ADVERTISEMENT
Senin, Oktober 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Banyak yang Nganggur, FPPM Desak DPRD Mimika Kawal CASN 2024 Harus 100 Persen OAP

Pemerintah perlu memberikan kesempatan kepada OAP untuk menjadi pemimpin di negerinya sendiri, bukan menjadi penonton dan pengangguran di tanah kelahirannya.

27 Agustus 2024
0
Banyak yang Nganggur, FPPM Desak DPRD Mimika Kawal CASN 2024 Harus 100 Persen OAP

Rafael T, Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK) menyampaikan orasi di hadapan Anggota DPRD Mimika yang mendapat penjagaan anggota Polres Mimika dan Satpol PP Mimika di Kantor DPRD Mimika, Selasa 27 Agustus 2024. (foto :redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Puluhan Pencari Kerja (Pencaker) yang tergabung dalam Forum Peduli Pencaker Mimika (FPPM), Papua Tengah menggelar aksi demo di Kantor DPRD Mimika, Selasa 27 Agustus 2024.

Aksi demo yang pimpin Yoben Magai itu, mendesak DPRD Mimika untuk mengawal proses seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024, serta ikut  memperjuangkan agar CASN tahun ini hanya dikhususkan untuk Orang Asli Papua (OAP).

Para pendemo ketika sampai di Kantor DPRD Mimika, langsung membentangkan spanduk yang bertuliskan empat poin aspirasi mereka.

Pertama. meminta kuota formasi CASN Kabupaten Mimika 100 persen diisi oleh Orang Asli Papua. Kedua, meminta agar tes masuk CASN dilakukan secara ofline.

Baca Juga

Kabut Asap Selimuti Mimika, PAUD-SD Bakal Diliburkan, SMP-SMA Belajar Daring

Asap Makin Parah, Sekolah di Timika Masih Normal, Edaran Libur Belum Diterima Guru

Ketiga, jangan ada batasan usia. Keempat, perlakuan khusus bagi OAP dalam tes CASN dan akan mengkawal jalannya pelaksanaan tes.

Yoben Magai dalam orasinya di hadapan anggota DPRD mengatakan, lembaga DPRD sebagai perwakilan rakyat bisa mengkawal pemerintah agar empat poin aspirasi bisa terealisasi.

Ia menjelaskan, alasan FPPM meminta CASN 100 persen OAP, karena jumlah pengangguran terbanyak di Kabupaten Mimika adalah putra dan putri OAP.

“Meskipun sudah selesai kuliah tapi anak-anak OAP sulit mendapatkan pekerjaan. Ini dikarenakan kesempatan untuk bekerja sudah diisi oleh orang lain,” tegasnya.

Kemudian permintaan tes secara ofline, Yoben beralasan guna menghindari dan menutupi kesempatan peserta tes non OAP dari daerah lain ikut dalam seleksi ini.

Soal permintaan peserta tes OAP tidak dibatasi usia, dikarenakan anak-anak OAP baru masuk sekolah ketika sudah berusia belasan tahun keatas.

Berdasarkan fakta di lapangan guru-guru melihat anak tinggi, badan besar dan sudah berkumis langsung disuruh duduk di kelas V SD.

Sehingga sepulang kuliah usianya sudah lewat. Untuk itu syarat usia 18 sampai 45 tahun merupakan keputusan Pemerintah Pusat dan lebih tepat berlaku di Jakarta.

“Papua sebagai daerah Otonomi Khusus harus diberikan kekhususan bukan sama dengan Jakarta,” tandasnya.

Di hadapan anggota DPRD, Yaben mengharapkan DPRD bersama FPPM mengkawal aspirasi ini sampai terealisasi.

Jika perjuangan ini berhasil itu artinya DPRD sudah turut ambil bagian dalam mengurangi angka pengangguran di Mimika khususnya OAP.

Awen Magai, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dalam orasinya mengungkapkan empat poin yang disampaikan ini merupakan bentuk rasa sakit hati yang telah lama dialami.

Dimana Pencaker OAP selama ini menjadi penonton di tanahnya sendiri. Awen mengaku sangat sedih melihat nasib Pencaker OAP saat ini.

Pemerintah perlu memberikan kesempatan kepada OAP untuk menjadi pemimpin di negerinya sendiri, bukan menjadi penonton dan pengangguran di tanah kelahirannya.

Rafael Takareyauw, Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK) dalam orasinya menyampaikan bahwa orang Papua sudah ‘diikat’ negara dengan Undang-Undang Otsus, karenanya di luar Otsus tidak boleh ada non OAP.

Negara kata Rafael mengetahui dan menyadari hal tersebut seperti termuat pada pasal 18 UUD 1945 yang mengatakan bahwa, negara mengakui adanya wilayah adat.

DPRD Mimika merupakan representasi perwakilan dari rakyat khususnya OAP dan Majelis Rakyat Papua (MRP) merupakan representasi kultural rakyat Papua secara menyeluruh.

Setiap aspirasi yang keluar oleh rakyat Papua wajib hukumnya dikawal oleh MRP dan DPRD Mimika. Karena ini sudah sesuai Tupoksi yang diatur dalam undang-undang.

“FPPM datang di Kantor DPRD, karena ini merupakan rumah milik rakyat untuk menemui para pelayan rakyat. Anggota DPRD dipilih oleh rakyat dan menjadi wakil rakyat”.

Kepada anggota DPRD, Rafael menegaskan tidak ada pemberlakuan penerimaan CASN 80 dan 20 persen. Karena Otsus merupakan representasi berlaku secara menyeluruh bagi OAP, sehingga 100 persen merupakan harga mati.

Ia menjelaskan masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote negara sudah memberikan porsinya masing-masing secara adil.

“Semua kekayaan alam di Papua sudah diambil negara dan tidak ada satupun yang diminta. Begitupun OAP memberikan kesempatan untuk saudara-saudara non Papua berjualan mencari hidup di Papua,” timpalnya.

Untuk itu, Rafael berharap jangan ada lagi yang datang merampas hak-hak OAP untuk menjadi Anggota DPRD, menjadi ASN maupun di ruang ekonomi lainnya.

Tenis Kum, Perwakilan Aliansi Pemuda Amungme (APA) dalam orasinya mengungkapkan DPRD Mimika merupakan tempat untuk masyarakat menyampaikan pengaduan.

“Kami minta tes CASN di Mimika 100 persen OAP. Karena kami punya SDM sudah ada. Hentikan tes online, karena nanti semua Pencaker daerah lain bisa ikut di Mimika,” katanya.

Tenis merasa prihatin banyak anak OAP menjadi pengangguran. Budaya orang Papua, satu orang bekerja untuk memberi makan bagi semua keluarga, sehingga sampai sekarang tidak ada orang Papua yang hidupnya kaya raya.

Sementara Iwan Anwar, Anggota DPRD yang didampingi beberapa anggota DPRD Mimika di hadapan massa menyampaikan sependapat agar tes online ditiadakan dan harus offline.

Iwan beralasan Papua selain memiliki kekhususan juga kondisi geografis dan kemampuan SDM Papua tidak boleh disamakan dengan non Papua.

Papua kata Iwan, mempunyai undang-undang Otsus. Dengan demikian seharusnya ada perlakuan khusus bagi putra-putri Papua.

Iwan sangat berharap tidak ada ungkapan bahwa tikus mati di lumbung padi. Jika hal ini terjadi merupakan sesuatu yang sangat menyedihkan.

Iwan mengungkapkan empat poin aspirasi tersebut menjadi rana eksekutif untuk memutuskan.

Tugas DPRD hanya menerima dan menampung untuk menyampaikan kepada pemerintah.

Karena lembaga DPRD bukan pengambil keputusan tetapi akan memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat sesuai dengan tuntutan.

Ia berharap massa menyerahkan aspirasi tertulis sebagai dasar DPRD dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kepada eksekutif.

Politisi Golkar ini menyampaikan DPRD sudah membuat Peraturan Daerah (Perda) yang berpihak kepada OAP.

Diantaranya, Perda yang mengatur perusahaan besar harus mengakomodir Pencaker OAP, Perda tentang pembatasan wilayah tanah adat agar tidak lagi terjadi pencaplokan lahan.

Perda tentang perlindungan seni dan budaya Amungme dan Kamoro dan Perda tentang perlindungan bahasa daerah Amungme dan Kamoro.  (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Amankan Dua Butir Amunisi Aktif di Bandara Mopah Merauke

Satgas Pasgat Amankan Dua Butir Amunisi Aktif di Bandara Mopah Merauke

12 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Mimika, PAUD-SD Bakal Diliburkan, SMP-SMA Belajar Daring

Kabut Asap Selimuti Mimika, PAUD-SD Bakal Diliburkan, SMP-SMA Belajar Daring

12 Oktober 2026
Asap Makin Parah, Sekolah di Timika Masih Normal, Edaran Libur Belum Diterima Guru

Asap Makin Parah, Sekolah di Timika Masih Normal, Edaran Libur Belum Diterima Guru

12 Oktober 2026
Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

12 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Upacara HUT ke-30 Mimika, Bupati Soroti Kualitas Udara

Kabut Asap Selimuti Upacara HUT ke-30 Mimika, Bupati Soroti Kualitas Udara

12 Oktober 2026
HUT ke-30 Mimika, Bupati Dorong Pembangunan Merata dari Kampung ke Kota

HUT ke-30 Mimika, Bupati Dorong Pembangunan Merata dari Kampung ke Kota

12 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    789 shares
    Bagikan 316 Tweet 197
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Israel Kurnia Burdam Kritis Usai Diduga Dianiaya Berulang di Timika, Keluarga Desak Polisi Bertindak

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
99 Persen Masyarakat Mimika Sudah Menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional

99 Persen Masyarakat Mimika Sudah Menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional

Ucapkan Selamat, Empat yang Terpilih Menjadi Pejabat Utama YPMAK Adalah Terbaik

Ketua LPPD: Sampai Akhir Agustus 2024, Pemda Mimika Belum Cairkan Bantuan Dana Pesparawi

Polisi Ringkus Dua Pengedar Narkotika Jenis Sabu di Timika

Polisi Ringkus Dua Pengedar Narkotika Jenis Sabu di Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id