TIMIKA, Koranpapua.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika menyasar 48 anak melalui Gerakan Orang Tua Asuh sebagai upaya mendukung pencegahan stunting.
Sekretaris TP-PKK Mimika, Sara Lisa Rombe Payung, mengatakan program ini menerapkan pola satu anak didampingi satu orang tua asuh. Pelaksanaannya akan dilakukan melalui Kelompok Kerja (Pokja) IV TP-PKK Mimika.
Hal tersebut disampaikan Sara dalam kegiatan peringatan HUT ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Puskesmas Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Sara, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, masyarakat, organisasi profesi, dan dunia usaha.
“Stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP-PKK Mimika juga membagikan telur kepada masyarakat yang hadir, terutama anak-anak yang telah terdata sebagai sasaran program. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak.
Sara menegaskan, Gerakan Orang Tua Asuh tidak sekadar memberikan bantuan makanan, tetapi juga membangun kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap tumbuh kembang anak.
Ia berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan anak, dan kebersihan lingkungan.
Melalui gerakan tersebut, TP-PKK Mimika berharap kolaborasi dan semangat gotong royong semakin kuat sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










