ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Batas Wilayah dan Keberadaan Lahan Emas Diduga Pemicu Konflik di Kapiraya-Mimika

Sampai berita ini diturunkan informasi mengenai terjadinya penyerangan di wilayah itu belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas kebijakan lainnya.

26 November 2025
0
Batas Wilayah dan Keberadaan Lahan Emas Diduga Pemicu Konflik di Kapiraya-Mimika

Lahan Tambang Emas di Kapiraya Mimika (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Batas wilayah antara Kabupaten Mimika dan Kabupaten Deiyai serta keberadaan lahan emas, diduga menjadi pemicu konflik antarwarga di Distrik Kapiraya, Kabupaten Mimika.

Selpius Bobii, Aktivivis Hak Asasi Manusia (HAM) dalam surat terbukanya tertanggal 25 November 2025, mendesak pemerintah segera turun tangan menyelesaikan sengketa ini sebelum korban jiwa berjatuhan.

Dalam suratnya, Bobii menyampaikan serangkaian insiden berdarah yang menimpa warga Kampung Mogodagi.

Disebutkan, pada 24 November 2025, terjadi serangan besar yang dipimpin langsung oleh Kepala Kampung Wakiya.

Baca Juga

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Akibatnya, seorang warga dilaporkan ditikam dan dibakar bersama rumahnya, disertai pembakaran sejumlah rumah lain.

Serangan ini merupakan eskalasi dari insiden beberapa hari sebelumnya yang juga telah menewaskan korban luka-luka.

“Pemerintah Daerah terkesan lambat merespons eskalasi kekerasan yang sudah berada pada titik mengkhawatirkan,” tulis Bobii.

Disebutkan konflik ini harus ditangani segera sebelum situasi berubah menjadi lebih buruk.

Bobii menegaskan, lambatnya pemerintah dalam menyelesaikan dua akar masalah ini telah membuka ruang bagi kekerasan berulang.

Ia menuntut empat langkah konkret untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

Satu: Penghentian konflik dan mediasi perdamaian

Dua: Penindakan hukum terhadap pelaku

Tiga: Penetapan batas adat antara Suku Mee dan Komoro

Empat: Penetapan batas administrasi yang jelas antara Kabupaten Deiyai, Dogiyai, dan Mimika.

Sampai berita ini diturunkan informasi mengenai terjadinya penyerangan di wilayah itu belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun otoritas kebijakan lainnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

24 Oktober 2026
Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

24 Oktober 2026
Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

24 Oktober 2026
Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

24 Oktober 2026
IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

24 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Yonif 754 Kostrad Tanam Padi, Dukung Program Swasembada Pangan, Ketua DPRD Mimika Sampaikan Apresiasi

Yonif 754 Kostrad Tanam Padi, Dukung Program Swasembada Pangan, Ketua DPRD Mimika Sampaikan Apresiasi

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemprov Papua Tengah Luncurkan Simanja-Sakti-Asukempat

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemprov Papua Tengah Luncurkan Simanja-Sakti-Asukempat

Indo-Pasifik Memanas: AUKUS dan Kekhawatiran Perimbangan Kekuatan Baru

Indo-Pasifik Memanas: AUKUS dan Kekhawatiran Perimbangan Kekuatan Baru

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id