ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA Serukan Persaudaraan Sejati dan Akhiri Rasisme

"Mari kita dengarkan teriakan saudara-saudara kita. Gereja secara institusi dan komunitas harus berani membuka diri untuk mendengarkan dan berdialog, bukan bersikap otoriter”.

15 Mei 2025
0

Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, memimpin misa perdananya sebagai Uskup Keuskupan Timika di Gereja Katedral Tiga Raja Timika pada Kamis 15 Mei 2025. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, secara khidmat memimpin misa perdananya sebagai Uskup Keuskupan Timika di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Kamis 15 Mei 2025.

Dalam homilinya (khotbah) Uskup Bernardus menyampaikan pesan mendalam dan tegas mengenai pentingnya persaudaraan sejati, serta menentang sikap-sikap yang merusaknya, seperti rasisme, mentalitas superioritas, dan kesombongan.

Beliau menekankan perlunya umat Katolik, khususnya yang berasal dari tradisi religius konservatif, untuk menjaga kekhusyukan dalam beribadah.

“Tradisi ini bukan sekadar pesta pora atau menyanyikan lagu-lagu, melainkan momen keheningan, kesendirian, dan meditasi untuk mendengarkan suara Tuhan. Inilah yang sangat penting dalam hidup kita sebagai biarawan,” ujarnya.

Baca Juga

117.910 Kasus Malaria di Mimika, Pemuda Muslim Papua Tengah Desak Pencegahan Diperkuat

Cegah Anak Terjerumus Narkoba, LAN Mimika Dorong Peran Orang Tua

Uskup Bernardus juga mengingatkan pentingnya meninggalkan distraksi duniawi seperti telepon genggam agar dapat fokus pada kehadiran Yesus dalam sakramen.

Lebih lanjut, Uskup menyoroti refleksi diri dalam konteks Papua, dimana budaya dan mentalitas terkadang menghadirkan tantangan dalam mendengarkan sesama.

“Setiap kali kita memiliki budaya atau merasa lebih tinggi dari yang lain, kita cenderung meremehkan budaya orang lain,” tegasnya.

Ia mencontoh, anggapan bahwa budaya satu kelompok lebih hayati dari yang lain. Konsep ini harus kita tinggalkan, karena cinta Tuhan tidak hanya diukur dari materi, tetapi dari nilai kemanusiaan yang sejati.

Beliau juga mengkritisi sikap pemimpin yang otoriter dan enggan mendengarkan orang lain.

“Manusia sejati yang beriman adalah yang melakukan karya baik bagi sesama. Pemimpin sejati tidak akan memimpin dengan ‘one-man show‘ tanpa membuka diri untuk dialog,” katanya.

Mgr. Bernardus menegaskan bahwa mentalitas superioritas budaya bertentangan dengan ajaran Yesus yang merendahkan diri demi umat manusia.

“Yesus menjadi miskin dan dihina untuk kita, maka tidak ada alasan bagi kita untuk mempertahankan mentalitas sombong. Kita semua adalah saudara dalam Kristus,” imbuhnya.

Uskup juga menyoroti dampak negatif dari mentalitas rasisme dan superioritas dalam sistem gereja, masyarakat, dan negara.

Dikatakan, banyak kebijakan yang diambil berdasarkan mentalitas rasisme dan superioritas, sehingga banyak orang tidak mendapatkan perhatian yang maksimal.

“Kita belajar dari Yesus dan para murid yang meninggalkan segalanya karena kita semua adalah saudara. Ketika kita mendengarkan dengan hati yang sungguh-sungguh, kita juga mampu mendengarkan suara orang lain,” tuturnya.

Mengutip Santo Agustinus, Uskup Bernardus menyatakan bahwa kerendahan hati adalah lawan dari kesombongan, yang merupakan akar dari segala dosa.

“Karena sombong, dosa-dosa lain akan mengikuti, dan hati kita menjadi gelap serta sulit mendengarkan suara Tuhan,” pungkasnya.

Di akhir khotbahnya, Uskup Bernardus mengajak seluruh umat, gereja, negara, pemerintah, dan semua pihak yang berkehendak baik untuk membuka hati seperti Yesus membuka hati bagi semua.

Beliau juga menyinggung situasi di Tanah Papua, dimana masih terdapat banyak pengungsi dan permasalahan agraria.

“Mari kita dengarkan teriakan saudara-saudara kita. Gereja secara institusi dan komunitas harus berani membuka diri untuk mendengarkan dan berdialog, bukan bersikap otoriter,” ajaknya.

“Karena inilah yang dikehendaki oleh Tuhan. Mari kita mohon kerajaan Allah agar cita-cita Papua damai dapat terwujud,” harapnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

117.910 Kasus Malaria di Mimika, Pemuda Muslim Papua Tengah Desak Pencegahan Diperkuat

117.910 Kasus Malaria di Mimika, Pemuda Muslim Papua Tengah Desak Pencegahan Diperkuat

4 Oktober 2026
Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Cegah Anak Terjerumus Narkoba, LAN Mimika Dorong Peran Orang Tua

3 Oktober 2026
Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Resmi Pimpin HKTI Mimika, Dessy Putrika Dorong Petani Jadi Penggerak Pangan

3 Oktober 2026
Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

Pelajar Mimika Diminta Berani Tolak Narkoba, Tekanan Teman Jadi Salah Satu Pemicunya

3 Oktober 2026
BRIDA Mimika Siapkan Model Koperasi untuk Gerakkan Ekonomi Wilayah Terpencil

BRIDA Mimika Siapkan Model Koperasi untuk Gerakkan Ekonomi Wilayah Terpencil

3 Oktober 2026
HKTI Papua Tengah Dorong Petani Lokal Jadi Pemasok MBG

HKTI Papua Tengah Dorong Petani Lokal Jadi Pemasok MBG

3 Oktober 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    580 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Perkuat Kesehatan dan Ketahanan Pangan Masyarakat Distrik Iwaka

Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Perkuat Kesehatan dan Ketahanan Pangan Masyarakat Distrik Iwaka

Ditemukan Bayi Perempuan Dibuang di Tempat Sampah RSUD Mimika

Polisi Bergerak Cepat, Pelaku yang Membuang Bayi di Tempat Sampah RSUD Mimika Diamankan

Kontak Tembak di Puncak Jaya, Dua Anggota Satgas Damai Cartenz Gugur

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id