ADVERTISEMENT
Kamis, Maret 5, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga di Dataran Tinggi Mimika

Diterbangkan menggunakan metode sling load, yaitu kargo digantung di bawah helikopter dengan kabel baja sesuai standar keselamatan penerbangan.

29 Desember 2025
0
Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal Warga di Dataran Tinggi Mimika

Total 90 Ton barang-barang yang diangkut menggunakan helikopter PTFI dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane– Dolil (Tsinga) untuk masyarakat tiga kampung. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan 90 ton bantuan bahan makanan dan kebutuhan Natal untuk warga di wilayah dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin 29 Desember 2025.

Bantuan yang disalurkan melalui program Community Christmas Flights, diangkut menggunakan helikopter menuju lembah Aroanop, Tsinga, dan Jila.

ADVERTISEMENT

Kepala Suku Aroanop, Andreanus Janampa, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, bantuan pengiriman logistik ini sangat membantu masyarakat karena biaya sewa helikopter komersial sangat mahal.

Baca Juga

PGI dan YCWS Tandatangani MoU, Bangun Sinergitas untuk Papua

874 CPNS Pemprov Papua Tengah Dinyatakan Lulus setelah Mengikuti Latsar 51 Hari

“Terima kasih atas bantuan pengiriman bahan makanan ke lembah Tsinga dan Aroanop. Saya mewakili kepala suku mengucapkan terima kasih kepada PTFI. Tuhan memberkati,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain mahal, pengiriman barang ke kampung-kampung juga berisiko.

Setelah turun dari helikopter, warga masih harus berjalan kaki selama 2–4 jam melewati medan pegunungan yang berat, termasuk sungai dan jembatan sederhana.

Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Yoab Beanal. Dengan dukungan helikopter PTFI, bahan makanan dan kebutuhan Natal dapat tiba tepat waktu.

“Kami bersyukur kepada Tuhan yang memberkati kami melalui perusahaan ini. Setiap upaya yang dilakukan sangat kami hargai,” katanya.

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, mengatakan program Community Christmas Flights telah rutin dilaksanakan sejak 2015 untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Program ini bertujuan memudahkan warga membawa bahan makanan dan kebutuhan Natal yang dibeli di Timika agar bisa diterbangkan langsung ke kampung-kampung,” jelasnya.

“Dengan helikopter PTFI, pengangkutan menjadi lebih cepat dan efektif sehingga warga dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan suka cita,” tambah Nathan.

Dari total 90 ton logistik yang diangkut, 8,4 ton di antaranya merupakan bantuan bahan makanan langsung dari PTFI.

Seluruh barang telah melalui pemeriksaan X-ray di Bandara sebelum diterbangkan menggunakan metode sling load, yaitu kargo digantung di bawah helikopter dengan kabel baja sesuai standar keselamatan penerbangan.

Penerbangan helikopter dilakukan sebanyak 35 kali pada periode 7–23 Desember 2025, dengan titik keberangkatan dari Bandara Mozes Kilangin Timika.

Pengiriman dilakukan ke Lembah Aroanop (Kampung Ainggogin dan Jagamin), Lembah Tsinga (Kampung Beanekogom dan Dolinigogin), Lembah Jila (Kampung Pasir Putih).

Dikatakan, waktu tempuh penerbangan pulang-pergi rata-rata sekitar satu jam.

Metode ini dinilai efektif karena warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk menjemput barang.

Di Lembah Aroanop terdapat tujuh kampung, di antaranya Baluni, Jagamin, Ainggogin, Ainggigi 1 dan 2, serta Ombani 1 dan 2.

Lembah Tsinga memiliki delapan kampung, sedangkan Lembah Jila mencakup 12 kampung, termasuk Diloa, Pasir Putih, Jengkon, Bomogin, hingga Wandud.

Nathan menambahkan, biaya sewa helikopter komersial untuk pengiriman barang di wilayah ini berkisar Rp25–40 juta dengan kapasitas angkut 600–800 kilogram.

Sementara itu, pesawat komersial bersubsidi membatasi bagasi hingga 16 kilogram per penumpang, dengan biaya kelebihan bagasi Rp23.000 per kilogram.

Di wilayah tersebut lanjut Nathan tidak tersedia kendaraan darat sehingga distribusi barang sepenuhnya mengandalkan tenaga pikul.

“Dengan helikopter PTFI yang langsung menjangkau kampung melalui sling load, waktu pengiriman jauh lebih singkat dan warga bisa berhemat karena tidak perlu membayar biaya angkut tambahan,” pungkasnya.

Selain penerbangan kargo, PTFI juga mendukung angkutan darat Natal bagi warga di sekitar wilayah operasional, seperti Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak.

Layanan ini berlangsung pada 15–24 Desember 2025, dengan 36 perjalanan bus, mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal.

Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas dan angkutan barang masyarakat Suku Kamoro, antara lain di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PGI dan YCWS Tandatangani MoU, Bangun Sinergitas untuk Papua

PGI dan YCWS Tandatangani MoU, Bangun Sinergitas untuk Papua

4 Maret 2026
874 CPNS Pemprov Papua Tengah Dinyatakan Lulus setelah Mengikuti Latsar 51 Hari

874 CPNS Pemprov Papua Tengah Dinyatakan Lulus setelah Mengikuti Latsar 51 Hari

4 Maret 2026
Perkuat Pengamanan Wilayah, Dansatgas Yon Parako 466 Pasgat Sambut Pangkodau III Kunker di Timika

Perkuat Pengamanan Wilayah, Dansatgas Yon Parako 466 Pasgat Sambut Pangkodau III Kunker di Timika

4 Maret 2026
RS Waa Banti Menuju Akreditasi, Reynold Ubra: Ruang Bedah Beroperasi Juni 2026

RS Waa Banti Menuju Akreditasi, Reynold Ubra: Ruang Bedah Beroperasi Juni 2026

4 Maret 2026
Ini Kronologi Kontak Tembak di Tembagapura, Satu Pelaku Tewas, Enam Diamankan

Ini Kronologi Kontak Tembak di Tembagapura, Satu Pelaku Tewas, Enam Diamankan

4 Maret 2026

Mimika Duduki Tempat Teratas Kasus Malaria di Papua Tengah, dr. Agus: Solusinya Screening Massal

4 Maret 2026

POPULER

  • Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

    Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

    711 shares
    Bagikan 284 Tweet 178
  • Bupati Merauke Kecewa, Banyak yang Dibiayai Pemerintah, Setelah Jadi Dokter Memilih Bekerja di Luar Papua

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Tiga Personel Polres Mimika Terkena Panah

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Pantau dari Udara hingga Dialog, Pemkab Mimika Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Kapiraya

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Agustinus Tutupahar Resmi Dilantik sebagai Anggota PAW KPU Mimika Periode 2024-2029

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Awalnya Diduga Bunuh Diri, Polisi Temukan Kejanggalan pada Kasus Kematian Perempuan di Mimika

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Tabrak Median Jalan di Pertigan Diana Mall Timika, Pengendara Motor Tewas di Tempat Kejadian

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Serahkan Aset Rp329 Miliar ke Pemprov Papua Pegunungan, Gubernur Papua: Ini Kewajiban Pasca Terbentuk DOB

Kapolres Mimika Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 96 Personel Polri

Serahkan Aset Rp329 Miliar ke Pemprov Papua Pegunungan, Gubernur Papua: Ini Kewajiban Pasca Terbentuk DOB

Serahkan Aset Rp329 Miliar ke Pemprov Papua Pegunungan, Gubernur Papua: Ini Kewajiban Pasca Terbentuk DOB

Setahun Polda Papua Tengah Hadapi Berbagai Tantangan Kamtibmas, 2026 Potensi Gangguan KKB Masih yang Utama

Setahun Polda Papua Tengah Hadapi Berbagai Tantangan Kamtibmas, 2026 Potensi Gangguan KKB Masih yang Utama

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id