ADVERTISEMENT
Rabu, September 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Dalam penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

14 Juni 2024
0
Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Frans Kambu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, para Kabid dan Kasie, Ramli Le selaku narasumber yang juga staf pada DLH Mimika foto bersama peserta sosialisasi wilayah Distrik Wania sambil menunjukan salam 3R, Jumat 14 Juni 2024. (Foto : redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika gencar melakukan sosialisai penanganan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat dan stakeholder di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Setelah pada Kamis 13 Juni melakukan sosialisasi melibatkan Pemerintah Distrik Mimika Baru.

ADVERTISEMENT

Hari ini Jumat 14 Juni 2024 kembali melakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan dan penanganan sampah yang baik dan benar dengan sasaran Pemerintah Distrik Wania.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sosialisasi dengan jargon pengelolaan dan penanganan sampah menjadi cuan (uang-red) untuk Distrik Wania menghadirkan para lurah, Kepala Kampung (Kepkam), perwakilan masyarakat dan pelaku usaha yang ada di wilayah itu.

Baca Juga

“Rumah Nyabu” di Timika Digerebek, Polisi Sita Sabu dan Uang Rp4,45 Juta

Deputi LKPP: Pengadaan di Papua Harus Berdampak bagi Masyarakat

Jargon mengelola sampah menjadi cuang  merupakan salah satu program yang diadopsi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Pada kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, DLH menghadirkan Ramli Le, staf pada DLH Mimika sebagai pemateri.

Ramli juga memberikan pembekalan seputar penanganan dan pengelolaan sampah dengan mengadopsi dari Kabupaten Banyumas yang dikenal terbaik dalam penanganan sampah di Asia.

Ramli Le dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pengelolaan dan penanganan sampah ini sistimatis, menyeluruh dan berkesinambungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008.

Ia menjelaskan pengelolaan sampah adopsi Banyumas ditangani dengan cara jemput langsung di lokasi, sesuai jenis sampah yang sudah dipilah dan selanjutnya diangkut ke PDU.

Sampah yang dihasilkan masyarakat terdiri dari organik (sampah basah) yang berasal dari hajad hidup, sehingga mudah busuk dan hancur secara alami. Misalnya sayuran, daging, ikan, nasi, rumput, daun dan ranting.

Dan sampah anorganik (sampah kering) adalah sampah yang tersusun dari senyawa non organik yang berasal dari mineral dan minyak bumi atau dari proses industri.

Seperti, gelas, kaca, plastik, tas plastik, kaleng dan logam. Sampah jenis ini sangat sulit terurai atau hancur.

Dikatakan, dampak sampah basah yang disimpan lama akan menjadi tempat berkembangbiak vektor penyakit, menimbulkan lalat, tikus dan mencemarkan tanah serta sungai.

Bisa juga sebagai tempat berkembangbiak kuman penyakit dan mencemarkan lingkungan, air dan udara.

Ramli menuturkan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah. Meski demikian, ia meyakini dengan pengolahan sampah mengadopsi Banyumas sudah pasti kedepan penanganannya makin baik.

Serta dapat berdampak pada meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat serta membuka peluang lapangan pekerjaan baru.

Disebutkan saat ini DLH Mimika memiliki tenaga kerja pembersih lingkungan 164 orang, didukung dengan sarana dan prasarana.

Diantaranya, satu pangkalan kendaraan, satu PDU, satu rumah kompos, satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 16 dump truck.

Enam unit truck amrol, enam unit motor tiga roda, satu unit mobil compactor, satu unit mobil sweeper, satu unit excavator dan satu unit doser.

Dikatakan, menangani sampah seharusnya menjadi tugas dan tanggungjawab bersama semua pihak, dan bukan hanya pemerintah.

Salah satu bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah adalah dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disiapkan pemerintah. Dengan mematuhi ini maka mampu menekan biaya penanganan sampah.

“Potensi penghasil sampah paling banyak adalah pelaku usaha terutama di lokasi yang banyak deretan toko,” sentil Ramli.

Ramli mengajak semua pihak bergandengan tangan mengatasi persoalan sampah di Mimika, dengan tidak menumpuk sampah di pinggir jalan tetapi langsung dibuang di TPS.

Aris Sampe Mambulu, Kepala Seksi Persampahan DLH Mimika berharap kepada peserta sosialisasi untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami DLH sangat kekurangan personil. Tugas kita sampaikan informasi kepada tetangga untuk menampung sampah yang bisa didaur ulang untuk diolah menjadi uang,” pesannya.

Mulai tahun 2025, DLH tidak lagi diijinkan pengadaan motor roda tiga. Karena sesuai hasil evaluasi bersama pihak kelurahan sarana itu  kurang maksimal dan mudah rusak.

“Kedepan DLH akan menjemput sampah menggunakan mobil pick up, biar lebih efektif,” kata Aris.

Kepada para lurah, Aris menganjurkan masing-masing kelurahan dapat melobi pemilik tanah untuk menyiapkan lokasi sebagai bank unit sampah.

Dengan bank unit sampah akan memudahkan pengumpulan sampah dan membantu pengusaha saat menjemput sampah.

Sementara Frans Kambu, Kepala DLH Mimika ketika menutup kegiatan sosialisasi mengungkapkan, berbicara sampah berarti harus ada orang yang merasa memiliki daerah ini, dan  menjaga Mimika sebagai rumah bersama agar tetap bersih.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari rumah, tempat kerja, rumah ibadah, sekolah.

“Mengurus sampah tidak bisa bekerja sendirian. Hal ini sesuai moto Mimika Eme Neme Yauware. Dengan begitu mari bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah dalam membangun Mimika,” kata Frans bijak.

Masyarakat tidak boleh bosan jika setiap saat berbicara tentang sampah. Frans berharap kedepan ada gerakan Jumat Rapi.

Setiap Jumat, berada di mana saja wajib terlibat dalam gerakan Jumat Rapi. Tujuannya supaya ada sasaran yang dicapai.

“Kali ini kita berbicara tingkat distrik akan menyusul di kelurahan dan kampung sampai tingkat RT dan RW,” tandasnya.

Dalam pengelolaan penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar, suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

“Ini semua bisa terwujud membutuhkan keterlibatan semua pihak,” pinta Frans. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

“Rumah Nyabu” di Timika Digerebek, Polisi Sita Sabu dan Uang Rp4,45 Juta

“Rumah Nyabu” di Timika Digerebek, Polisi Sita Sabu dan Uang Rp4,45 Juta

23 September 2026
Deputi LKPP: Pengadaan di Papua Harus Berdampak bagi Masyarakat

Deputi LKPP: Pengadaan di Papua Harus Berdampak bagi Masyarakat

23 September 2026
Kekeringan, Polres Fakfak Salurkan 6.600 Liter Air ke Gereja Santo Yosep

Kekeringan, Polres Fakfak Salurkan 6.600 Liter Air ke Gereja Santo Yosep

23 September 2026
Realisasi Otsus Mimika Baru 41,93 Persen, Penyaluran Berikutnya Terancam Tertunda

Realisasi Otsus Mimika Baru 41,93 Persen, Penyaluran Berikutnya Terancam Tertunda

23 September 2026
Pemkab Mimika Dorong Koperasi Perbaiki Tata Kelola melalui Pelatihan RAT

Pemkab Mimika Dorong Koperasi Perbaiki Tata Kelola melalui Pelatihan RAT

23 September 2026
Papua Tengah Perkuat Data Logistik di Timika untuk Percepat Respons Bencana

Papua Tengah Perkuat Data Logistik di Timika untuk Percepat Respons Bencana

23 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • PN Timika Eksekusi Lahan Sengketa di SP 2, Bangunan di Atas Tanah Dibongkar

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Bupati Mimika Targetkan APBD Perubahan 2026 Ditetapkan Sebelum 30 September

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Tagih “Kuota Emas” CPNS 2024, Aliansi Pemuda Amungme Demo di Kantor Bupati Mimika

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id