ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Papua Belum Merdeka Saat Orang Asli Masih Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Selama OAP masih hidup dalam ketakutan, masih kesulitan mengakses pendidikan dan kesehatan, dan tidak diberi ruang untuk menjadi tuan di tanah sendiri, maka kemerdekaan itu hanya ilusi.

4 Agustus 2025
0
Papua Belum Merdeka Saat Orang Asli Masih Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Gabriel Zezo. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh: Gabriel Zezo

Pemerhati Sosial, Tinggal di Timika, Papua Tengah

SETIAP TAHUN, 17 Agustus dirayakan dengan gegap gempita. Bendera dikibarkan, pidato kemerdekaan disampaikan, dan lagu-lagu Nasional bergema dari kota hingga kampung.

Namun di balik euforia itu, masih tersimpan kenyataan getir, Orang Asli Papua (OAP) belum benar-benar merdeka. Mereka masih menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Baca Juga

Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

Merdeka bukan sekadar upacara, bukan pula simbol. Merdeka adalah ketika setiap anak Papua bisa bersekolah tanpa harus menempuh perjalanan berjam-jam.

Merdeka adalah saat tak ada lagi orang tua yang kehilangan anak karena gizi buruk atau minimnya layanan medis.

Merdeka adalah ketika OAP hidup tanpa ketakutan, tanpa tekanan, dan tanpa diskriminasi.

Selama itu belum terjadi, maka kemerdekaan masih jauh dari kenyataan.

Ironisnya, Papua adalah salah satu wilayah terkaya di Indonesia dari sisi sumber daya alam.

Emas, tembaga, kayu, laut, dan kekayaan tambang lainnya mengalir keluar dari bumi Cenderawasih setiap hari menjadi penopang perekonomian nasional.

Freeport, LNG, dan perusahaan besar lainnya beroperasi dengan segala kemegahan, tapi rakyat asli Papua masih hidup dalam kemiskinan.

Mereka yang seharusnya menikmati hasil tanahnya sendiri justru menjadi korban dari eksploitasi dan ketidakadilan struktural.

Sudah puluhan tahun Papua memberi untuk Indonesia.

Namun apa yang kembali ke rakyat Papua? Banyak kampung masih terisolasi tanpa listrik, air bersih, atau akses transportasi.

Pendidikan tertinggal, pelayanan kesehatan terbatas, dan pengangguran di kalangan pemuda Papua terus meningkat.

Di tengah kekayaan alam yang melimpah, OAP justru merasakan pahitnya kemiskinan dan ketertinggalan.

Ini adalah paradoks yang menyakitkan.

Situasi ini bukan sekadar kegagalan pembangunan, tapi juga pengingkaran terhadap hak konstitusional OAP sebagai warga negara.

Negara hadir dengan proyek-proyek besar, tapi absen dalam menjamin keadilan sosial.

Dana otonomi khusus mengalir, tetapi birokrasi yang korup dan sistem yang timpang membuat manfaatnya tidak merata.

Yang kuat terus menguasai, yang lemah terus tersingkir. Papua tidak butuh belas kasihan. Papua menuntut keadilan.

Sudah saatnya negara berhenti melihat Papua sebagai wilayah terjauh yang perlu “ditolong”.

Jika negara masih mengatakan Papua adalah bagian sah dari republik ini, maka OAP berhak menikmati kesejahteraan setara dengan warga di Jakarta, Surabaya, Bandung atau kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Tidak ada lagi alasan untuk membiarkan ketimpangan ini terus berlangsung.

Selama OAP masih hidup dalam ketakutan, masih kesulitan mengakses pendidikan dan kesehatan, dan tidak diberi ruang untuk menjadi tuan di tanah sendiri, maka kemerdekaan itu hanya ilusi.

Merdeka adalah ketika OAP berdiri tegak, hidup layak, dan memiliki kontrol atas kekayaan yang diwariskan leluhurnya.

Indonesia boleh merayakan kemerdekaan setiap tahun, tapi Papua belum. Karena kemerdekaan sejati adalah ketika setiap anak Papua bisa berkata: “Ini tanahku, ini hakku, dan aku ikut menentukan masa depanku.” (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

28 Oktober 2026
Semarak Inagurasi FH UNEJ, Sajikan Pertunjukan Seni hingga Bazar UMKM

Semarak Inagurasi FH UNEJ, Sajikan Pertunjukan Seni hingga Bazar UMKM

27 Oktober 2026
Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

Dekranasda Mimika Minta PTFI Perluas Promosi Produk Pengrajin Lokal

27 Oktober 2026
Penjualan Produk UMKM Dekranasda Mimika Tembus Rp12,5 Juta Sehari di Event PTFI

Penjualan Produk UMKM Dekranasda Mimika Tembus Rp12,5 Juta Sehari di Event PTFI

27 Oktober 2026
Pemkab Mimika Perkuat P4GN, Generasi Muda Jadi Sasaran Pencegahan Narkoba

Pemkab Mimika Perkuat P4GN, Generasi Muda Jadi Sasaran Pencegahan Narkoba

27 Oktober 2026
Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

27 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Gaji PNS Tetap Lewat Bank, Usulan Kopdes Belum Berlaku

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Pemkab Mimika Buka Beasiswa Kuliah S1 untuk 100 Guru Sekolah Negeri dan Swasta

Pemkab Mimika Buka Beasiswa Kuliah S1 untuk 100 Guru Sekolah Negeri dan Swasta

Abraham Kateyau Resmi Jabat Plt Sekda Mimika Gantikan Petrus Yumte, Bupati Juga Tunjuk Plt Baru di Dua OPD

Abraham Kateyau Resmi Jabat Plt Sekda Mimika Gantikan Petrus Yumte, Bupati Juga Tunjuk Plt Baru di Dua OPD

Sekda Pertama Putra Kamoro, Lemasko Ucapkan Terima Kasih kepada Bupati dan Wabup Mimika,  Ini Adalah Kerinduan Panjang

Sekda Pertama Putra Kamoro, Lemasko Ucapkan Terima Kasih kepada Bupati dan Wabup Mimika,  Ini Adalah Kerinduan Panjang

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id