JAYAPURA, Koranpapua.id- Upaya pencarian terhadap 17 korban hilang akibat kecelakaan laut di Perairan Waindu, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, sudah dilakukan maksimal.
Peristiwa tragis yang terjadi pada 24 Desember 2025 hingga kini masih menyisakan 17 orang hilang, di mana 11 di antaranya adalah anak-anak.
Terkait tragedi di penghujung tahun 2025 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak tinggal diam.
Pemerintah di bawah pimpinan Gubernur Mathius D. Fakhiri ikut mendukung upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Salah satu dukungannya yakni mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta guna memaksimalkan operasi pencarian korban.
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menegaskan bahwa alokasi dana ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa warga Kepulauan Yapen.
Gubernur telah menginstruksikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar segera menyalurkan bantuan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen.
Selain fokus pada pencarian, Fakhiri juga menyoroti pentingnya solusi permanen untuk keamanan mobilitas warga.
“Kami juga meminta agar kajian terkait akses transportasi darat alternatif sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan laporan terkini, perahu kayu yang mengalami kecelakaan tersebut membawa total 21 penumpang.
Hingga saat ini, tercatat dua orang selamat, satu orang meninggal dunia, dan 17 lainnya masih dalam pencarian.
Ke depannya, Pemprov Papua bersama legislatif berkomitmen untuk memperketat standar keselamatan transportasi air di wilayah kepulauan.
“Selain dukungan anggaran pencarian, kami bersama DPRD Papua juga membahas langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang,” pungkasnya. (Redaksi)










