ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Dalam penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

14 Juni 2024
0
Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Frans Kambu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, para Kabid dan Kasie, Ramli Le selaku narasumber yang juga staf pada DLH Mimika foto bersama peserta sosialisasi wilayah Distrik Wania sambil menunjukan salam 3R, Jumat 14 Juni 2024. (Foto : redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika gencar melakukan sosialisai penanganan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat dan stakeholder di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Setelah pada Kamis 13 Juni melakukan sosialisasi melibatkan Pemerintah Distrik Mimika Baru.

Hari ini Jumat 14 Juni 2024 kembali melakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan dan penanganan sampah yang baik dan benar dengan sasaran Pemerintah Distrik Wania.

Sosialisasi dengan jargon pengelolaan dan penanganan sampah menjadi cuan (uang-red) untuk Distrik Wania menghadirkan para lurah, Kepala Kampung (Kepkam), perwakilan masyarakat dan pelaku usaha yang ada di wilayah itu.

Baca Juga

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Jargon mengelola sampah menjadi cuang  merupakan salah satu program yang diadopsi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Pada kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, DLH menghadirkan Ramli Le, staf pada DLH Mimika sebagai pemateri.

Ramli juga memberikan pembekalan seputar penanganan dan pengelolaan sampah dengan mengadopsi dari Kabupaten Banyumas yang dikenal terbaik dalam penanganan sampah di Asia.

Ramli Le dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pengelolaan dan penanganan sampah ini sistimatis, menyeluruh dan berkesinambungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008.

Ia menjelaskan pengelolaan sampah adopsi Banyumas ditangani dengan cara jemput langsung di lokasi, sesuai jenis sampah yang sudah dipilah dan selanjutnya diangkut ke PDU.

Sampah yang dihasilkan masyarakat terdiri dari organik (sampah basah) yang berasal dari hajad hidup, sehingga mudah busuk dan hancur secara alami. Misalnya sayuran, daging, ikan, nasi, rumput, daun dan ranting.

Dan sampah anorganik (sampah kering) adalah sampah yang tersusun dari senyawa non organik yang berasal dari mineral dan minyak bumi atau dari proses industri.

Seperti, gelas, kaca, plastik, tas plastik, kaleng dan logam. Sampah jenis ini sangat sulit terurai atau hancur.

Dikatakan, dampak sampah basah yang disimpan lama akan menjadi tempat berkembangbiak vektor penyakit, menimbulkan lalat, tikus dan mencemarkan tanah serta sungai.

Bisa juga sebagai tempat berkembangbiak kuman penyakit dan mencemarkan lingkungan, air dan udara.

Ramli menuturkan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah. Meski demikian, ia meyakini dengan pengolahan sampah mengadopsi Banyumas sudah pasti kedepan penanganannya makin baik.

Serta dapat berdampak pada meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat serta membuka peluang lapangan pekerjaan baru.

Disebutkan saat ini DLH Mimika memiliki tenaga kerja pembersih lingkungan 164 orang, didukung dengan sarana dan prasarana.

Diantaranya, satu pangkalan kendaraan, satu PDU, satu rumah kompos, satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 16 dump truck.

Enam unit truck amrol, enam unit motor tiga roda, satu unit mobil compactor, satu unit mobil sweeper, satu unit excavator dan satu unit doser.

Dikatakan, menangani sampah seharusnya menjadi tugas dan tanggungjawab bersama semua pihak, dan bukan hanya pemerintah.

Salah satu bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah adalah dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disiapkan pemerintah. Dengan mematuhi ini maka mampu menekan biaya penanganan sampah.

“Potensi penghasil sampah paling banyak adalah pelaku usaha terutama di lokasi yang banyak deretan toko,” sentil Ramli.

Ramli mengajak semua pihak bergandengan tangan mengatasi persoalan sampah di Mimika, dengan tidak menumpuk sampah di pinggir jalan tetapi langsung dibuang di TPS.

Aris Sampe Mambulu, Kepala Seksi Persampahan DLH Mimika berharap kepada peserta sosialisasi untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami DLH sangat kekurangan personil. Tugas kita sampaikan informasi kepada tetangga untuk menampung sampah yang bisa didaur ulang untuk diolah menjadi uang,” pesannya.

Mulai tahun 2025, DLH tidak lagi diijinkan pengadaan motor roda tiga. Karena sesuai hasil evaluasi bersama pihak kelurahan sarana itu  kurang maksimal dan mudah rusak.

“Kedepan DLH akan menjemput sampah menggunakan mobil pick up, biar lebih efektif,” kata Aris.

Kepada para lurah, Aris menganjurkan masing-masing kelurahan dapat melobi pemilik tanah untuk menyiapkan lokasi sebagai bank unit sampah.

Dengan bank unit sampah akan memudahkan pengumpulan sampah dan membantu pengusaha saat menjemput sampah.

Sementara Frans Kambu, Kepala DLH Mimika ketika menutup kegiatan sosialisasi mengungkapkan, berbicara sampah berarti harus ada orang yang merasa memiliki daerah ini, dan  menjaga Mimika sebagai rumah bersama agar tetap bersih.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari rumah, tempat kerja, rumah ibadah, sekolah.

“Mengurus sampah tidak bisa bekerja sendirian. Hal ini sesuai moto Mimika Eme Neme Yauware. Dengan begitu mari bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah dalam membangun Mimika,” kata Frans bijak.

Masyarakat tidak boleh bosan jika setiap saat berbicara tentang sampah. Frans berharap kedepan ada gerakan Jumat Rapi.

Setiap Jumat, berada di mana saja wajib terlibat dalam gerakan Jumat Rapi. Tujuannya supaya ada sasaran yang dicapai.

“Kali ini kita berbicara tingkat distrik akan menyusul di kelurahan dan kampung sampai tingkat RT dan RW,” tandasnya.

Dalam pengelolaan penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar, suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

“Ini semua bisa terwujud membutuhkan keterlibatan semua pihak,” pinta Frans. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

Tujuh Penumpang Long Boat Diselamatkan SAR setelah Kehilangan Arah di Perairan Timika

14 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika, Kepala Bandara Utamakan Keselamatan

14 Oktober 2026
Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

Dinkes Mimika Imbau Warga Lindungi Diri dari Paparan Asap, Ingatkan Risiko Gangguan Kesehatan

14 Oktober 2026
Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    798 shares
    Bagikan 319 Tweet 200
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id