ADVERTISEMENT
Rabu, Februari 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

Perselisihan itu bukan soal kriminal berat, melainkan luka batin akibat hubungan pribadi dan persoalan uang yang tak pernah dikira akan berakhir seperti ini.

24 Desember 2025
0
Nekat Langgar Laut Ingin Mempersunting, Cinta Nyong Papua Kandas di Kota Kupang

(foto:ilustrasi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

KUPANG, Koranpapua.id– Perjalanan kisah cinta ini sedikit menorah hati.

Boleh dibilang pepatah lama ‘Cinta Bertepuk Sebelah Tangah’ kini harus diterima oleh satu nyong asal Papua berinisial HK.

ADVERTISEMENT

Dengan maksut ingin mempersunting gadis pujaannya, HK nekat menyeberangi lautan hingga menapakan kakinya di Kota Karang Kupang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sayangnya kondisi romantis sepihak di mana perasaan cintanya tidak dibalas, menimbulkan luka dan rasa sakit.

Baca Juga

Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

21 Pejabat Baru Resmi Perkuat Kabinet Pimpinan Gubernur PBD Elisa Kambu

Bagaimana perjalanan kisah cinta HK yang berakhir kekecewaan dan saat ini menjadi viral? Berikut sedikit kilasannya seperti dikutip dari FB seseorang di Kupang.

Perasaan cinta HK berawal dari layar ponsel, namun sekarang  berujung ricuh di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Minggu malam, 21 Desember 2025, suasana yang semula tenang mendadak berubah tegang.

HK, pria asal Papua, yang datang jauh-jauh ke Kupang dengan satu tujuan: menepati janji cinta.

Ia datang bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai kekasih yang selama ini percaya penuh pada kata-kata manis seorang perempuan berinisial R.

Semua bermula dari perkenalan di media sosial Facebook. Dari obrolan ringan, komunikasi mereka berlanjut ke WhatsApp.

Hari demi hari, kedekatan tumbuh. Nona Kupang berinisial R ini mengaku masih gadis, sendiri, dan siap membangun masa depan.

Kata “nikah” kerap muncul dalam percakapan mereka, sebuah janji yang membuat HK yakin telah menemukan pendamping hidup.

HK yang bekerja di Papua tak ragu menunjukkan keseriusannya. Sejumlah uang ditransfer kepada R.

Bukan sedikit jumlahnya, namun bagi HK uang itu bukan sekadar materi, melainkan bukti cinta dan kesungguhan menuju pernikahan.

Namun semua keyakinan itu runtuh saat HK tiba di Sikumana.

Di hadapannya, terbentang kenyataan pahit, perempuan yang selama ini mengaku jomblo ternyata telah berstatus sebagai istri sah orang lain.

Fakta itu bagai petir di siang bolong. HK merasa ditipu, dikhianati, dan dipermainkan. Emosi pun meledak.

Keributan tak terelakkan. Suara tinggi, adu argumen, hingga warga sekitar mulai berdatangan.

Ketua RT setempat yang menerima laporan segera memastikan situasi.

Perselisihan itu bukan soal kriminal berat, melainkan luka batin akibat hubungan pribadi dan persoalan uang yang tak pernah dikira akan berakhir seperti ini.

HK menuntut pertanggungjawaban. Ia merasa uangnya habis bukan karena kesalahan sendiri, melainkan karena janji palsu.

Di sisi lain, R berada dalam posisi terpojok, menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikannya.

Situasi pun memanas, namun tak sampai lepas kendali. Di tengah ketegangan itu, Bhabinkamtibmas setempat, Bripka Marsel Nitte, hadir mengambil peran penting.

Dengan pendekatan persuasif dan penuh kesabaran, ia mempertemukan kedua belah pihak.

Tak ada bentakan, tak ada intimidasi. Yang ada hanyalah dialog pelan, tegas, dan manusiawi.

Perlahan, emosi mereda. Keduanya sepakat bahwa keributan hanya akan menambah masalah.

Setelah melalui pembicaraan panjang, akhirnya dicapai jalan damai. HK dan R bersedia menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan menandatangani pernyataan tertulis sebagai komitmen mengakhiri konflik.

Malam itu, Sikumana kembali tenang. Tidak ada borgol, tak ada proses hukum panjang.

Yang tersisa hanyalah pelajaran pahit tentang cinta di era digital, bahwa di balik janji manis dan transfer uang, kejujuran tetap menjadi fondasi utama.

Sebab ketika kepercayaan runtuh, luka yang ditinggalkan tak bisa disembuhkan hanya dengan kata maaf. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

10 Februari 2026
21 Pejabat Baru Resmi Perkuat Kabinet Pimpinan Gubernur PBD Elisa Kambu

21 Pejabat Baru Resmi Perkuat Kabinet Pimpinan Gubernur PBD Elisa Kambu

10 Februari 2026
Percepat Progres Pembangunan, Pejabat Dua Lembaga Kementerian Kunjungi Papua Selatan

Percepat Progres Pembangunan, Pejabat Dua Lembaga Kementerian Kunjungi Papua Selatan

10 Februari 2026
Jalan Trans Papua Urat Nadi Perekonomian Papua Pegunungan, Kementerian PUPR Didesak Segera Tangani Longsor

Jalan Trans Papua Urat Nadi Perekonomian Papua Pegunungan, Kementerian PUPR Didesak Segera Tangani Longsor

10 Februari 2026
Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

10 Februari 2026
Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

10 Februari 2026

POPULER

  • Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    684 shares
    Bagikan 274 Tweet 171
  • Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

    635 shares
    Bagikan 254 Tweet 159
  • Ngaku Istri Pejabat Papua Tengah, Wanita Ini Labrak Oknum ASN Berpakaian Dinas

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Bupati Mimika Ultimatum ASN: Pangkat Tidak Sesuai Jabatan Siap Dinonaktifkan

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Sejumlah Perwira Polres Mimika Bergeser Jabatan, Ini Pesan Kapolres

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
Next Post
Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

Ratusan Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal 2025 di Mimika

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

600 Personil Gabungan Diterjunkan Amankan 20 Gereja, Pesta Kembang Api di Timika Ditiadakan

Pemda Mimika Instruksikan Tempat Hiburan dan Penjualan Miras Ditutup Selama Nataru

Pemda Mimika Instruksikan Tempat Hiburan dan Penjualan Miras Ditutup Selama Nataru

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id