ADVERTISEMENT
Minggu, September 20, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Dalam penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

14 Juni 2024
0
Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Frans Kambu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, para Kabid dan Kasie, Ramli Le selaku narasumber yang juga staf pada DLH Mimika foto bersama peserta sosialisasi wilayah Distrik Wania sambil menunjukan salam 3R, Jumat 14 Juni 2024. (Foto : redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika gencar melakukan sosialisai penanganan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat dan stakeholder di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Setelah pada Kamis 13 Juni melakukan sosialisasi melibatkan Pemerintah Distrik Mimika Baru.

ADVERTISEMENT

Hari ini Jumat 14 Juni 2024 kembali melakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan dan penanganan sampah yang baik dan benar dengan sasaran Pemerintah Distrik Wania.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sosialisasi dengan jargon pengelolaan dan penanganan sampah menjadi cuan (uang-red) untuk Distrik Wania menghadirkan para lurah, Kepala Kampung (Kepkam), perwakilan masyarakat dan pelaku usaha yang ada di wilayah itu.

Baca Juga

APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

Jargon mengelola sampah menjadi cuang  merupakan salah satu program yang diadopsi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Pada kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, DLH menghadirkan Ramli Le, staf pada DLH Mimika sebagai pemateri.

Ramli juga memberikan pembekalan seputar penanganan dan pengelolaan sampah dengan mengadopsi dari Kabupaten Banyumas yang dikenal terbaik dalam penanganan sampah di Asia.

Ramli Le dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pengelolaan dan penanganan sampah ini sistimatis, menyeluruh dan berkesinambungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008.

Ia menjelaskan pengelolaan sampah adopsi Banyumas ditangani dengan cara jemput langsung di lokasi, sesuai jenis sampah yang sudah dipilah dan selanjutnya diangkut ke PDU.

Sampah yang dihasilkan masyarakat terdiri dari organik (sampah basah) yang berasal dari hajad hidup, sehingga mudah busuk dan hancur secara alami. Misalnya sayuran, daging, ikan, nasi, rumput, daun dan ranting.

Dan sampah anorganik (sampah kering) adalah sampah yang tersusun dari senyawa non organik yang berasal dari mineral dan minyak bumi atau dari proses industri.

Seperti, gelas, kaca, plastik, tas plastik, kaleng dan logam. Sampah jenis ini sangat sulit terurai atau hancur.

Dikatakan, dampak sampah basah yang disimpan lama akan menjadi tempat berkembangbiak vektor penyakit, menimbulkan lalat, tikus dan mencemarkan tanah serta sungai.

Bisa juga sebagai tempat berkembangbiak kuman penyakit dan mencemarkan lingkungan, air dan udara.

Ramli menuturkan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah. Meski demikian, ia meyakini dengan pengolahan sampah mengadopsi Banyumas sudah pasti kedepan penanganannya makin baik.

Serta dapat berdampak pada meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat serta membuka peluang lapangan pekerjaan baru.

Disebutkan saat ini DLH Mimika memiliki tenaga kerja pembersih lingkungan 164 orang, didukung dengan sarana dan prasarana.

Diantaranya, satu pangkalan kendaraan, satu PDU, satu rumah kompos, satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 16 dump truck.

Enam unit truck amrol, enam unit motor tiga roda, satu unit mobil compactor, satu unit mobil sweeper, satu unit excavator dan satu unit doser.

Dikatakan, menangani sampah seharusnya menjadi tugas dan tanggungjawab bersama semua pihak, dan bukan hanya pemerintah.

Salah satu bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah adalah dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disiapkan pemerintah. Dengan mematuhi ini maka mampu menekan biaya penanganan sampah.

“Potensi penghasil sampah paling banyak adalah pelaku usaha terutama di lokasi yang banyak deretan toko,” sentil Ramli.

Ramli mengajak semua pihak bergandengan tangan mengatasi persoalan sampah di Mimika, dengan tidak menumpuk sampah di pinggir jalan tetapi langsung dibuang di TPS.

Aris Sampe Mambulu, Kepala Seksi Persampahan DLH Mimika berharap kepada peserta sosialisasi untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami DLH sangat kekurangan personil. Tugas kita sampaikan informasi kepada tetangga untuk menampung sampah yang bisa didaur ulang untuk diolah menjadi uang,” pesannya.

Mulai tahun 2025, DLH tidak lagi diijinkan pengadaan motor roda tiga. Karena sesuai hasil evaluasi bersama pihak kelurahan sarana itu  kurang maksimal dan mudah rusak.

“Kedepan DLH akan menjemput sampah menggunakan mobil pick up, biar lebih efektif,” kata Aris.

Kepada para lurah, Aris menganjurkan masing-masing kelurahan dapat melobi pemilik tanah untuk menyiapkan lokasi sebagai bank unit sampah.

Dengan bank unit sampah akan memudahkan pengumpulan sampah dan membantu pengusaha saat menjemput sampah.

Sementara Frans Kambu, Kepala DLH Mimika ketika menutup kegiatan sosialisasi mengungkapkan, berbicara sampah berarti harus ada orang yang merasa memiliki daerah ini, dan  menjaga Mimika sebagai rumah bersama agar tetap bersih.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari rumah, tempat kerja, rumah ibadah, sekolah.

“Mengurus sampah tidak bisa bekerja sendirian. Hal ini sesuai moto Mimika Eme Neme Yauware. Dengan begitu mari bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah dalam membangun Mimika,” kata Frans bijak.

Masyarakat tidak boleh bosan jika setiap saat berbicara tentang sampah. Frans berharap kedepan ada gerakan Jumat Rapi.

Setiap Jumat, berada di mana saja wajib terlibat dalam gerakan Jumat Rapi. Tujuannya supaya ada sasaran yang dicapai.

“Kali ini kita berbicara tingkat distrik akan menyusul di kelurahan dan kampung sampai tingkat RT dan RW,” tandasnya.

Dalam pengelolaan penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar, suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

“Ini semua bisa terwujud membutuhkan keterlibatan semua pihak,” pinta Frans. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

APBD-P Mimika 2026 Dipangkas, DPRK Fokuskan Anggaran pada Program Prioritas

20 September 2026
Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

Trifena Tinal Terpilih Pimpin Golkar Mimika, Targetkan 9 Kursi Legislatif

20 September 2026
TP-PKK Mimika Peringati Maulid Nabi, Suzy Rettob Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah

TP-PKK Mimika Peringati Maulid Nabi, Suzy Rettob Ajak Kader Teladani Akhlak Rasulullah

19 September 2026
Dewan Pers: Wartawan Intimidatif dan Minta Uang Bisa Dipidana

Dewan Pers: Wartawan Intimidatif dan Minta Uang Bisa Dipidana

19 September 2026
Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

19 September 2026
Dua Insiden Terjadi di Yahukimo, Warga Ditikam dan Warung Dibakar

Dua Insiden Terjadi di Yahukimo, Warga Ditikam dan Warung Dibakar

19 September 2026

POPULER

  • Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    Kecelakaan Tunggal di Depan Katedral Tiga Raja Timika, Pengendara Motor Tewas

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Di Tanah Kaya Emas, Kisah Benediktus, Pelajar di Mimika yang Mendulang demi Baju Sekolah

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Demerina Menangis Saat Hendak Bercerita, Trauma Usai 20 Hari Disandera KKB

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Korban Penyanderaan di Jila Dievakuasi ke Timika, Kapolda: Trauma Masih Terlihat

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id