ADVERTISEMENT
Jumat, Maret 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kepolisian

Insiden Penembakan Rombongan Kapolda Papua Tengah, AKP Hardiman Terluka, TPNPB-OPM Nyatakan Bertanggungjawab

19 Oktober 2025
0
Amunisi yang Dilepaskan TNI Tewaskan Tiga Anggota OPM di Puncak, Satunya Masuk DPO Polres Mimika

Ilustrasi Penembakan.(foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Tinggal satu yang kemungkinan kita akan rujuk ke Jayapura, karena proyektilnya sebagian sudah berhasil dikeluarkan, sebagian masih bersarang di tulang bahu sebelah kiri”.

NABIRE, Koranpapua.id- Penembakan terhafap rombongan Kapolda Papua Tengah Brigjen Alfred Papare pada Jumat 17 Oktober 2025, mengakibatkan empat anggota polisi terluka.

Satu diantaranya adalah AKP Hardiman, Kasat Narkoba Polres Nabire yang terkena serpihan proyektil di bagian kepala.

ADVERTISEMENT

AKBP Samuel Taritatu, Kapolres Nabire mengatakan, pelaku penembakan yang terjadi di wilayah Distrik Nabire Barat itu, di wilayah Distrik Nabire Barat itu, dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kami disanggong, namun mengenai barisan mobil yang paling belakang,” kata AKBP Samuel Taritatu dalam keterangannya, Minggu 19 Oktober 2025.

Baca Juga

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Dikatakan, tembakan KKB mengenai dua mobil yang berada dalam rombongan. Salah satu mobil yang ditumpangi empat personel kepolisian terkena tembakan.

“Itu mengenai mobil dinas Koramil namun tidak terdapat luka dari anggota Koramil dan juga mengenai mobil paling belakang, mobil Avanza hitam yang di dalamnya terkena anggota kami empat orang,” jelasnya.

“Salah satunya pak Kasat Narkoba kena serpihan peluru di kepala bagian kanan dan juga dua anggota juga kena serpihan di belakang kepala, dan satu kena di bahu sebelah kiri,” bebernya.

Para korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Salah satu korban rencananya akan dirujuk ke rumah sakit di Jayapura untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Tinggal satu yang kemungkinan kita akan rujuk ke Jayapura, karena proyektilnya sebagian sudah berhasil dikeluarkan, sebagian masih bersarang di tulang bahu sebelah kiri,” ucap Samuel.

Seperti diketahui, KKB lebih dulu melakukan penyerangan terhadap warga sipil di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Nabire, Jumat (17/10) sekitar pukul 10.00 WIT. KKB menembak mobil yang melintas di lokasi.

“Kendaraan jenis Hilux yang digunakan para korban ditemukan dalam kondisi rusak berat dengan banyak lubang bekas tembakan,” ucap Brigjen Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz, dalam keterangannya, Jumat 17 Oktober 2025.

Faizal menuturkan, pelaku penembakan merupakan KKB pimpinan Aibon Kogoya. Perbuatan pelaku mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka.

TPNPB-OPM Mengaku Bertanggung Jawab

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua Tengah di Kabupaten Nabire.

Pernyataan itu disampaikan melalui juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, pada siaran pers yang diterima media, Minggu 19 Oktober 2025.

Melalui siaran pers dari manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, laporan diterima dari TPNPB Kodap VIII Intan Jaya di bawah pimpinan Mayor Aibon Kogoya.

Dalam pernyataannya disebutkan penyerangan di Kali Semen, Nabire, menyebabkan satu warga sipil tewas dan beberapa orang terluka, serta sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat tembakan.

TPNPB-OPM juga menyebut empat anggota aparat mengalami luka tembak saat rombongan Kapolda meninjau lokasi insiden.

Dalam siaran persnya, TPNPB-OPM menegaskan sejumlah tuntutan dan ancaman yang ditujukan kepada aparat serta warga yang dianggap berpihak pada pemerintah.

Pernyataan itu memuat ancaman terhadap individu dan kelompok tertentu serta imbauan yang menurut mereka menjadi aturan wilayah operasi.

Termasuk klaim tentang kewajiban membuka kaca mobil dan melepas helm bagi pengendara asli Papua yang melintas di jalan Trans Nabire. (*)

Penulis: Jessica Putri

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

12 Maret 2026
Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

12 Maret 2026
YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

12 Maret 2026
Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

12 Maret 2026
Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-Pura Meninggal, Simson Selamat dari Maut

Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

12 Maret 2026
Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

12 Maret 2026

POPULER

  • Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    652 shares
    Bagikan 261 Tweet 163
  • Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • THR ASN 2026: Pemkab Mimika Siapkan Rp20 Miliar Lebih, Pembayaran Tunggu Petunjuk Pusat

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Anton Alom Kritik Penunjukan Plt Sekwan Mimika “Ini Penghinaan Lembaga DPR”

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Nekat yang Nyata! Wanita Muda Bakar Kekasihnya di Kamar Hotel

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Komnas HAM Desak Hentikan Kekerasan Bersenjata yang Belakangan Meningkat di Papua

Komnas HAM Desak Hentikan Kekerasan Bersenjata yang Belakangan Meningkat di Papua

Menhan Kunjungi Keluarga Lettu Fauzi Ahmad, Korban Penembakan KKB Papua, Janjikan Adiknya Jadi Taruna TNI

Menhan Kunjungi Keluarga Lettu Fauzi Ahmad, Korban Penembakan KKB Papua, Janjikan Adiknya Jadi Taruna TNI

Sadis! Seorang Perempuan Tewas Dianiaya KKB

Sadis! Seorang Perempuan Tewas Dianiaya KKB

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id