ADVERTISEMENT
Rabu, Februari 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

BBM Semakin Langka di Mimika, Lemasko Usulkan Perketat Pengawasan, Bentuk Tim di Laut dan Darat

7 Oktober 2025
0
TNI-Polri Diminta Ungkap Kasus Tewasnya Anggota TNI di Mimika, Ini Perbuatan Keji, Pelaku Harus Bertanggungjawab

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko).(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Pengawasan langsung di kapal dilakukan sejak saat ini hingga menjelang Natal dan Tahun Baru. Karena selalu saja di moment ini sering terjadi kelangkaan BBM. Ini ada apakah sebenarnya”.

TIMIKA, Koranpapua.id- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax, pertalite dan solar di Kabupaten Mimika belakangan ini, sangat berdampak terhadap hampir semua lini kehidupan masyarakat.

Tidak saja terganggunya mobilitas dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak terhadap penurunan daya beli dan kenaikan harga barang.

ADVERTISEMENT

Bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, kelangkaan BBM juga dapat mengganggu ekonomi karena produksi dan transaksi usaha menjadi terhambat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Melihat kelangkaan BBM yang sudah terjadi beberapa hari ini, ditambah dengan mencekik-nya harga jual eceran hingga Rp50 ribu per botol agua, mendorong Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) angkat bicara.

Baca Juga

BPS Mimika: Inflasi Periode Januari 2026 Capai 3,97 Persen

Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

Marianus Maknaepeku, Wakil Ketua Lemasko mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika diminta untuk segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan BBM ini.

Menurutnya, salah satu penyebab kelangkaan BBM di Mimika, adalah sebagai akibat dari kurang maksimalnya pengawasan terhadap proses penangkutan, mulai dari kapal berangkat sampai tiba di Pelabuhan Timika.

Karena itu, agar penyaluran BBM bisa berlangsung tertib, maka Pemda Mimika segera membentuk dua tim yang nantinya bisa bekerja melakukan pengawasan di laut dan juga di darat.

“Kami terima kasih kepada Bupati Mimika yang telah menyurati Pertamina untuk menambah kuota BBM, termasuk membentuk tim pengawasan. Kami Lemasko menyarankan perlu ada tim pengawas di laut. Ini sangat penting,” tegas Marianus.

Dikatakan, untuk pengawasan di wilayah perairan laut, Pemda bisa melibatkan aparat keamanan TNI-Polri dan juga masyarakat.

Ia bahkan menyarankan agar proses pengangkutan bisa berlangsung tertib dan transparan, maka tim pengawas diikutkan dalam setiap kali pelayaran kapal pengakut BBM ke Timika.

“Pengawasan langsung di kapal dilakukan sejak saat ini hingga menjelang Natal dan Tahun Baru. Karena selalu saja di moment ini sering terjadi kelangkaan BBM. Ini ada apakah sebenarnya,” tanya Marianus.

“Saya boleh pastikan kalau hanya pengawasn di darat, sama saja dengan buang garam ke laut, kerja yang sia-sia. Apalagi BBM ini menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan,” pungkas Marianus.

Alasan cuaca laut yang kurang kondusif menjadi penyebab terlambatnya kapal pengangkut sandar di Timika, menurut Marianus, belum bisa diterima sepenuhnya.

Pasalnya memasuki bulan Oktober sampai Desember biasanya kondisi laut teduh dan aman untuk pelayaran.

“Kapal pertamina perlu dikawal, kalau perlu tim Pemda Mimika ikut dalam pelayaran, sehingga bisa tahu pasti berapa hari pelayaran sampai ke Timika, dan kendalanya apa saja selama dalam pelayaran,” tambah Marianus.

Meski tidak menyebutkan secara gamblang, namun Marianus mengatakan bahwa, tanpa pengawasan yang ketat, maka penimbunan BBM bisa saja terjadi.

“Takutnya ada pihak lain yang main mata di laut bebas dan melakukan penimbunan, untuk selanjutnya dikirim ke kabupaten tetangga”.

“Karena mereka (kabupaten tetangga-Red) kuota BBM kecil, sementara biaya operasionalnya besar. Jadi ini bisa dijadikan ladang bisnis yang menggiurkan,” beber Marianus.

Marianus meyakini, jika langkah pengawasan tidak dilakukan maksimal, kemungkinan kelangkaan BBM akan terus terjadi sampai akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026 mendatang. (*)

Penulis: Jessica Putri
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

BPS Mimika: Inflasi Periode Januari 2026 Capai 3,97 Persen

BPS Mimika: Inflasi Periode Januari 2026 Capai 3,97 Persen

4 Februari 2026
Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

4 Februari 2026
Papua Barat Peroleh Dukungan Inggris untuk Agenda Lingkungan, Energi dan Pendidikan

Papua Barat Peroleh Dukungan Inggris untuk Agenda Lingkungan, Energi dan Pendidikan

4 Februari 2026
Pemprov Papua Barat Daya Kirim 16 Dokter Umum Ikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis

Pemprov Papua Barat Daya Kirim 16 Dokter Umum Ikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis

4 Februari 2026
Warga Keluhkan KBM di Distrik Jila Tidak Optimal, Disdik Mimika Sebut Kendala Transportasi

Warga Keluhkan KBM di Distrik Jila Tidak Optimal, Disdik Mimika Sebut Kendala Transportasi

4 Februari 2026
Bibit Siklon Tropis 94W Dapat Berdampak Cuaca Ekstrem di Papua Barat dan Papua Barat Daya

Bibit Siklon Tropis 94W Dapat Berdampak Cuaca Ekstrem di Papua Barat dan Papua Barat Daya

4 Februari 2026

POPULER

  • Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

    800 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Aksi Begal Sadis di Timika, Seorang Pelajar Kehilangan Tangan Akibat Tebasan Parang

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • TPNPB-OPM Klaim Tembak Mati Satu Agen Intelejen Militer di Dekai Yahukimo

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pj Sekda Mimika Soroti Rendahnya Kepatuhan OPD, Sampai Batas Akhir Hanya Tiga OPD yang Sampaikan LAKIP

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • BKN Terbitkan Edaran Nomor 2 Tahun 2026, Hari Kamis ASN Wajib Gunakan Batik Korpri, Bagaimana dengan Mimika?

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Kasus Penikaman di Jalan Ahmad Yani Timika, Kapolres Minta Warga Percayakan ke Polisi

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Kombes Pol. Andreas Tampubolon: Baik Buruk Citra Polisi Sangat Ditentukan Pelayanan di Tingkat Polsek

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Sampai Oktober Realisasi APBD Mimika 2025 Baru 38 Persen, Bupati Optimistis Akhir Tahun Capai 80 Persen

Kini Berusia 29 Tahun, Berikut Sejarah Singkat Berdirinya Kabupaten Mimika

KKB Kembali Tebar Teror, Bakar SMP Negeri  Kiwirok di Pegunungan Bintang

KKB Kembali Tebar Teror, Bakar SMP Negeri  Kiwirok di Pegunungan Bintang

Kemendikdasmen Lakukan Advokasi Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Jayawijaya

Kemendikdasmen Lakukan Advokasi Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Jayawijaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id