembangan pembangunan kekuatan di Papua.
“Panglima TNI, apa yang sudah diusulkan kepada Bapak Presiden ini sudah disetujui dan pada 2026 kita segerakan,” ujar Menhan.
“Tidak ada lagi waktu menunggu, kita harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas komando operasi yang ada di sini, termasuk yang ada di perbatasan,” tambah Menhan.
Sjafrie juga meminta para prajurit terus meningkatkan kemampuan, baik individu maupun kesatuan, dan beradaptasi dengan taktik baru.
“Adakan perubahan-perubahan taktik. Teknik yang harus dilakukan sesuai dengan perkembangan teknologi,” pungkasnya.
“Kita tidak boleh kalah dengan perkembangan mereka yang kita hadapi, baik yang ada di gunung maupun yang ada di lembah-lembah,” tegasnya.
Dikatakan, di level operasi, Markas Besar TNI memiliki Komando Operasi Habema di Papua. Koops Habema dipimpin seorang Panglima Koops, yakni Mayjen Lucky Avianto.
Dalam struktur komando, Panglima Koops Habema membawahi operasional Koops Habema dan Satgas-Satgas lain seperti Satgas Rajawali. (Redaksi)










