ADVERTISEMENT
Rabu, Juli 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Nusantara

Memilih dengan Rasional: Sikap Paslon Terhadap Warisan Joko Widodo

(bagian-3)

10 Januari 2024
0
Refleksi Reformasi dari Pinggiran Jalan

Ignatius Iryanto, Dr. Ing.(Foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

(tulisan ketiga dari empat tulisan)

 

ADVERTISEMENT

JASA pak Joko Widodo tidak bisa dihapus dan dilupakan. Walaupun saat ini public dibombardir dengan kecaman yang cederung brutal terhadap Presiden Joko Widodo atas langkah dan keputusan yang terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Terlepas dari benar tidaknya kecaman tersebut, survey menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap Presiden masih sangat tinggi. Hasil survey Litbang Kompas di bulan Desember 2023 masih menunjukkan di angka 81%.

Baca Juga

Freeport Jadikan NTB Jadi Lokasi Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Luar Papua

Peringati 55 Tahun Proklamasi, Aliansi Mahasiswa Papua Tuntut Penghentian PSN dan Kembalikan Militer ke Barak

Walaupun seorang peneliti social Eep Saifulloh Fatah mengatakan ada inkonsistensi antara hasil survey tersebut terhadap jawaban publik atas pertanyaan tentang tingkat kepuasaan mereka atas kondisi obyektif mereka saat ini.

Penulis berpendapat bahwa inkonsistensi itu bisa berasal dari fakta bahwa publik tidak melihat bahwa kondisi mereka yang buruk itu bersumber dari kebijakan pak Jokowi.

Bisa saja menurut pandangan mereka, bersumber dari penyebab lain diluar Jokowi:  kebijakan masa lalu, kesalahan pihak oposisi, kesalahan faktor eksternal, atau apalah.

Pointnya, seluruh kecaman pada Presiden Jokowi tidak melunturkan kepercayaan rakyat pada figure pak Jokowi. Ini fakta ilmiah yang direkam oleh berbagai survey.

Bahwa ada kecenderungan menurun bisa saja benar, namun hingga hari pencoblosan di 14 Februari nanti, dengan trend penurunan yang ada, tingkat kepuasaan tersebut akan masih diatas 70%. Ini masih sangat tinggi.

Fakta ini bisa sangat valid jika kita melakukan survey terbatas pada pengguna fasilitas BPJS misalnya. Sistem asuransi sosial di bidang kesehatan ini telah diperbaiki di masa Jokowi secara sangat fundamental.

Kini masyarakat seluruh Indonesia telah merasakan langsung manfaat yang nyata bagi mereka dikala mengalami masalah kesehatan. Penulis sendiri mengalami betapa BPJS masa Jokowi ini sangat menolong ketika kita diserang oleh berbagai penyakit yang ringan maupun berat seperti Jantung, kanker dll.

Fakta yang sama juga akan sangat valid jika dilakukan survey pada pengguna jalan tol di pulau Jawa dan Sumatera. Masyarakat merasakan langsung manfaat atas makin cepat dan effisiennya mobilitas barang, jasa dan orang di kawasan tersebut dengan adanya jaringan tol disana.

Begitu juga masyarakat di Papua dan NTT, selain berbagai infrastruktur yang dibangun Presiden Jokowi disana, kehadirannya dengan frekuensi tinggi serta pola interaksinya yang sangat merakyat di berbagai lokasi terpencil yang selama ini terkesan ditinggalkan itu, telah mengobati kerinduan rakyat untuk berinteraksi langsung dengan pemimpinnya.

Hal yang selama ini tidak pernah terjadi. Adalah fakta juga bahwa sampai kini masih banyak masyarakat di daerah daerah tersebut yang sangat mencintai Joko Widodo, sebagai Presiden mereka. Rekaman hasil survey berbagai lembaga hanya merefleksikan hal tersebut.

Aspek yang membutuhkan perbaikan

Namun banyak juga pendapat para ahli yang mengatakan bahwa tidak semua hal positif yang terjadi pada masa pemerintahan Joko Widodo. Banyak hal yang juga tidak memuaskan rakyat, seperti misalnya:

  1. Naiknya kasus korupsi di periode kedua jabatannya, ini juga ditunjukkan dengan memburuknya indeks persepsi korupsi negeri ini menurut temuan Lembaga Transparansi Internasional.

 

Kasus BTS, kasus Bansos, indikasi TPPU di Dirjen Pajak dan Beacukai dengan jumlah mencapai 400 T yang hingga kini belum jelas penyelesaiannya makin meyakinkan rakyat bahwa pemberantasan Korupsi masih jauh dari harapan rakyat.

 

  1. Masih merebaknya kasus dan konflik pertanahan yang melibatkan para mafia tanah di berbagai daerah. Rakyat kecil serta komunitas masyarakat adat sering menjadi korban kesemena- menaan aparat negara jika dalam konflik ini rakyat berhadapan dengan negara atau korporasi korporasi besar. Kasus besar yang mencuat adalah kasus di Rempang Batam.

 

  1. Masih minimnya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal dari berbagai proyek besar termasuk proyek hilirisasi walaupun manfaat fiscal secara nasional sangat besar.

 

  1. Masih banyaknya aspek lingkungan yang tidak diperhatikan dalam berbagai proyek besar dan strategis. Kasus terakhir yang menyita perhatian adalah proyek food estate yang gagal di Kalimantan selain kasus kasus tambang khususnya yang illegal serta juga pengelolaan Kawasan IKN.

 

  1. Masih minimnya pola pendekatan kelautan untuk provinsi provinsi kepulauan yang dibutuhkan oleh mereka dan yang sesuai dengan karakteristik daerah mereka. Ini sangat dirasakan oleh masyarakat di berbagai provinsi kepulauan seperti maluku, maluku utara, NTT dan NTB.

 

  1. Masih belum meratanya fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan bermutu di wilayah Nusantara ini. Dua aspek ini masih sangat Jawa sentris dan sama sekali belum Indonesia sentris.

 

  1. Masih minimnya kebijakan yang berpihak pada industri industri manufaktur yang memanfaatkan mineral mineral yang tersedia di dalam negeri.Desain hilirisasi terkesan hanya difokuskan pada industri baterei dan kendaraan listrik, sementara industri manufaktur lainnya yang juga dapat memanfaatkan mineral mineral tersebut, belum serius diperhatikan.

 

  1. Masih maraknya pnyelundupan barang dan orang ke wilayah Indonesia yang mengindikasikan longgar dan rentannya penjagaan perbatasan kita. Indikasi terakhir adalah lolosnya pengungsi Rohingya. Di kalangan industri, sering dialami, material yang menurut regulasi dilarang import, ternyata beredar di pasar gelap di dalam negeri.

 

  1. Masih minimnya keterlibatan Masyarakat lokal di sekitar IKN dalam proses pengembangan Kawasan tersebut.

 

  1. Menurunnya kualitas demokrasi substantial di masa masa akhir periode kedua Presiden Joko Widodo.

Sepuluh hal diatas mungkin merupakan hasil dari desain yang belum lengkap atau proses yang sedang berjalan, sehingga akan menjadi ruang yang harus diperbaiki oleh Presiden yang akan datang.

Itu tidak serta merta atau pasti merupakan kesalahan Presiden Joko Widodo yang dengan sengaja dilakukan. Kondisi itu terjadi bisa karena waktu yang tidak cukup, dana yang belum cukup, pejabat yang ditugaskan tidak capable, atau perkembangan sosial yang tidak terduga seperti wabah dan pendemi yang melanda dunia serta juga perang Ukraina.

Penyebabnya bisa diperdebatkan. Namun yang pasti hal hal tersebut baik dalam daftar positif maupun daftar negatif adalah warisan dari masa pak Jokowi yang akan dihadapi oleh Presiden pengganti beliau nanti.

Sikap Paslon atas Legacy Presiden Joko Widodo

Oleh karena itu cara pertama yang menjadi penuntun kita untuk memilih secara rasional adalah pertama tama melihat bagaimana para Paslon itu menyikapi warisan warisan dari Joko Widodo tersebut.

Penulis mengamati bahwa sampai dengan debat Capres Pertama, tiga Paslon tersebut berbeda sikap. Ada paslon yang dengan tegas menyatakan akan meneruskan seluruh program Joko Widodo dengan tagline Keberlanjutan.

Ada Paslon yang menolak dan akan merubah seluruh program yang dilakukan oleh pak Joko Widodo dengan tagline Perubahan, dan ada Paslon yang mengatakan akan mempercepat seluruh program yang baik dan akan memperbaiki serta menyempurnakan program program yang masuk daftar negatif diatas.

Publik tentu masih ingat setelah debat pertama itu ada statement dari seorang Ketum Partai yang masih sangat muda yang mengatakan, dua Paslon sikapnya jelas sekali: meneruskan dan merubah dan ada paslon yang tidak jelas sikapnya. Tentu itu hasil dari pemahaman sang Ketum sesuai kapasitas yang dia miliki setelah selesai debat tersebut.

Namun saat ini penulis melihat ada perubahan sikap dari 3 Paslon tersebut. Paslon yang awalnya menyatakan akan meneruskan seluruh program dan langkah langkah Joko Widodo, kini sudah mulai mengatakan juga akan menyempurnakan yang belum benar. Penulis melihat pasangan yang menyatakan akan merubah program program Joko Widodo pun akhirnya akan beradaptasi.

Karena tidak mungkin menidakan atau menutupi hal hal positif yang telah dilakukan oleh pak Joko Widodo ini, manfaatnya sangat kasat mata dan konkrit.

Statement Paslon ini juga, menurut hemat penulis akan disesuaikan sehingga tidak frontal dengan tema perubahan total. Ujungnya sangat mungkin ketiga Paslon akan seragam mengatakan yang baik kami teruskan namun yang gak benar akan kami perbaiki.

Kita sebagai rakyat yang mau memilih secara rasional akhirnya harus melihat sampai dimana kejujuran mereka untuk menunjuk mana yang sudah dianggap baik itu, lalu mana yang dianggap masih salah serta apakah penilaian itu sesuai dengan fakta yang kita lihat serta rasakan.

Kemudian yang juga sangat penting, dengan cara bagaimana kesalahan dimasa pak Joko Widodo tersebut bisa diperbaiki. Itu tahap pertama dari pertimbangan rasional kita.

Tahap kedua adalah, apakah kompetensi dan kapasitas serta pengalaman para Paslon mampu melakukan hal hal tersebut: meneruskan dan mempercepat apa yang baik serta memperbaiki dan menyempurnakan apa yang masih salah dan belum sempurna.

Di tahap kedua ini rekam jejak adalah suatu keharusan untuk masuk dalam kerangka memilih secara rasional. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kadisdik Mimika Pastikan PPDB 2026 Berjalan Tertib, OAP Diprioritaskan, Praktik Siswa Titipan Ditolak

Kadisdik Mimika Pastikan PPDB 2026 Berjalan Tertib, OAP Diprioritaskan, Praktik Siswa Titipan Ditolak

8 Juli 2026
Wabup Emanuel Kemong: Penanganan Stunting Tidak Bisa Hanya Dibebankan ke Dinkes, Semua OPD Harus Bergerak

Wabup Emanuel Kemong: Penanganan Stunting Tidak Bisa Hanya Dibebankan ke Dinkes, Semua OPD Harus Bergerak

8 Juli 2026
Dorong Pemerataan Beasiswa, Komisi III DPRK Mimika RDP Bersama YPMAK, Dinas Pendidikan dan Aliansi Pelajar

Dorong Pemerataan Beasiswa, Komisi III DPRK Mimika RDP Bersama YPMAK, Dinas Pendidikan dan Aliansi Pelajar

8 Juli 2026
Kejuaraan Olahraga Pelajar Mimika 2026 Resmi Bergulir, Bidik Lahirnya Atlet Masa Depan Papua

Kejuaraan Olahraga Pelajar Mimika 2026 Resmi Bergulir, Bidik Lahirnya Atlet Masa Depan Papua

8 Juli 2026
Dampak Konflik Bersenjata di Papua, 122.000 Orang Terpaksa Hidup di Pengungsian

Dampak Konflik Bersenjata di Papua, 122.000 Orang Terpaksa Hidup di Pengungsian

8 Juli 2026
817 Peserta Perwakilan Enam Kabupaten Berkompetisi di Pesparani IV Papua Barat, Perlombakan 13 Kategori

817 Peserta Perwakilan Enam Kabupaten Berkompetisi di Pesparani IV Papua Barat, Perlombakan 13 Kategori

8 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pendeta GKI Tewas di Intan Jaya, Menham Minta Panglima TNI dan Kapolri Kendalikan Anggotanya

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ini Identitas Pilot Amerika yang Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dr. Abraham Kateyau Ingatkan Kepala Kampung Jalankan Amanah dengan Baik, Tim Evaluasi Masih Bekerja

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
CJH dan Umrah Ikut Bimbingan Manasik Haji Perdana 2024, John Rettob: Jadilah Haji Mabrur dan Mabruroh

CJH dan Umrah Ikut Bimbingan Manasik Haji Perdana 2024, John Rettob: Jadilah Haji Mabrur dan Mabruroh

Lucas Yasi, Kepala Kantor Kementerian Agama Mimika Titip Empat Pesan untuk Calon Jemaah Haji

Lucas Yasi, Kepala Kantor Kementerian Agama Mimika Titip Empat Pesan untuk Calon Jemaah Haji

Estimasi APBD Mimika 2024 Rp7,5 Triliun, John Magal: Anggaran Belanja Publik Harus Lebih Banyak Belanja Publik

Estimasi APBD Mimika 2024 Rp7,5 Triliun, John Magal: Anggaran Belanja Publik Harus Lebih Banyak Belanja Publik

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id