TIMIKA, Koranpapua.id– Tiga Waimum (kepala perang) yang disebut sebagai tokoh kunci pemicu konflik berdarah di Kwamki Narama ditangkap aparat gabungan dalam razia skala besar.
Penangkapan ini menjadi langkah tegas Polres Mimika setelah bentrokan antardua kelompok warga sebelumnya menewaskan seorang pendeta.
AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Kapolres Mimika menegaskan, operasi gabungan melibatkan Polres Mimika, Sat Brimob Yon B Pelopor, Brimob Batalyon C, serta unsur Marinir.
“Razia skala besar kami lakukan Sabtu kemarin. Tiga Waimum sudah diamankan dan dibuatkan pernyataan. Jika mereka kembali terlibat, kami proses hukum dan saya pastikan proses itu di luar Timika,” tegas Kapolres Senin 17 November 2025.

Saat dikonfirmasi media, Kapolres mengungkapkan bahwa tiga Waimum diamankan karena salah satu diduga menjadi provokator dan penghasut dalam konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Dalam operasi itu, aparat juga membongkar tenda-tenda yang dijadikan titik berkumpul dua kelompok yang bertikai, sekaligus mengamankan barang bukti berupa parang, panah, senjata tajam, dan tenda-tenda.
Kapolres memastikan siapa pun yang masih terlibat perang, baik dari pihak Waimum maupun masyarakat umum akan ditangkap dan diproses hukum di luar Timika.
“Kalau masih bandel dan memulai perang lagi, pasti kami tindak tegas. Konflik ini harus segera kita akhiri,” ujar Kapolres.
Lebih jauh, Kapolres mengingatkan para tokoh adat agar ikut menenangkan warga, sehingga memberi suasana yang sejuk dan tidak ada lagi tindakan saling membunuh. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










