ADVERTISEMENT
Kamis, Juni 18, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Tahun Politik, Pemuda Katolik Mimika Diingatkan untuk Cerdas dan Berani Dalam Kebenaran

Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pejabatnya. Pemerintah beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.

27 Juli 2023
0
Dr. Leonardus Tumuka, Ketua Pemuda Katolik terpilih Wilayah Keuskupan Timika bersama undangan mengikuti ibadah sabda, Kamis 27 Juli 2023. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Dr. Leonardus Tumuka, Ketua Pemuda Katolik terpilih Wilayah Keuskupan Timika bersama undangan mengikuti ibadah sabda, Kamis 27 Juli 2023. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Memasuki tahun 2024 suhu politik di tanah air, termasuk Kabupaten Mimika, Papua Tengah semakin memanas. Banyak orang menyiapkan diri untuk memperebutkan jabatan baru atau mempertahankan jabatannya.

Berbagai cara dan upaya dilakukan untuk mendapatkan jabatan politik. Diantaranya mengandalkan kualitas diri, memanfaatkan jalur relasi dan juga menempuh jalur politik identitas. Uang juga menjadi salah satu cara yang dilakukan seseorang untuk memenangkan kompetisi politik

ADVERTISEMENT

Terkait dengan itu pemuda Katolik di wilayah Keuskupan Timika diingatkan untuk cerdik dan cerdas serta berpikiran jernih dalam kebenaran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hal itu disampaikan RP.Yohanes Haryoto, SCJ dalam khotbahnya ketika memimpin ibadah Pelantikan Badan Pengurus Pemuda Katolik periode 2023-2026 di Graha Eme Neme Yauware, Kamis 27 Juli 2023.

Baca Juga

Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

Hadir dalam ibadah tersebut, Dr. Leonardus Tumuka, Ketua Pemuda Katolik terpilih, Apolonaris Letsoin, Sekretaris Pemuda Katolik, pengurus FKUB Mimika Paul Weti, perwakilan TNI-Polri serta kader Pemuda Katolik Mimika.

“Biasanya semua cara dipakai baik halal maupun haram, puncak dari proses itu hanya ada dua kemungkinan yakni gagal atau berhasil menduduki sebuah jabatan,” ujar RP. Yohanes.

Pengurus Pemuda Katolik diajak untuk memahami dua hal yang berbeda tetapi bisa disatukan. Yaitu, tentang jabatan dan kepemimpinan (management dan leadership).

Menurut RP Yohanes, seseorang bisa menduduki sebuah jabatan tanpa memiliki kemampuan memimpin. Orang ini menjadi pejabat tanpa amanah, artinya tanpa tanggungjawab moral.

Akibatnya dapat menghancurkan kehidupan rakyat dan diri sendiri. Sebaliknya seorang bisa memimpin dan mempengaruhi banyak orang tanpa harus menduduki suatu jabatan.

Untuk itu kepada pemuda Katolik, RP Yohanes mengajak untuk belajar dari Plato, seorang filsuf Yunani. Plato mengatakan bahwa orang yang pantas menduduki sebuah jabatan adalah seorang filsuf.

Filsuf identik dengan cerdik pandai, yaitu orang yang bijak, pandai dan berwawasan luas. Seseorang pantas menduduki jabatan karena dia mampu mengetahui apa yang terbaik bagi hidup bermasyarakat.

Mampu menentukan arah kebijaksanaan dengan tepat dan cepat guna menjawab berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat.

Jabatan adalah sebuah amanah, kepercayaan atau tanggung jawab. Karenanya pejabat yang ideal adalah orang yang memiliki kecerdasan dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Dalam teorinya Plato juga menyampaikan bahwa pejabat bisa menjalankan amanah yang diberikan rakyat, namun harus melakukan beberapa tindakan politik.

Pertama- Penghapusan kepemilikan privat bagi dirinya, tidak boleh memiliki kekayaan, supaya tidak terjadi konflik kepentingan.

Kedua- Rumah sang pejabat dibuat oleh rakyat, serta mudah diakses oleh rakyat, sehingga setiap orang bisa datang kapanpun melakukan konsultasi. Ada ruang publik dimana rakyat mudah berjumpa dengan si pejabat dan tidak terhalang oleh protokeler atau birokrasi.

Ketiga- Kebutuhan si pejabat beserta stafnya digaji oleh rakyat. Ini bertujuan supaya terjadi kontrak politik, sehingga  pejabat bisa dituntut bila mengabaikan aspirasi masyarakat.

RP Yohanes mencontohkan sampai sekarang masih menjadi berita hangat di media massa kisah pejabat Lampung. Ada anak muda bernama Bima mempublikasikan pejabat yang mengabaikan aspirasi dan kebutuhan rakyat. Diantaranya jalan rusak parah, dan kemandekan pelayanan umum lainnya.

Awalnya sang pejabat tidak mau menerima kritikan tersebut, bahkan sempat mengancam Bima. Pejabat itu tidak menyadari dengan ancamannya justru membangkitkan keberanian warga Lampung untuk menguak kebobrokannya.

Pejabat model ini adalah yang tidak memiliki kemampuan memimpin dan mengabaikan aspirasai rakyat.

“ Contoh ini bukti kebenaran teori Plato tentang pemerintahan yang ideal. Ketika seorang pejabat tidak cerdas, tidak bisa dipercaya atau mengabaikan aspirasi rakyat maka jabatannya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri,” papar RP Yohanes.

RP Yohanes juga mengingatkan pemuda Katolik soal yang tertulis dalam Kitab Putra Sirakh. Bahwa pemerintah yang bijak menjamin ketertibatan dalam masyarakat, pemerintah yang arif adalah yang teratur.

Raja yang tidak terdidik (tidak cerdas bukan filsuf atau tidak memiliki wawasan yang luas) membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pejabatnya. Pemerintah beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang (Sir 10:1-8).

Menurut RP Yohanes, kata kunci hidup bermasyarakat adalah cerdas dan terdidik. Rakyat yang memilih pemimpinnya sebagai pejabat harus cerdas. Jangan sampai dikuasai oleh uang. Pilihlah pemimpin yang cerdas, bisa dipercaya, berwawasan luas dan tidak gila uang.

Menjadi pejabat adalah sah-sah saja karena dijamin oleh konstitusi bahwa setiap warga negara berhak menduduki jabatan tertentu. Apakah itu menjadi lurah, anggota legislatif dan pejabat pemerintahan.

Namun jangan dengan jabatan justru menghancurkan negara dan melukai hati rakyat. Agar tetap terhormat, maka sebelum menjadi pejabat harus menyiapkan diri terlebih dahulu. “ Menjadi filsuf artinya menjadi orang yang terdidik, berwawasan luas dan tidak gila uang,” pesan RP Yohanes.

Motivasi menjadi pejabat agar bisa mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya, cepat atau lambat akan jatuh. RP Johanes mengingatkan ungkapan seorang filsuf bahwa kebenaran selalu lebih kuat daripada kebohongan dan pada akhirnya kebenaran pasti akan menang.

Prinsipnya semakin para pejabat pemerintahan cerdas, berwawasan luas, beramanah, bisa dipercaya dan bertanggungjawab, maka rakyat semakin taat, semakin rukun Bersatu dan sejahtera. Negarapun semakin jaya. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Distrik Iwaka Perkuat Pengawasan Dana Kampung Lewat Sosialisasi Pengelolaan Anggaran

Komandan Operasi KKB Kodap XVI Yahukimo Dilaporkan Tewas Ditembak Aparat

18 Juni 2026
Distrik Iwaka Perkuat Pengawasan Dana Kampung Lewat Sosialisasi Pengelolaan Anggaran

Ananias Faot: Kadistrik Berwenang Awasi Dana Kampung, Jangan Habis untuk Bayar Utang

18 Juni 2026
Distrik Iwaka Perkuat Pengawasan Dana Kampung Lewat Sosialisasi Pengelolaan Anggaran

Kejari Mimika Setujui Penghentian Penuntutan Perkara Penganiayaan Melalui Keadilan Restoratif

18 Juni 2026
Distrik Iwaka Perkuat Pengawasan Dana Kampung Lewat Sosialisasi Pengelolaan Anggaran

Distrik Iwaka Perkuat Pengawasan Dana Kampung Lewat Sosialisasi Pengelolaan Anggaran

18 Juni 2026
Tangani Persoalan Papua, Yan Permenas Soroti Kinerja Kementerian HAM

Tangani Persoalan Papua, Yan Permenas Soroti Kinerja Kementerian HAM

18 Juni 2026
Satgas Pasgat Amankan Tiga Teleskop Senapan di Kargo Bandara Sentani, Satu akan Diikirim ke Timika

Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin Penting Dilakukan, Pastikan Pasangan Siap Membangunan Keluarga

18 Juni 2026

POPULER

  • Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    587 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Beasiswa YPMAK Antarkan Fitalia Tumuka Raih Gelar Sarjana Hukum dan Kejar Mimpi Global

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Dukungan Terbesar Sepanjang Sejarah, Pempusat Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Pertanian Papua

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • PUPR Mimika Targetkan Lima Proyek Strategis Daerah Mulai Kontrak Awal Agustus, Berikut Daftarnya

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Melianus Asso, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua menyerahkan bendera petaka kepada Dr. Leonardus Tumuka, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Mimika pada acara pelantikan di Graha Eme Neme Yauware, Kamis 27 Juli 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Dr. Leonardus Tumuka Pimpin Pemuda Katolik Komcab Mimika, Asisten 2 Setda Mimika Titip Lima Pesan

Galeri Foto Kegiatan Pelantikan Pengurus Pemuda Katolik Komcab Mimika

Pj. Bupati Valentinus S. Sumito memantau pasar murah di Eme Neme Yauware, Jumat 28 Juli 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Pj Bupati Mimika Berkunjung ke Arena Pasar Murah, Pimpinan OPD Diingatkan Pantau Ketersediaan Pangan di Masyarakat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id