ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Pj Bupati Mimika Ingatkan Lembaga Adat Utus Calon DPRK yang Mampu Menyuarakan Kepentingan Masyarakat

Komposisi lima orang dari Amungme dan empat orang dari Kamoro. Di dari sembilan kursi itu, 30 persen atau tiga orang diisi perwakilan perempuan.

12 Oktober 2024
0
Pj Bupati Mimika Ingatkan Lembaga Adat Utus Calon DPRK yang Mampu Menyuarakan Kepentingan Masyarakat

Pj. Bupati Mimika Valentinus S. Suminto foto bersama Kapolres Mimika AKBP I Komang Budiartha, Kepala Bakesbangpol Mimika Yan Selamat Purba, pimpinan TNI, Yunias Kulla, Ketua Pansel bersama tim Pansel Septinus Timang dan Densemina Yunita Wabdaron usai rapat tertutup, Sabtu 12 Oktober 2024. (foto : redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Dua Lembaga Adat, Lemasa dan Lemasko diingatkan mengutus wakilnya untuk mengisi kursi DPRK Mimika periode 2024-2029, harus yang mampu bersuara di parlemen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat adat.

Penegasan ini disampaikan Valentinus S. Sumito, Pj Bupati Mimika kepada awak media usai rapat tatap muka tertutup bersama Forkompinda dan Pansel DPRK Mimika di salah satu hotel di Timika, Sabtu 12 Oktober 2024.

Valentinus mengatakan, dalam rapat tersebut dirinya sudah mempertegas kepada Forkompinda dan Pansel DPRK, bahwa aturan terkait DPRK sudah dimuat dalam peraturan perundang-undangan.

Diantaranya revisi Undang-Undang Otsus serta turunannya Peraturan Pemerintah Nomor 106 yang mengatur tentang tata cara pemilihan DPRK.

Baca Juga

Bapenda Mimika Siapkan Ranperbup, Lindungi Hak Wajib Pajak

Mimika Susun RAD TBC 2026–2030, Perkuat Deteksi Dini

“Saya minta Pansel jalankan tugasnya benar-benar sesuai aturannya,” tegasnya.

Valentinus mengungkapkan, Kabupaten Mimika harus bersyukur karena saat ini jumlah anggota DPRD menjadi 44 dari 35 kursi sebelumnya, karena ditambah sembilan kursi yang diangkat dari utusan lembaga adat.

Dengan penambahan ini maka unsur pimpinan dengan satu orang ketua, wakil ketua bertambah menjadi wakil ketua satu, wakil ketua dua dari unsur Parpol dan wakil ketua tiga unsur adat.

Valentinus menegaskan sembilan orang yang menduduki kursi DPRK adalah Orang Asli Papua (OAP) dari dua suku besar Amungme dan Kamoro.

Dengan komposisi lima orang dari Amungme dan empat orang dari Kamoro. Dari sembilan kursi itu, 30 persen atau tiga orang diisi perwakilan perempuan.

Pemerintah berharap kuota 30 persen untuk perempuan dalam kursi DPRK harus ada, dengan tujuan dapat memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak mereka.

“Kita harus bersyukur dengan adanya DPRK, karena pada saat Pileg kemarin kita tidak mampu menempatkan OAP di legislatif sesuai harapan dan UU Otsus,” pungkas Valentinus.

UU Otsus kini sudah memberikan jalan khusus bagi putra-pitri Papua untuk duduk di legislatif sebagai wakil rakyat.

“Ini menjadi jalan baik bagi Papua secara keseluruhan dan khususnya bagi Mimika yang bisa mewakili Kamoro dan Amungme. Kita ingin yang duduk di DPRD nanti bisa menyuarakan kepentingan kedua suku ini,” harapnya.

Mantan Pj Sekda Papua Tengah ini menjelaskan pengangkatan sembilan orang utusan lembaga adat Amungme dan Kamoro, termasuk pembagian kursinya sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) yang diusulkan ke Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Untuk itu, kepada kedua lembaga adat, Valentinus mempersilakan duduk berembuk menentukan calon mana saja yang diusulkan untuk mengikuti seleksi.

Sebab penentuan itu merupakan kewenangan lembaga adat, bukan urusan pemerintah. Lembaga adat tinggal mengikuti semua aturan yang disiapkan Pansel.

“Selama ini ada yang datang menyampaikan kepada bupati bahwa kami mau usulkan. Tapi kita sampaikan ini bukan kewenangan pemerintah. Itu urusan lembaga adat, pemerintah tidak berwenang intervensi,” timpal Valentinus.

Pelantikan Tidak Bersamaan dengan Anggota DPRD Hasil Pileg

Lebih jauh Direktur Otda ini mengungkapkan jadwal pelantikan DPRK tidak sama dengan Anggota DPRD hasil Pemilihan Legislatif tanggal 14 Februari 2024.

Yang sama hanya masa tugasnya selama lima tahun 2024-2029, dengan batas akhir masa jabatannya bersamaan.

Sesuai aturan pelantikan anggota DPRD hasil Pileg 14 Februari berlangsung tanggal 25 November 2024, sehingga jadwal pelantikannya tidak bersamaan.

Hal ini mengingat tahapan seleksi hingga pengumuman hasil nama sembilan orang yang diangkat menjadi anggota DPRK membutuhkan waktu sekitar 70 hari.

“Tanggal pelantikan berbeda bukan menjadi persoalan tetapi yang paling penting masa jabatan mereka berakhir harus sama. Perhitungan pembayaran hak-hak sebagai DPRK berdasarkan tanggal setelah pelantikan,” jelas Valentinus.

Hadir pada rapat tersebut, AKPB I Komang Budiartha, Kapolres Mimika, Yan Selamat Purba, Kepala Bakesbangpol Mimika, Lukas Luli Lasan, pimpinan TNI, Yunias Kulla, Ketua Pansel bersama Septinus Timang dan Densemina Yunita Wabdaron. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Mimika Susun RAD TBC 2026–2030, Perkuat Deteksi Dini

Bapenda Mimika Siapkan Ranperbup, Lindungi Hak Wajib Pajak

20 Oktober 2026
Mimika Susun RAD TBC 2026–2030, Perkuat Deteksi Dini

Mimika Susun RAD TBC 2026–2030, Perkuat Deteksi Dini

20 Oktober 2026
FKDM Mimika Salurkan 2.000 Masker untuk Lindungi Wartawan dan Pelajar dari Polusi Udara

FKDM Mimika Salurkan 2.000 Masker untuk Lindungi Wartawan dan Pelajar dari Polusi Udara

20 Oktober 2026
Pemkab Mimika Perkuat Pendataan WNA dan Tenaga Kerja Asing

Pemkab Mimika Perkuat Pendataan WNA dan Tenaga Kerja Asing

20 Oktober 2026
YPMAK Siap Bahas Transportasi Mimika Bersama Pemkab

YPMAK Siap Bahas Transportasi Mimika Bersama Pemkab

20 Oktober 2026
Buron Lima Tahun, Pelaku Pembakaran Camp PT Unggul di Puncak Diciduk Satgas Damai Cartenz

Buron Lima Tahun, Pelaku Pembakaran Camp PT Unggul di Puncak Diciduk Satgas Damai Cartenz

20 Oktober 2026

POPULER

  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    643 shares
    Bagikan 257 Tweet 161
  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    614 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Waspada Influenza! Kenali 8 Gejala dan Cara Mencegahnya

    512 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
  • Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hasil Curanmor di Mimika, Dua Remaja Ditangkap

    512 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Alarm Keselamatan! 26 Orang Tewas akibat Kecelakaan di Mimika

    511 shares
    Bagikan 204 Tweet 128
Next Post
Seleksi DPRK Mimika Jalur Pengangkatan Masuk Tahapan Pra Sosialisasi, Yunias Kulla: Tiga Lembaga Belum Punya Kesepakatan

Seleksi DPRK Mimika Jalur Pengangkatan Masuk Tahapan Pra Sosialisasi, Yunias Kulla: Tiga Lembaga Belum Punya Kesepakatan

KPU Mimika Gelar Peningkatan Kapasitas Badan Adhoc Bagi PPS Enam Distrik, Kasat Reskrim: Melanggar Aturan Ada Konskuensi Hukum

KPU Mimika Gelar Peningkatan Kapasitas Badan Adhoc Bagi PPS Enam Distrik, Kasat Reskrim: Melanggar Aturan Ada Konskuensi Hukum

Gallery Foto KPU Mimika Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Badan Adhoc Bagi PPS Enam Distrik

Gallery Foto KPU Mimika Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Badan Adhoc Bagi PPS Enam Distrik

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id