ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 17, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Tolak Ekspansi Sawit di Papua, Sawit Watch: Jalan Pintas Berisiko Tinggi, Ancaman Bencana Ekologis dan Konflik Agraria

"Bencana ekologis di Sumatera adalah peringatan keras. Rencana ekspansi sawit di Papua adalah bencana yang tertunda. Pemerintah diminta mendengarkan sains dan suara masyarakat demi kebijakan yang benar-benar menjamin keselamatan rakyat”.

18 Desember 2025
0

Perkebunan sawit di Indonesia. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

BOGOR, Koranpapua.id- Rencana Presiden Prabowo membuka perkebunan kelapa sawit berskala besar di Papua, mendapatkan penolakan dari berbagai pihak.

Sawit Watch, salah satu organisasi yang tegas menyatakan penolakan terhadap rencana ekspansi perkebunan kelapa sawit skala besar di Papua, dengan alasan sebagai bagian dari pengembangan Bahan Bakar Minyak (BBM) energi alternatif.

ADVERTISEMENT

Organisasi ini menilai kebijakan tersebut sebagai strategi ‘jalan pintas’ yang berisiko tinggi memicu bencana ekologis baru, konflik agraria, serta memperdalam krisis pangan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Rencana ekspansi tersebut sejalan dengan target ekstensifikasi lahan sawit hingga 600.000 hektare pada 2026 dan kebijakan mandatori B50.

Baca Juga

HUT ke-81 RI, Johannes Rettob: Pesta Rakyat Bukan Kemewahan, Tapi Momentum Pemerintah Bersama Masyarakat

Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

Namun, Sawit Watch menegaskan Papua bukanlah solusi energi.

“Rencana ini sangat berbahaya, mengancam kelestarian hutan hujan tropis terakhir di Indonesia,” ujar Direktur Eksekutif Sawit Watch, Achmad Surambo dalam keterangannya seperti dilansir, Kamis 18 Desember 2025.

“Ini juga mengabaikan pelajaran pahit dari krisis lingkungan yang kini melanda Sumatera,” timpal Achmad Surambo.

Menurutnya, strategi ekspansi sawit di Papua tidak memiliki dasar ekologis maupun tata ruang yang memadai.

Analisis Sawit Watch berbasis riset Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) menunjukkan total potensi lahan sawit yang sesuai dan optimal di Pulau Papua hanya sekitar 290.837 hektare.

Sementara itu, luas perkebunan sawit eksisting pada 2022 telah mencapai 290.659 hektare-hampir menyentuh kapasitas ekosistem ideal.

Lebih jauh, Sawit Watch mencatat sekitar 75.308 hektare kebun sawit eksisting di Papua berada di wilayah dengan Variabel Pembatas, seperti hutan primer, kawasan konservasi, Key Biodiversity Area (KBA), serta habitat burung cenderawasih.

“Kondisi ini menunjukkan situasi yang sudah sangat krusial. Penambahan lahan baru berpotensi melampaui daya dukung lingkungan,” jelas Surambo.

Risiko sosial juga dinilai tak kalah serius, Sawit Watch memperingatkan ekspansi di Papua berpotensi memicu gelombang konflik agraria baru.

Data organisasi ini mencatat sedikitnya 1.126 konflik di sektor perkebunan sawit di Indonesia, melibatkan 385 perusahaan dan 131 grup usaha.

“Masyarakat adat Papua, dengan hak ulayatnya, akan menjadi korban utama kriminalisasi dan kekerasan dalam skema ekstensifikasi ini,” tegas Surambo.

Sawit Watch juga menyoroti pengalaman Sumatera sebagai cermin kegagalan tata kelola sawit.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, krisis iklim dan bencana ekologis yang terjadi di Sumatera merupakan bukti nyata pelanggaran daya dukung lingkungan.

Pembukaan lahan baru di Papua sama artinya dengan menghancurkan ekosistem penting bagi Indonesia dan dunia secara permanen.

Dari sisi ekonomi, Sawit Watch menilai pemerintah keliru dalam kalkulasi kebijakan.

Berdasarkan risetnya, skenario ekspansi sawit tanpa moratorium diproyeksikan menghasilkan dampak negative.

Baik terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga minus Rp30,4 triliun pada 2045 akibat membengkaknya biaya sosial, penanganan bencana, dan hilangnya jasa lingkungan.

Sebaliknya, skema moratorium permanen yang disertai Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) justru diperkirakan memberi output PDB positif hingga Rp30,5 triliun dan menyerap sekitar 827 ribu tenaga kerja hingga 2045.

Atas dasar itu, Sawit Watch mendesak Presiden Prabowo mengambil langkah korektif:

Pertama, membatalkan rencana ekspansi sawit di Papua dan target ekstensifikasi 600.000 hektare, serta mengalihkan fokus ke intensifikasi melalui PSR yang masif dan berkeadilan.

Kedua, menerbitkan kembali Peraturan Presiden tentang moratorium izin sawit baru secara permanen, disertai audit menyeluruh terhadap seluruh izin perkebunan, khususnya di wilayah dengan variabel pembatas di Sumatera dan Papua.

Ketiga, memperkuat perlindungan hak masyarakat adat melalui pengakuan dan penetapan wilayah adat, serta penyelesaian konflik agraria yang sudah ada.

“Bencana ekologis di Sumatera adalah peringatan keras. Rencana ekspansi sawit di Papua adalah bencana yang tertunda,” tegas Surambo.

la meminta pemerintah mendengarkan sains dan suara masyarakat demi kebijakan yang benar-benar menjamin keselamatan rakyat serta keberlanjutan ekonomi jangka panjang. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

Satgas Pasgat Tanamkan Semangat Perjuangan dan Cinta Tanah Air pada Generasi Muda di Pegunungan Bintang 

17 Agustus 2026
Konsep Otomatis

HUT ke-81 RI, Johannes Rettob: Pesta Rakyat Bukan Kemewahan, Tapi Momentum Pemerintah Bersama Masyarakat

17 Agustus 2026
Konsep Otomatis

Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

17 Agustus 2026
HUT ke-81 RI di Mimika: Johannes Rettob Sebut Perjuangan Hari Ini Bukan Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Membangun Mimika

HUT ke-81 RI di Mimika: Johannes Rettob Sebut Perjuangan Hari Ini Bukan Lagi Mengangkat Senjata, Tapi Membangun Mimika

17 Agustus 2026
PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

PEPC Region 4 Zona 14 Mencacat Sumur Baru di Papua Lampaui Target, Produksi 369 BOPD

17 Agustus 2026
Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

17 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    912 shares
    Bagikan 365 Tweet 228
  • Rencana Kacaukan Upacara HUT ke-81 RI, Tiga Anggota OPM Tewas Diterjang Peluru TNI, Amankan Delapan Senjata Api 

    665 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    680 shares
    Bagikan 272 Tweet 170
  • Kontak Tembak di Jila-Mimika, Satu Prajurit TNI Gugur, Dua Terluka

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    590 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • YPMAK Dorong Pokja Tinggalkan Program Padat Karya, Fokus ke Usaha Produktif dan Berkelanjutan

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • 13 Kantor Pemerintah di Puncak Dirusak dan Dibakar: Komisi II DPR RI  Desak Mendagri segera Turun Tangan 

    558 shares
    Bagikan 223 Tweet 140
Next Post
Ribuan Umat Katolik Papua Nugini Rayakan Petrus To Rot sebagai Santo Pertama Pribumi

Ribuan Umat Katolik Papua Nugini Rayakan Petrus To Rot sebagai Santo Pertama Pribumi

Ribuan Umat Katolik Papua Nugini Rayakan Petrus To Rot sebagai Santo Pertama Pribumi

Pasar Murah di Mimika Bantu Warga Hadapi Tekanan Inflasi Jelang Nataru

Ribuan Umat Katolik Papua Nugini Rayakan Petrus To Rot sebagai Santo Pertama Pribumi

Satgas Korpasgat Perkuat Keamanan dan Layanan Bandara Sinak Menjelang Natal dan Tahun Baru

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id