TIMIKA, Koranpapua.id- Menyambut Hari Raya Natal 25 Desember 2024 dan Tahun Baru 1 Januari 2025, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika, Papua Tengah telah menyiapkan 40 ekor babi.
Puluhan ternak babi yang diperkirakan mencapai 2.000 kilogram itu, nantinya akan dijual dengan harga terjangkau di pasar murah yang akan dibuka dalam waktu dekat ini.
Yulius Koga, Kepala DKP Mimika kepada koranpapua.id di ruang kerjanya, Rabu 11 Desember 2024 mengungkapkan, untuk pemotongan 40 ekor babi, pihaknya bekerjasama dengan komunitas peternak di Timika.
Kerjasama ini sudah ditetapkan beberapa waktu lalu dalam rapat koordinasi antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) bersama kelompok peternak, peternak dan rumpun ekonomi.
Dalam rapat yang berlangsung di Kantor Disnak-Keswan, juga disepakati bahwa daging babi segar dijual Rp200.000 per kilogram.
Untuk meringankan beban masyarakat, DKP akan subsidi 50 persen dari harga jual yang ditetapkan dalam rapat tersebut.
“Kami siap subsidi 50 persen dari harga jual peternak. Tapi masih menunggu koordinasi dengan bupati mau kasih subsidi berapa. Tapi pada intinya kami siap subsidi,” kata Yulius.
Ia menjelaskan 40 ekor babi itu, nantinya akan dijual di tiga lokasi pasar murah.
Sesuai rencana, pasar murah hari pertama berlokasi di wilayah SP2 sebanyak 10 ekor, hari kedua 10 ekor di wilayah SP4 dan hari terakhir tanggal 21 Desember di halaman Graha Eme Neme Yauware sebanyak 20 ekor.
Penjualan daging babi segar subsidi ini, kata Yulius sesuai arahan Pj Bupati Mimika Valentinus S. Sumito untuk menekan inflasi yang terjadi saat ini.
Selain akan lakukan pasar murah daging babi segar, Yulius menuturkan, pihaknya sudah melaksanakan dua kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah Distrik Kwamki Narama dan Distrik Iwaka di SP6.
Sementara lima titik lainnya mulai minggu ini akan dilaksanakan di wilayah Distrik Mimika Timur.
Dan untuk di wilayah kota akan bekerjasama dengan pihak Gereja Kristen Protestan, Gereja Katolik dan terakhir di halaman Eme Neme Yauware tanggal 20 Desember 2024.
“Namun untuk Gerakan Pangan Murah bagi umat Kristen dan Katolik masih menunggu koordinasi tempat dari masing-masing gereja,” pungkasnya. (Redaksi)










