ADVERTISEMENT
Minggu, Maret 29, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Nugraha Gumilar mengakui hubungan warga sipil dengan prajurit yang bertugas di Papua, cukup dekat. Masyarakat Papua sangat senang dengan kehadiran TNI.

29 Maret 2024
0
Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar, Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjend Izak Pangemanan, Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi dalam konferensi di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat. (foto ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Kasus penyiksaan terhadap satu warga asli Papua di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada 3 Februari 2024 merupakan margin error dan bukan gambaran TNI.

“TNI bukan superman, kalau lebih excelent lagi TNI itu bukan malaikat. Kalau dilihat detail dari penelitian ada istilah margin error, enggak sampai satu persen dan itu bukan gambaran TNI,” kata Nugraha Kapuspen TNI, Mayjen Nugraha Gumilar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 29 Maret 2024.

ADVERTISEMENT

Menurut Nugraha, tidak adil bila masyarakat menilai hanya dari perilaku beberapa oknum anggota TNI yang saat ini sedang dalam proses investigasi dan penahanan. Sebab, jumlah prajurit TNI mencapai ribuan orang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

TNI sudah sangat berkomitmen untuk melakukan investigasi sebaik-baiknya. Karenanya Nugraha berharap masyarakat bisa melihat informasinya dari dua sisi dan berimbang.

Baca Juga

Pengurus KKRO Mimika Resmi Dilantik, Yohanes Beruat Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan di Mimika

ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

“Saya harap wartawan, teman-teman media berikan informasi yang berimbang. Jadi tidak hanya dari pihak OPM selalu memberikan yang negatif,” ujarnya.

Nugraha Gumilar mengakui hubungan warga sipil dengan prajurit yang bertugas di Papua, cukup dekat. Masyarakat Papua sangat senang dengan kehadiran TNI.

Bahkan, sebelum Batalyon 300 pulang, mereka diberikan gelar adat. Sampai anak-anak dan ibu-ibu di sana menangis saat ditinggal.

Setelah kejadian itu, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengeluarkan instruksi khusus untuk mengincar prajurit yang bertugas di Papua.

Kapuspen menuturkan bahwa, KKB memang selama ini tak manusiawi. “KKB lebih sadis saya lihat, lebih tidak manusiawi. Sudah di luar batas. Bagaimana dia memperlakukan TNI walaupun sedang ditawan. Sangat sadis.

TNI sebagai alat negara tidak akan kalah dengan mereka. Negara harus dijaga dan dilindungi. Yang terbaik buat negara, itu yang terbaik buat TNI,” tandasnya.

Sebelumnya Panglima Kodam Cenderawasih Mayjen TNI, Izak Pangemanan mengatakan, Defianus Kogoya, warga yang disiksa oknum prajurit TNI merupakan anggota KKB.

Defianus merupakan salah satu pelaku pembakaran Puskesmas di Distrik Omukima Puncak Papua.

“Ada tiga orang yang ditangkap aparat gabungan TNI-Polri, salah satunya Defianus,”jelas Panglima dalam konfirmasi pres di Subden Denma Mabes TNI, Jakarta, awal pekan ini.

Ketika aparat gabungan mengamankan Puskesmas, KKB melakukan penembakan terhadap aparat TNI-Polri, sehingga terjadi kontak tembak. Dalam peristiswa itu prajurit berhasil menangkap tiga orang yakni, Warinus Kogoya, Alianus Murip dan Defianus Kogoya.

Dari tangan mereka, aparat juga menyita barang bukti berupa senjata api, amunisi, senapan angin dan senjata tajam.

Saat hendak dibawa ke Polres Puncak, Definus sempat mencoba melarikan diri, tetapi berhasil ditangkap aparat. “Disinilah oknum prajurit TNI melakukan penganiyaan.

“Kasusnya sudah terjadi tanggal 3 Maret, namun baru sempat viral tanggal 25 Maret 2024,”tandasnya. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pengurus KKRO Mimika Resmi Dilantik, Yohanes Beruat Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan di Mimika

Pengurus KKRO Mimika Resmi Dilantik, Yohanes Beruat Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan di Mimika

28 Maret 2026
ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

28 Maret 2026
Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

Terakhir Kali AKBP Mardi Marpaung Pimpin Apel di Mapolres Puncak

28 Maret 2026
Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

Pelaku Memaksa Melakukan Intim di Lorong Toko dan Merampas Uang Korban Rp200 Ribu

28 Maret 2026
Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

Belajar Otodidak dari YouTube, Petani Muda Mimika Kini Menikmati Hasil

28 Maret 2026
Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

Pemprov Papua Tengah Siap Jalankan Kebijakan WFH ASN, Sekda Silwanus: Menunggu Petunjuk Pusat

28 Maret 2026

POPULER

  • Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    Usai Kontak Tembak dengan OPM di Kampung Topo Nabire, TNI Berhasil Sita Senjata dan Amunisi

    701 shares
    Bagikan 280 Tweet 175
  • Satu Tahun Kepemimpinan: Tim Pemenang Tagih Realisasi Janji Bupati Mimika, Gerry: Wujudkan Kunjungan Langsung ke Posko

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • SMP YPJ Kuala Kencana Gelar Pasar Kreatif, Bekali Siswa Jiwa Wirausaha Sejak Dini

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Dua Prajurit yang Gugur di Maybrat Berasal dari Satuan Berbeda, Ini Identitasnya

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Soal Transparansi Dana Otsus: Anggota DPD RI PFM Minta Kejagung Periksa Ketua MRP Se-Papua Raya

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Ketua Asosiasi Bupati Papua Tengah Minta Freeport Tidak Kurangi Setoran ke Daerah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Kapolres Mimika: Pemalangan Terjadi Karena ‘Masalah Perut’, Harus Segera Ada Kepastian

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

FKDM Mimika Soroti Parpol Libatkan Anak-anak Ikut Kampanye, Bawaslu Harus Tegakkan Aturan

FKDM Dukung Layanan Bus Gratis, Bermanfaat Menjawab Kebutuhan Transportasi Warga Timika

Gubernur, Bupati dan Wali Kota Tidak Boleh Lakukan Pergantian Pejabat Dalam Sisa Waktu Jabatan

Gubernur, Bupati dan Wali Kota Tidak Boleh Lakukan Pergantian Pejabat Dalam Sisa Waktu Jabatan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id