ADVERTISEMENT
Senin, Januari 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Panti Asuhan Santa Susana Tampung 130 Anak, Mayoritas Putra-Putri Papua

Salah satu kebijakan untuk menekan biaya operasional, Magdalena memutuskan memberhentikan karyawan yang selama ini membantu mengasuh anak panti.

11 Juli 2024
0
Panti Asuhan Santa Susana Tampung 130 Anak, Mayoritas Putra-Putri Papua

Magdalena Ema Nunang, pendiri Panti Asuhan Santa Susana foto bersama anak asuhnya di tempat tinggal mereka. (foto: ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Penghuni Panti Asuhan Santa Susana yang terletak di Gang Petra Kampung Ninabua SP2, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah, terus bertambah.

Sampai Juli 2024 anak-anak yang ditampung di tempat itu mencapai 130 orang, dengan mayoritas putra-putri Papua.

ADVERTISEMENT

Magdalena Ema Nunang, Pendiri Panti Asuhan Santa Susana mengatakan, anak-anak Papua yang tinggal di panti asuhan sebagian besar berasal dari Kabupaten Mimika, sisanya dari kabupaten tentangga di wilayah Papua.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berdasarkan data tertanggal 11 Juli 2024, dari 130 anak terdapat 85 anak sudah masuk sekolah. Rinciannya, 5 duduk di bangku TK, SD 77 anak, SMP 2 anak dan satu orang SMK.

Baca Juga

Paroki Komopa Dekenat Paniai Gelar Diskusi dan Makan Bersama Jelang Muspasme ke-VIII

Sekda Mimika Ingatkan Penyusunan RKPD 2027 Harus Partisipatif dan Berbasis Data

Sedangkan 35 anak yang sekarang mendaftar calon masuk sekolah tahun ajaran baru 2024 terdiri dari 13 anak TK dan 22 orang SD. Sisanya 10 anak belum masuk sekolah.

“Kami juga lagi rawat enam balita dan empat bayi,” kata Magdalena kepada koranpapua.id, Kamis 11 Juli 2024.

Disampaikan, dari 130 anak yang ada, terdapat 113 anak Orang Asli Papua (OAP). Mereka dari Suku Kamoro, Moni, Dani, Ekari/Mee, Sentani, Muyu Merauke dan Biak. Sementara sisanya 17 anak non Papua.

Kisaran usia anak yang tinggal di panti asuhan empat bulan sampai 15 tahun.

Magdalena menuturkan, pihaknya saat ini mengalami kendala untuk biaya sekolah anak-anak.

Khusus untuk 30 anak-anak yang sudah masuk SD masih memiliki tunggakan uang sekolah sebesar Rp30 juta.

Adanya tunggakan uang sekolah ini dikarenakan pihak yayasan belum memiliki dana untuk membayar.

Salah satu kebijakan untuk menekan biaya operasional, Magdalena memutuskan memberhentikan karyawan yang selama ini membantu mengasuh anak panti.

“Karena kami di panti tidak bisa menolak anak-anak yang diantar keluarganya. Kami juga asuh anak yang ditelantarkan ibunya. Kami berhentikan karyawan karena kami tidak punya dana lagi untuk bayar upah mereka,” jelas Magdalena.

Ketiadaan dana yang dimiliki yayasan ini juga mengakibatkan kebutuhan makan minum anak-anak juga tidak terpenuhi dengan baik.

Perempuan asal Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berharap Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan perhatian terhadap kelanjutan hidup dan masa depan anak-anak ini.

Karena mereka merupakan generasi penerus Papua yang perlu diselamatkan masa depannya, baik dari sisi kecukupan ketersediaan makanan, kesehatan dan pendidikan.

Meskipun dalam keterbatasan biaya, Magdalena tetap berupaya memenuhi kebutuhan anak asuhnya.

Magdalena meyakini dalam mengasuh membesarkan anak-anak pasti Tuhan memberikan jalan keluar.

Sebab anak-anak ini merupakan titipan Tuhan dan anugerah dari Allah sendiri yang perlu diselamatkan oleh tangan-tangan penuh kasih. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Paroki Komopa Dekenat Paniai Gelar Diskusi dan Makan Bersama Jelang Muspasme ke-VIII

Paroki Komopa Dekenat Paniai Gelar Diskusi dan Makan Bersama Jelang Muspasme ke-VIII

26 Januari 2026
Sekda Mimika Ingatkan Penyusunan RKPD 2027 Harus Partisipatif dan Berbasis Data

Sekda Mimika Ingatkan Penyusunan RKPD 2027 Harus Partisipatif dan Berbasis Data

26 Januari 2026
Pemkab Mimika Targetkan Pembagian DPA 2026 Pekan Depan

Pemkab Mimika Targetkan Pembagian DPA 2026 Pekan Depan

26 Januari 2026
Pastor Goklian Ingatkan Wartawan Papua Wartakan Berita yang Benar dan Bermakna

Pastor Goklian Ingatkan Wartawan Papua Wartakan Berita yang Benar dan Bermakna

26 Januari 2026
Aksi Bisu di Halaman Katedral, 11 Warga Merauke Ditangkap, Koalisi HAM Papua Desak Polisi Bebaskan Mereka

Aksi Bisu di Halaman Katedral, 11 Warga Merauke Ditangkap, Koalisi HAM Papua Desak Polisi Bebaskan Mereka

26 Januari 2026
Tindak Lanjut Temuan BPK, BPKAD Mimika Minta OPD Perketat Pengawasan Proyek Fisik

Tindak Lanjut Temuan BPK, BPKAD Mimika Minta OPD Perketat Pengawasan Proyek Fisik

26 Januari 2026

POPULER

  • Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    Bertemu Gubernur Fakhiri, Bahlil Pastikan Divestasi 10 Persen Saham Freeport Kuartal I Rampung Dalam Waktu Dekat

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Brigjen Alfred Papare Bergeser ke Papua Barat, Kombes Jeremias Rontini di Papua Tengah

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Jabat Kapolda Papua Tengah, Jeremias Rontini ‘Pecah Bintang’, Berikut Sekilas Perjalanan Karirnya

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Oknum Pejabat Bea Cukai Papua Diduga Lakukan Pelecehan Anak di Bawah Umur, Korban Anak Rekan Kerja

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Awali Tugas sebagai Kapolres Supiori, Kompol Frits Erari Hadiri Ibadah, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Pemkab Mimika Pastikan Buka Penerimaan CPNS 2026, Kuota 274 Formasi

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Tembak Mati Beberapa Anggota Separatis, Koops Habema Rebut Dua Markas Utama OPM Kodap XVI Yahukimo

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Layanan Bus Gratis, Solusi Tepat Ditengah Mahalnya Biaya Transportasi di Kota Timika

Banyak Kontraktor Luar Masuk Timika, Harga Penawaran Hancur, Gapensi Minta Pokja UKPBJ Lebih Selektif

Peduli Pendidikan, PTFI Gelar Program CSR Orbit dengan 250 Guru di Mimika

Peduli Pendidikan, PTFI Gelar Program CSR Orbit dengan 250 Guru di Mimika

Ketua KPU Papua Tengah, Belum Ada Aturan Bupati dan Wakil Bupati Harus OAP, Sistem Noken Hanya Enam Kabupaten

Ketua KPU Papua Tengah, Belum Ada Aturan Bupati dan Wakil Bupati Harus OAP, Sistem Noken Hanya Enam Kabupaten

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id