ADVERTISEMENT
Sabtu, April 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Luka Kwamki Narama yang Tak Kunjung Berakhir

Konflik Kwamki Narama bukan takdir. Ia adalah hasil dari serangkaian kelalaian, pembiaran, dan ketidakseriusan. Karena itu, ia juga bisa diakhiri dengan keseriusan yang setara.

5 Desember 2025
0
Pesparani Timika: Perpaduan Iman, Budaya, dan Toleransi yang Menoreh Sejarah

Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh: Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika

KONFLIK saudara di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, sudah berlangsung dua bulan setelah pecah awal Oktober 2025 lalu.

Konflik ini bukan sekadar peristiwa baku panah yang berulang, tetapi bisa menjadi tragedi kemanusiaan yang terus menggerus masa depan generasi Papua.

ADVERTISEMENT

Ketika yang saling melukai adalah saudara sendiri, maka setiap panah yang dilepaskan sebenarnya menancap di tubuh sebuah komunitas yang sama.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Melukai identitas kolektif, merobek jaringan sosial, dan menyisakan dendam panjang yang tak kunjung menemukan ujung.

Baca Juga

TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

Insiden Berdarah Dogiayai: YLBH Papua Tengah Menilai Papua Sedang Tidak Baik-baik, Desak Dialok Jakarta-Papua

Pertanyaannya: bisakah konflik ini berakhir?

Jawabannya ya, tetapi tidak dengan cara yang selama ini ditempuh. Pengamanan sesaat tanpa pemulihan sosial hanya memadamkan api di permukaan, sementara bara dendam tetap menyala di bawah.

Konflik tidak lahir dari ruang hampa, ia tumbuh dari absennya keadilan, ketimpangan sosial, minimnya kehadiran negara, dan runtuhnya mekanisme adat yang dulu menjadi ruang mediasi paling efektif.

Selama akar masalah ini tidak disentuh, maka baku panah akan kembali menjadi “ritual” kekerasan yang terus direproduksi.

Lalu, apakah setiap nyawa bisa dibayar dengan uang?

Mengganti korban dengan sejumlah uang, sebagaimana sering terjadi dalam praktik penyelesaian sementara, bukan hanya mereduksi nilai kemanusiaan, tetapi juga menormalisasi kekerasan sebagai sebuah transaksi.

Uang mungkin bisa meredam kemarahan seketika, tetapi tidak dapat memulihkan trauma, tidak dapat menghidupkan kembali orang yang meninggal, dan tidak dapat membangun budaya damai.

Restitusi materi tanpa rekonsiliasi sosial ibarat menutup luka dalam dengan plester tipis pasti akan terbuka kembali.

Dimana hukum positif?

Pertanyaan ini keras sekaligus menyakitkan. Hukum hadir, tetapi sering kali tidak bekerja.

Atau bekerja secara prosedural tanpa menyentuh konteks sosial budaya masyarakat setempat.

Negara tidak cukup hanya mengirim aparat keamanan, negara harus hadir dengan pendekatan yang adil, konsisten, dan menghormati struktur adat.

Hukum negara dan hukum adat seharusnya tidak saling meniadakan, tetapi saling menguatkan.

Ketika pelaku kekerasan dibiarkan, ketika senjata tradisional digunakan untuk saling menghabisi tanpa konsekuensi hukum yang jelas, maka negara tidak hanya absen ia kehilangan wibawa.

Solusi tidak boleh lagi setengah hati

  1. Mediasi adat yang diperkuat negara, bukan sekadar seremonial setelah konflik terjadi.
  2. Pemulihan sosial berbasis komunitas terapi trauma, dialog lintas kelompok, dan rekonstruksi kepercayaan.
  3. Penegakan hukum yang tegas dan transparan, tanpa pandang bulu, tanpa kompromi politik lokal.
  4. Penyelesaian akar struktural: ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, marginalisasi politik.

Konflik Kwamki Narama bukan takdir. Ia adalah hasil dari serangkaian kelalaian, pembiaran, dan ketidakseriusan. Karena itu, ia juga bisa diakhiri dengan keseriusan yang setara.

Yang dipertaruhkan bukan hanya nyawa hari ini, tetapi masa depan sebuah generasi. Dan tidak ada harga yang pantas untuk itu. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

4 April 2026
Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

Insiden Berdarah Dogiayai: YLBH Papua Tengah Menilai Papua Sedang Tidak Baik-baik, Desak Dialok Jakarta-Papua

4 April 2026
KKB Papua Kini Didominasi Gen Z, Kombes Yusuf Sutejo: Mereka Lebih Brutal

Enam Tahun Masuk DPO, Pelaku Terlibat Penyerangan Mendagri Tito Karnavian Ditangkap

4 April 2026
Perayaan Jumat Agung, Umat Katedral Tiga Raja Timika Hayati Makna Pengorbanan Kristus

Perayaan Jumat Agung, Umat Katedral Tiga Raja Timika Hayati Makna Pengorbanan Kristus

4 April 2026
Aparat Gabungan dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat Terlibat Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkoba

Aparat Gabungan dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat Terlibat Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkoba

3 April 2026
Ucapkan Duka Cita, Amnesty Internasional Indonesia Desak Usut Tuntas Kasus Dogiyai Berdarah

Ucapkan Duka Cita, Amnesty Internasional Indonesia Desak Usut Tuntas Kasus Dogiyai Berdarah

3 April 2026

POPULER

  • Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    622 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Seorang Remaja Putri di Timika Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri, Motifnya Masih Penyelidikan

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Jaksa Agung Pantau Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Sarana Aerosport di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Polisi Data 145 Warga Tembagapura yang Melayat Almarhum Junius Magai

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ini Nama 11 Korban Tewas dalam Kebakaran Empat Ruko di Wamena, Dua Masih Anak-anak

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Cegah Stunting Sejak Dini, Dinkes Mimika Edukasi Ibu Hamil Lewat Gerakan Bumil Sehat

Cegah Stunting Sejak Dini, Dinkes Mimika Edukasi Ibu Hamil Lewat Gerakan Bumil Sehat

Antisipasi Pasca Rangkaian Pembunuhan, Polisi Amankan 20 Anak Panah di Bandara Mozes Kilangin Timika

Antisipasi Pasca Rangkaian Pembunuhan, Polisi Amankan 20 Anak Panah di Bandara Mozes Kilangin Timika

Satu Pekan Tersesat di Kampung Yabamaru- Merauke, Ibu Maria Mencari Keluarganya

Satu Pekan Tersesat di Kampung Yabamaru- Merauke, Ibu Maria Mencari Keluarganya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id