TIMIKA, Koranpapua.id- Semarak menyambut perayaan Natal di sejumlah kota di Indonesia sangat terasa sejak memasuki Bulan Desember 2025.
Sebut saja, Kota Manado, Kota Solo, DKI Jakarta, Kupang, Ambon, Bandung dan Nabire serta berbagai kota di Indonesia, suasana menyambut kelahiran Sang Juru Selamat, sudah menggema di seluruh sudut kota.
Kita bisa melihat perubahan kota, pusat perbelanjaan, ruang-ruang terbuka publik dan jalan-jalan protokol dipenuhi dengan hiasan ornament Natal.
Sebut saja di Nabire, Ibukota Provinsi Papua Tengah membangun pohon Natal raksasa di tengah kota dan langsung diresmikan oleh Wakil Bupati Nabire.
Di Kota Bandung menghadirkan ‘Desa Cahaya” dengan salju buatan yang menghadirkan sensasi Natal ala Eropa.
Di ibukota Jakarta, kawasan Kota Tua menampilkan pohon Natal dengan tinggi hingga 12 meter sebagai bagian dari acara “Chrismas in Jakarta”.
Belum lagi di kota Manado, Ambon dan Kupang yang sangat terlihat meriah dengan jejeran pohon Natal di jalan-jalan protokol, dan dipermanis dengan warna-warni lampu jika malam tiba.
Di beberapa daerah di Toraja bahkan menyelenggarakan festival kreatif untuk merayakan Natal.
Seperti di Toraja Utara digelar festival pohon Natal yang dibuat dari bahan daur ulang dengan mengusung tema kearifan lokal.
Nah bagaimana dengan Timika, Ibukota Kabupaten Mimika yang belum lama ini memperoleh peringkat satu Nasional dan memperoleh Harmony Award.
Sebuah penghargaan yang diberikan Kementerian Agama Republik Indonesia kepada daerah yang dinilai menjunjung tinggi kerukunan dan keberagaman?
Kepada koranpapua.id sejumlah warga menyampaikan berbagai komentar, setelah melihat suasana kota Timika yang terlihat ‘adem ayam’ dalam menyambut hari Kelahiran Yesus Kristus.
Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) menyampaikan, dirinya sangat menyayangkan sepinya suasana kota Timika dalam menyambut Natal tahun 2025 ini.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyambut Natal, yang mencangkup semarak perayaan disamping peran lain menjaga stabilitas keamanan dan harga barang.
Setelah menerbitkan Surat Edaran (SE) yang menginstuksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi swasta, BUMN/BUMD dan masyarakat umum untuk menyemarakan suasana Natal, juga perlu diikuti dengan pengawasan dan pemantauan, apakah SE tersebut sudah terlaksana di lapangan?
Karena menurut Marianus, sampai dengan hari ini, Kamis 18 Desember 2025, belum terlihat adanya perubahan wajah Timika yang dikenal dengan ‘Kota Dollar’.
Belum terlihat pemasangan lampu-lampu hias dan pernak-pernik Natal untuk menghadirkan euphoria perayaan di ruang-ruang publik atau di sejumlah titik keramaian dan bundaran yang ada dalam kota Timika.
Marianus berharap, Timika dengan julukan Kota Seribu Gereja dapat melakukan terobosan untuk menampilkan wajah kota Timika yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya.
Sebagai Tokoh Masyarakat Mimika, Marianus juga mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif sehingga perayaan Natal di gereja-gereja di Timika bisa berlangsung aman dan lancar.
Karena menurutnya, salah satu aspek yang paling menonjol dari perayaan Natal di Indonesia, termasuk Kabupaten Mimika adalah semangat toleransi yang tinggi dan menjadikan momentum ini untuk menguatkan persatuan. (*)
Penulis:Hayun Nuhuyanan
Editor:Marthen LL Moru










