ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Oktober 2024 Kasus Malaria di Distrik Mimika Timur Meningkat Hingga 523 Kasus

“Jadi kasus yang kita temukan di lapangan lebih banyak, karena sebetulnya ada masyarakat yang merasakan gejala tapi tidak mau periksa ke fasilitas kesehatan”.

7 November 2024
0
Oktober 2024 Kasus Malaria di Distrik Mimika Timur Meningkat Hingga 523 Kasus

Ilusrasi Nyamuk.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kasus kesakitan akibat malaria di Distrik Mimika Timur yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Mapurujaya terus meningkat.

Pada Bulan Oktober 2024, terjadi peningkatan mencapai 523 kasus. Jumlah ini tergambar dari data yang ditangani Puskesmas Mapurujaya.

Onna Bunga, Kepala Puskesmas Mapurujaya kepada koranpapua.id, Kamis 7 Oktober 2024 menerangkan, biasanya penemuan kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Mapurujaya berkisar 200 kasus dalam satu bulan.

Namun pada bulan Oktober temuan kasus malaria meningkat drastis hingga 100 persen, jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

“Jumlah kasus yang ada sesuai dengan masyarakat yang datang melakukan pemeriksaan di Puskesmas,” ujarnya.

Dikatakan, terjadinya peningkatan kasus malaria, diketahui setelah tim Puskesmas langsung turun ke kampung-kampung untuk melakukan pemeriksaan malaria.

Onna menuturkan, dari hasil pemeriksaan lapangan, tim menemukan lebih banyak kasus tanpa gejala malaria.

“Jadi kasus yang kita temukan di lapangan lebih banyak, karena sebetulnya ada masyarakat yang merasakan gejala tapi tidak mau periksa ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Menurutya, dengan metode pemeriksaan Tempokastuntas ini, banyak terdeteksi sehingga dapat dieliminasi secara perlahan.

Petugas kesehatan yang turun ke kampung-kampung, selain melakukan pemeriksaan malaria juga sekaligus memberikan sosialisasi bagaimana mengatasi penyebab malaria dan kepatuhan minum obat.

Dan berdasarkan temuan di lapangan, masyarakat tidak mengkonsumsi obat malaria sampai tuntas. “Masyarakat yang sakit malaria terus minum obat, ketika rasa badan sudah enak, obatnya tidak dihabiskan. Ini menjadi salah satu kendalanya,” tandasnya.

“Kita sekarang tempatkan kader malaria untuk memantau masyarakat yang terpapar malaria supaya minum obat sampai tuntas. Namun semua kembali kepada kesadaran masyarakat sendiri, untuk bisa terbebas dari malaria,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Wujudkan Hilirisasi di Dalam Negeri, Freeport dan ANTAM Tandatangani Perjanjian Jual Beli Emas

Wujudkan Hilirisasi di Dalam Negeri, Freeport dan ANTAM Tandatangani Perjanjian Jual Beli Emas

Mengenang Wanita Berkerudung Biru (Eulogi Pertama untuk Sr. Nikolin Pajo SSpS-Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki laki)

Mengenang Wanita Berkerudung Biru (Eulogi Pertama untuk Sr. Nikolin Pajo SSpS-Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki laki)

Pj Bupati Mimika Sebut Estimasi APBD 2025 Rp6,3 Triliun, Pekan Depan Dibahas Bersama DPRD

Pj Bupati Mimika Sebut Estimasi APBD 2025 Rp6,3 Triliun, Pekan Depan Dibahas Bersama DPRD

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id