ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

Enam Bulan Kabupaten Puncak Tanpa Pembangunan

Jalan dari Bandara Aminggaru ke ibu kota Kabupaten Puncak sampai saat ini belum juga diaspal.

3 Juni 2024
0
Enam Bulan Kabupaten Puncak Tanpa Pembangunan

Lukius Newegalen, Ketua DPRD Puncak. (foto : Redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA,Koranpapua.id- Enam bulan terhitung sejak Januari sampai Juni 2024 tidak ada pembangunan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.

Mandeknya pembangunan sudah terjadi pasca jabatan Willem Wandik sebagai bupati berakhir dan Mendagri menunjuk Darwin Tobing sebagai Pj Bupati Puncak.

“Selama enam bulan kepemimpinan Pj Bupati Darwin tidak ada pembangunan di Puncak,“ ujar Lukius Newegalen, S.IP, Ketua DPRD Kabupaten Puncak kepada koranpapua.id di Timika, Senin 3 Juni 2024.

Menurutnya, kondisi perkembangan pembangunan sangat berbeda jauh ketika Kabupaten Puncak dipimpin Willem Wandik.

Baca Juga

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Selain tidak ada pembangunan, hubungan antara eksekutif dan legislatif berjalan kurang harmonis.

Untuk melakukan koordinasi antara Ketua DPRD dengan Pj bupati sangat sulit. Dikontak melalui handphone susah terhubung, apalagi untuk bisa bertemu langsung.

“Sekarang ini paling susah sekali untuk kita komunikasi. Saya lihat Pj Bupati yang sekarang ada ini seperti apa, saya tidak tahu. Saya ini Ketua DPRD Puncak, memangnya hanya numpang lewat begitu,” tegasnya.

Melihat sikap kerja Pj Bupati seperti ini, Lukius mempertanyakan dasar Mendagri mengangkat Darwin Tobing menjadi Pj Bupati Puncak.

Menurutnya, seharusnya Mendagri mengangkat putra daerah sebagai Pj Bupati, karena sangat memahami adat dan budaya masyarakat Papua.

“Sebenarnya pengangkatan Pj Bupati Puncak berdasarkan usulan DPRD tetapi tidak seperti itu. Mendagri atas kebijakannya melantik Darwin,” keluhnya.

Atas kondisi yang ada, Lukius berharap Mendagri perlu mengevaluasi kinerja Darwin Tobing selama enam bulan ini.

Jika memang tidak mampu menjalankan pembangunan, bisa diganti dengan putra daerah yang memang dianggap layak.

Dikatakan, masyarakat Kabupaten Puncak saat ini mengalami masalah gangguan keamanan, kematian, kemiskinan, pengangguran yang cukup tinggi.

Namun Kabupaten Puncak yang sudah memasuki usia 16 tahun pada 21 Juni 2024 mendatang hingga saat ini belum ada kemajuan berarti.

Misalnya, jalan dari Bandara Aminggaru ke ibu kota Kabupaten Puncak sampai saat ini belum juga diaspal.

Lukius juga menyinggung dana APBN kesejahteraan ASN yang mengabdi di Puncak, sudah hampir 16 tahun tidak pernah ada.

“Saya tidak mengetahui dana tersebut hilang ke mana,” tandasnya.

Sebagai putra daerah, Lukius berharap pada penerimaan ASN tenaga guru dan tenaga medis tahun 2024, 80 persen untuk OAP dan 20 persen bagi non Papua.

Dengan kuota 80 persen bagi OAP bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

24 Oktober 2026
Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

24 Oktober 2026
Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

24 Oktober 2026
Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

24 Oktober 2026
IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

24 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Enam Bulan Kabupaten Puncak Tanpa Pembangunan

Pj Bupati Puncak Hanya Bertugas Tiga Bulan Usai Dilantik

RSUD Mimika Segera Miliki Gedung Pusat Diagnostik, Pemda Gelontorkan Rp125 Miliar

RSUD Mimika Rawat Kakak Beradik Didiagnosa Difteri, Satu Meninggal Dunia

Dr Aisyah: Pencegahan Narkoba Harus dari Pribadi dan Lingkungan

Dr Aisyah: Pencegahan Narkoba Harus dari Pribadi dan Lingkungan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id