ADVERTISEMENT
Sabtu, Agustus 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Dalam penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

14 Juni 2024
0
Adopsi Banyumas Kelola Sampah Jadi Cuan, DLH Mimika Pembekalan untuk Lurah dan Kepkam di Distrik Wania

Frans Kambu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, para Kabid dan Kasie, Ramli Le selaku narasumber yang juga staf pada DLH Mimika foto bersama peserta sosialisasi wilayah Distrik Wania sambil menunjukan salam 3R, Jumat 14 Juni 2024. (Foto : redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika gencar melakukan sosialisai penanganan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat dan stakeholder di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Setelah pada Kamis 13 Juni melakukan sosialisasi melibatkan Pemerintah Distrik Mimika Baru.

ADVERTISEMENT

Hari ini Jumat 14 Juni 2024 kembali melakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan dan penanganan sampah yang baik dan benar dengan sasaran Pemerintah Distrik Wania.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sosialisasi dengan jargon pengelolaan dan penanganan sampah menjadi cuan (uang-red) untuk Distrik Wania menghadirkan para lurah, Kepala Kampung (Kepkam), perwakilan masyarakat dan pelaku usaha yang ada di wilayah itu.

Baca Juga

Satgas Pasgat Sinak Gelar Perayaan HUT RI ke-81 Bersama Warga, Kukuhkan Persatuan dan Sinergitas di Puncak

Gadis Asal Mimika Hilang di Yogyakarta, Marlin Brigita Kasimat Belum Ditemukan

Jargon mengelola sampah menjadi cuang  merupakan salah satu program yang diadopsi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Pada kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, DLH menghadirkan Ramli Le, staf pada DLH Mimika sebagai pemateri.

Ramli juga memberikan pembekalan seputar penanganan dan pengelolaan sampah dengan mengadopsi dari Kabupaten Banyumas yang dikenal terbaik dalam penanganan sampah di Asia.

Ramli Le dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pengelolaan dan penanganan sampah ini sistimatis, menyeluruh dan berkesinambungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008.

Ia menjelaskan pengelolaan sampah adopsi Banyumas ditangani dengan cara jemput langsung di lokasi, sesuai jenis sampah yang sudah dipilah dan selanjutnya diangkut ke PDU.

Sampah yang dihasilkan masyarakat terdiri dari organik (sampah basah) yang berasal dari hajad hidup, sehingga mudah busuk dan hancur secara alami. Misalnya sayuran, daging, ikan, nasi, rumput, daun dan ranting.

Dan sampah anorganik (sampah kering) adalah sampah yang tersusun dari senyawa non organik yang berasal dari mineral dan minyak bumi atau dari proses industri.

Seperti, gelas, kaca, plastik, tas plastik, kaleng dan logam. Sampah jenis ini sangat sulit terurai atau hancur.

Dikatakan, dampak sampah basah yang disimpan lama akan menjadi tempat berkembangbiak vektor penyakit, menimbulkan lalat, tikus dan mencemarkan tanah serta sungai.

Bisa juga sebagai tempat berkembangbiak kuman penyakit dan mencemarkan lingkungan, air dan udara.

Ramli menuturkan, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah. Meski demikian, ia meyakini dengan pengolahan sampah mengadopsi Banyumas sudah pasti kedepan penanganannya makin baik.

Serta dapat berdampak pada meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat serta membuka peluang lapangan pekerjaan baru.

Disebutkan saat ini DLH Mimika memiliki tenaga kerja pembersih lingkungan 164 orang, didukung dengan sarana dan prasarana.

Diantaranya, satu pangkalan kendaraan, satu PDU, satu rumah kompos, satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 16 dump truck.

Enam unit truck amrol, enam unit motor tiga roda, satu unit mobil compactor, satu unit mobil sweeper, satu unit excavator dan satu unit doser.

Dikatakan, menangani sampah seharusnya menjadi tugas dan tanggungjawab bersama semua pihak, dan bukan hanya pemerintah.

Salah satu bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah adalah dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disiapkan pemerintah. Dengan mematuhi ini maka mampu menekan biaya penanganan sampah.

“Potensi penghasil sampah paling banyak adalah pelaku usaha terutama di lokasi yang banyak deretan toko,” sentil Ramli.

Ramli mengajak semua pihak bergandengan tangan mengatasi persoalan sampah di Mimika, dengan tidak menumpuk sampah di pinggir jalan tetapi langsung dibuang di TPS.

Aris Sampe Mambulu, Kepala Seksi Persampahan DLH Mimika berharap kepada peserta sosialisasi untuk ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami DLH sangat kekurangan personil. Tugas kita sampaikan informasi kepada tetangga untuk menampung sampah yang bisa didaur ulang untuk diolah menjadi uang,” pesannya.

Mulai tahun 2025, DLH tidak lagi diijinkan pengadaan motor roda tiga. Karena sesuai hasil evaluasi bersama pihak kelurahan sarana itu  kurang maksimal dan mudah rusak.

“Kedepan DLH akan menjemput sampah menggunakan mobil pick up, biar lebih efektif,” kata Aris.

Kepada para lurah, Aris menganjurkan masing-masing kelurahan dapat melobi pemilik tanah untuk menyiapkan lokasi sebagai bank unit sampah.

Dengan bank unit sampah akan memudahkan pengumpulan sampah dan membantu pengusaha saat menjemput sampah.

Sementara Frans Kambu, Kepala DLH Mimika ketika menutup kegiatan sosialisasi mengungkapkan, berbicara sampah berarti harus ada orang yang merasa memiliki daerah ini, dan  menjaga Mimika sebagai rumah bersama agar tetap bersih.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari rumah, tempat kerja, rumah ibadah, sekolah.

“Mengurus sampah tidak bisa bekerja sendirian. Hal ini sesuai moto Mimika Eme Neme Yauware. Dengan begitu mari bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah dalam membangun Mimika,” kata Frans bijak.

Masyarakat tidak boleh bosan jika setiap saat berbicara tentang sampah. Frans berharap kedepan ada gerakan Jumat Rapi.

Setiap Jumat, berada di mana saja wajib terlibat dalam gerakan Jumat Rapi. Tujuannya supaya ada sasaran yang dicapai.

“Kali ini kita berbicara tingkat distrik akan menyusul di kelurahan dan kampung sampai tingkat RT dan RW,” tandasnya.

Dalam pengelolaan penanganan sampah harus ada target, komunikasi dan komitmen. Frans mempunyai mimpi besar, suatu saat Mimika bisa meraih Adipura.

“Ini semua bisa terwujud membutuhkan keterlibatan semua pihak,” pinta Frans. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Sinak Gelar Perayaan HUT RI ke-81 Bersama Warga, Kukuhkan Persatuan dan Sinergitas di Puncak

Satgas Pasgat Sinak Gelar Perayaan HUT RI ke-81 Bersama Warga, Kukuhkan Persatuan dan Sinergitas di Puncak

14 Agustus 2026
Gadis Asal Mimika Hilang di Yogyakarta, Marlin Brigita Kasimat Belum Ditemukan

Gadis Asal Mimika Hilang di Yogyakarta, Marlin Brigita Kasimat Belum Ditemukan

14 Agustus 2026
Empat Siswa Mimika Ukir Prestasi di Vietnam, Harun Bawa Pulang Medali Perunggu AiMO 2026

Empat Siswa Mimika Ukir Prestasi di Vietnam, Harun Bawa Pulang Medali Perunggu AiMO 2026

14 Agustus 2026
Kapolda Papua Tengah Instruksikan Usut Tuntas Kasus Pembakaran dan Pengerusakan Kantor Pemerintahan di Puncak 

Kapolda Papua Tengah Instruksikan Usut Tuntas Kasus Pembakaran dan Pengerusakan Kantor Pemerintahan di Puncak 

14 Agustus 2026
Kepiting Bakau Dongkrak Nilai Ekspor Papua Tengah, Naik 41,67 Persen

Puskesmas Limau Asri Hadirkan “Lansia Bahagia” untuk Warga Iwaka

14 Agustus 2026
Kepiting Bakau Dongkrak Nilai Ekspor Papua Tengah, Naik 41,67 Persen

Kepiting Bakau Dongkrak Nilai Ekspor Papua Tengah, Naik 41,67 Persen

14 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    886 shares
    Bagikan 354 Tweet 222
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    669 shares
    Bagikan 268 Tweet 167
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • TPS Liar Dirubah Menjadi Jadi Taman Bunga, RT 04 Wanagon Sulap Titik Kumuh Jadi Ruang Cantik 

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Sengketa Tanah SP2 berakhir, Sem Bukaleng Tegaskan Kehadiran Lemasa sebagai Pembawa Solusi 

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Peningkatan Gizi Bumil dan Bayi, Pemdis Wania Salurkan PMT untuk 19 Posyandu

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto DLH Mimika Sosialisasi Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Distrik Wania

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Gallery Foto Pemdis Wania Salurkan Makanan Tambahan untuk 19 Posyandu

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id