ADVERTISEMENT
Selasa, September 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Dalam penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

14 Juni 2024
0
Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Frans Kambu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, para Kabid dan Kasie, Ramli Le selaku narasumber yang juga staf pada DLH Mimika foto bersama peserta sosialisasi wilayah Distrik Wania sambil menunjukan salam 3R, Jumat 14 Juni 2024. (Foto : redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika gencar melakukan sosialisai penanganan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat dan stakeholder di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Setelah pada Kamis 13 Juni melakukan sosialisasi melibatkan Pemerintah Distrik Mimika Baru.

ADVERTISEMENT

Hari ini Jumat 14 Juni 2024 kembali melakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan dan penanganan sampah yang baik dan benar dengan sasaran Pemerintah Distrik Wania.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sosialisasi dengan jargon pengelolaan dan penanganan sampah menjadi cuan (uang-red) untuk Distrik Wania menghadirkan para lurah, Kepala Kampung (Kepkam), perwakilan masyarakat dan pelaku usaha yang ada di wilayah itu.

Baca Juga

Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

Hendak ke RSUD Mimika, Ibu Ini Melahirkan Bayi Kembar di Mobil Patroli Polisi

Jargon mengelola sampah menjadi cuang  merupakan salah satu program yang diadopsi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Pada kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, DLH menghadirkan Ramli Le, staf pada DLH Mimika sebagai pemateri.

Ramli juga memberikan pembekalan seputar penanganan dan pengelolaan sampah dengan mengadopsi dari Kabupaten Banyumas yang dikenal terbaik dalam penanganan sampah di Asia.

Ramli Le dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pengelolaan dan penanganan sampah ini sistimatis, menyeluruh dan berkesinambungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008.

Ia menjelaskan pengelolaan sampah adopsi Banyumas ditangani dengan cara jemput langsung di lokasi, sesuai jenis sampah yang sudah dipilah dan selanjutnya diangkut ke PDU.

Sampah yang dihasilkan masyarakat terdiri dari organik (sampah basah) yang berasal dari hajad hidup, sehingga mudah busuk dan hancur secara alami. Misalnya sayuran, daging, ikan, nasi, rumput, daun dan ranting.

Dan sampah anorganik (sampah kering) adalah sampah yang tersusun dari senyawa non organik yang berasal dari mineral dan minyak bumi atau dari proses industri.

Seperti, gelas, kaca, plastik, tas plastik, kaleng dan logam. Sampah jenis ini sangat sulit terurai atau hancur.

Dikatakan, dampak sampah basah yang disimpan lama akan menjadi tempat berkembangbiak vektor penyakit, menimbulkan lalat, tikus dan mencemarkan tanah serta sungai.

Bisa juga sebagai tempat berkembangbiak kuman penyakit dan mencemarkan lingkungan, air dan udara.

Ramli menuturkan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah. Meski demikian, ia meyakini dengan pengolahan sampah mengadopsi Banyumas sudah pasti kedepan penanganannya makin baik.

Serta dapat berdampak pada meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat serta membuka peluang lapangan pekerjaan baru.

Disebutkan saat ini DLH Mimika memiliki tenaga kerja pembersih lingkungan 164 orang, didukung dengan sarana dan prasarana.

Diantaranya, satu pangkalan kendaraan, satu PDU, satu rumah kompos, satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 16 dump truck.

Enam unit truck amrol, enam unit motor tiga roda, satu unit mobil compactor, satu unit mobil sweeper, satu unit excavator dan satu unit doser.

Dikatakan, menangani sampah seharusnya menjadi tugas dan tanggungjawab bersama semua pihak, dan bukan hanya pemerintah.

Salah satu bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah adalah dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disiapkan pemerintah. Dengan mematuhi ini maka mampu menekan biaya penanganan sampah.

“Potensi penghasil sampah paling banyak adalah pelaku usaha terutama di lokasi yang banyak deretan toko,” sentil Ramli.

Ramli mengajak semua pihak bergandengan tangan mengatasi persoalan sampah di Mimika, dengan tidak menumpuk sampah di pinggir jalan tetapi langsung dibuang di TPS.

Aris Sampe Mambulu, Kepala Seksi Persampahan DLH Mimika berharap kepada peserta sosialisasi untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami DLH sangat kekurangan personil. Tugas kita sampaikan informasi kepada tetangga untuk menampung sampah yang bisa didaur ulang untuk diolah menjadi uang,” pesannya.

Mulai tahun 2025, DLH tidak lagi diijinkan pengadaan motor roda tiga. Karena sesuai hasil evaluasi bersama pihak kelurahan sarana itu  kurang maksimal dan mudah rusak.

“Kedepan DLH akan menjemput sampah menggunakan mobil pick up, biar lebih efektif,” kata Aris.

Kepada para lurah, Aris menganjurkan masing-masing kelurahan dapat melobi pemilik tanah untuk menyiapkan lokasi sebagai bank unit sampah.

Dengan bank unit sampah akan memudahkan pengumpulan sampah dan membantu pengusaha saat menjemput sampah.

Sementara Frans Kambu, Kepala DLH Mimika ketika menutup kegiatan sosialisasi mengungkapkan, berbicara sampah berarti harus ada orang yang merasa memiliki daerah ini, dan  menjaga Mimika sebagai rumah bersama agar tetap bersih.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari rumah, tempat kerja, rumah ibadah, sekolah.

“Mengurus sampah tidak bisa bekerja sendirian. Hal ini sesuai moto Mimika Eme Neme Yauware. Dengan begitu mari bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah dalam membangun Mimika,” kata Frans bijak.

Masyarakat tidak boleh bosan jika setiap saat berbicara tentang sampah. Frans berharap kedepan ada gerakan Jumat Rapi.

Setiap Jumat, berada di mana saja wajib terlibat dalam gerakan Jumat Rapi. Tujuannya supaya ada sasaran yang dicapai.

“Kali ini kita berbicara tingkat distrik akan menyusul di kelurahan dan kampung sampai tingkat RT dan RW,” tandasnya.

Dalam pengelolaan penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar, suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

“Ini semua bisa terwujud membutuhkan keterlibatan semua pihak,” pinta Frans. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

29 September 2026
Hendak ke RSUD Mimika, Ibu Ini Melahirkan Bayi Kembar di Mobil Patroli Polisi

Hendak ke RSUD Mimika, Ibu Ini Melahirkan Bayi Kembar di Mobil Patroli Polisi

29 September 2026
Mimika Raih Terbaik I Program 3 Juta Rumah dari Kemendagri, Dapat Bantuan 300 Bedah Rumah

Mimika Raih Terbaik I Program 3 Juta Rumah dari Kemendagri, Dapat Bantuan 300 Bedah Rumah

29 September 2026
8 Korban LCT Cahaya Permata Hati Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Timika

8 Korban LCT Cahaya Permata Hati Ditemukan Selamat, Dievakuasi ke Timika

29 September 2026
Dinkes Mimika Dorong Siswa SMP Negeri 1 Mapurujaya Biasakan Hidup Sehat

Dinkes Mimika Dorong Siswa SMP Negeri 1 Mapurujaya Biasakan Hidup Sehat

29 September 2026
Empat Petak Kos di Area Petrosea Timika Terbakar, 20 Personel Dikerahkan

Empat Petak Kos di Area Petrosea Timika Terbakar, 20 Personel Dikerahkan

29 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Kebakaran Hutan dan Rawa-Rawa Merusak Ekosistem Tanah Papua

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id