TIMIKA, Koranpapua.id- Harapan puluhan anak-anak Suku Kamoro untuk mendapatkan dana bantuan beasiswa yang disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pendidikan (Disdik), berakhir dengan kekecewaan.
Untuk memastikan pencairan dana beasiswa, berkali-kali mereka mendatangi Disdik di Jalan Poros SP5-Timika. Namun selalu tidak pernah mendapatkan jawaban pasti.
Terdesak dengan kebutuhan perkualihan yang belum mendapatkan jalan keluarnya, puluhan mahasiswa Kamoro mengeluhkan persoalan ini kepada Marianus Maknaepeku, Wakil Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko).
Kepada koranpapua.id, malam ini Kamis 12 Desember 2025, Marianus menyampaikan, Disdik Mimika melalui salah satu Kepala Bidang yang menangani beasiswa, seakan sengaja mempersulit puluhan mahasiswa Kamoro untuk mendapatkan hak mereka.
Disampaikan Marianus bahwa, pada tiga bulan lalu para penerima beasiswa sudah pernah mendatangi kantor Disdik dan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan beasiswa.
Oleh bidang yang menangani beasiswa, meminta untuk memasukan semua persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Permintaan itu sudah dilengkapi dan diserahkan ke Disdik.
“Tapi beberapa hari lalu anak-anak datang menanyakan beasiswa, malah tidak direspon baik. Anehnya ada anak-anak non Amungme dan Kamoro justru dilayani. Ini yang kami perlu pertanyakan,” tegas Marianus.
Marianus juga menyampaikan alasan tidak dicairkan beasiswa tersebut, karena harus menunggu Surat Keputusan (SK) terbaru dari Pemkab Mimika.
“Padahal anak-anak ini namanya sudah diterbitkan melalui SK yang dikeluarkan pak Yumte (mantan Sekda Mimika). Kenapa harus ada SK baru lagi,” tandas Marianus.
Terkait dengan ini, sebagai orang tua dan juga Tokoh Kamoro meminta agar persoalan tersebut dapat menjadi atensi pimpinan daerah untuk mencari jalan keluarnya.
Pasalnya puluhan mahasiswa harus menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan perkualihan, membayar semesteran dan juga ujian akhir.
“Anak-anak Kamoro yang dipersulit beasiswanya itu, kuliahnya di beberapa kampus di Timika dan ada juga yang kuliah Universitas Terbuka (UT),” pungkas Marianus.
Ia juga mempertanyakan rencana Disdik untuk mengembalikan dana beasiswa ke Kas Daerah (Kasda).
Terkait ini, atas nama lembaga adat meminta kepada kepolisian dan kejaksaan untuk mengawal rencana pengembalian dana tersebut.
“Ini kepolisian dan kejaksaan harus kawal, apakah betul uang tersebut dikembalikan ke Kasda, atau digunakan untuk keperluan lainnya”.
“Kasus seperti ini sudah pernah terjadi, uangnya cair tapi tidak pernah sampai ke penerima beasiswa,” tambah Marianus.
Persoalan beasiswa Pemkab Mimika untuk anak-anak Amungme dan Kamoro, setiap tahun selalu bermasalah dalam pencairannya.
Karena itu, Marianus berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika untuk segera membersihkan oknum-oknum pejabat dan mengantikan dengan pejabat yang punya hati untuk masa depan generasi Amungme-Kamoro.
“Mereka selama ini harapannya hanya kepada Freeport melalui LPMAK. Sementara dari Pemkab Mimika selalu dipersulit. Dinas Pendidikan justru lebih memprioritaskan yang bukan dari Amungme Kamoro,” sesal Marianus. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthinus LL Moru










