ADVERTISEMENT
Minggu, Oktober 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Layanan Bus Gratis, Solusi Tepat Ditengah Mahalnya Biaya Transportasi di Kota Timika

Dengan APBD Mimika yang mencapai angka Rp7,5 triliun, sudah saatnya jalanan dalam Kota Timika dilayani dengan transportasi massa berupa bus yang aman, nyaman dan murah.

29 Maret 2024
0
Layanan Bus Gratis, Solusi Tepat Ditengah Mahalnya Biaya Transportasi di Kota Timika

Ronal Kambu, ST, Sekretaris Gapensi Mimika. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan menghadirkan bus gratis untuk melayani transportasi di beberapa rute dalam kota Timika dan sekitarnya merupakan langkah tepat.

Mungkin sebagian masyarakat yang selama ini telah memiliki kendaraan sendiri (sepeda motor dan mobil), program bus gratis terasa biasa saja.

Hal ini berbeda dengan mereka yang secara finansial belum mampu memiliki kendaraan, sehingga dalam menunjang aktivitas harian terpaksa menggunakan transportasi umum seperti, ojek, angkutan pedesaan dan taksi gelap.

Berikut penuturan Ronal Kambu, ST, salah satu cendekiawan muda asli Papua kepada Koranpapua.id, Jumat 29 Maret 2024.

Baca Juga

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

“Program pemerintah menghadirkan bus gratis merupakan suatu langkah yang tepat. Sebagai warga Mimika saya mendukung program ini,”ujar Ronal.

Pelayanan bus gratis merupakan penantian panjang warga Mimika yang selama ini sangat merindukan layanan transportasi umum.

Patut disampaikan terima kasih, apalagi layananan transportasi kepada masyarakat tidak dipungut bayaran alias gratis.

Layanan bus gratis hadir tepat di tengah keresahan dan rintihan masyarakat akibat mahalnya harga transportasi umum di Timika belakangan ini.

“Coba bayangkan saja harga ojek sekarang berapa? Dekat dekat saja Rp10-20 ribu, apalagi jaraknya agak jauh harganya ditentukan sendiri oleh tukang ojek,” ujar Ronal.

Belum lagi angkutan taksi gelap yang tarifnya ditentukan sendiri oleh pemilik mobil. Warga yang betul-betul membutuhkan kendaraan dengan terpaksa mengikuti tarif yang sudah ditetapkan sepihak.

“Hal ini dulu yang kita pikirkan bersama. Jumlah warga yang tidak memiliki kendaraan lebih banyak dengan yang punya kendaraan pribadi. Mereka saat ini sangat membutuhkan pelayanan ini,”tandas Ronal.

Sekretaris Gapensi ini menuturkan, akibat mahalnya harga ojek banyak terjadi kasus kekerasan terhadap penumpang yang tidak mampu membayar tarif yang diminta.

“Sekali waktu saya pernah berjumpa di jalan tembus Kwamki Lama lewat Kantor Distrik Kuala Kencana SP3. Ada oknum tukang ojek memukul mama-mama dan meninggalkannya di jalan lalu pergi begitu saja,” kisahnya.

Kasus diatas hanya satu contoh dari sekian banyak kasus yang menimpah warga pengguna jasa ojek di Timika.

Tidak itu saja banyak kejadian lain dijumpai di jalan-jalan utama. Hanya dikarenakan mengejar setoran kredit sepeda motornya, mereka tidak segan-segan melawan arah yang dapat  membahayakan pengemudi lain.

Pengusaha muda asli Papua ini menuturkan, menghadirkan transportasi massa dalam kota Timika, pesisir dan pegunungan sudah pernah dibahas dalam debat konsultasi publik yang diadakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika beberapa waktu lalu.

Dalam konsultasi publik itu disebutkan sebagian besar kebutuhan dasar masyarakat Mimika hampir terpenuhi, namun ada satu kebutuhan yang belum diperhatikan dan sangan vital adalah menghadirkan transportasi massa.

Dengan APBD Mimika yang mencapai angka Rp7,5 triliun, maka sudah saatnya jalanan dalam Kota Timika dilayani dengan transportasi massa berupa bus yang aman, nyaman dan murah.

“Pada konsultasi publik beberapa profesional sudah menyampaikan masukan, seperti bidang kesehatan harus ada keadilan di bidang kesehatan juga di bidang pendidikan dan ekonomi,” jelasnya.

Karenanya dengan hadirnya bus gratis ini menjadi solusi bagi tingginya biaya transportasi. Dan jika perlu kedepan, pemerintah daerah berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menambah armada transportasi.

“Mari kita memposisikan diri kita sebagai masyarakat kecil yang tidak punya kendaraan. Bagaimana perasaan mereka dengan hadirnya angkutan ini? Kalo bapak ibu sudah punya kendaraan syukur puji Tuhan,” tandas Ronal sambari menambahkan program positif ini kebetulan saja diluncurkan berdekatan dengan hajatan politik.

Ia berharap Perum Damri yang bekerjasama dengan Pemkab Mimika dalam menjalani program ini tetap menarik retibusi dengan biaya yang wajar bukan untuk benefit.

“Jangan kita bicara sejahtera kalo banyak masyarakat yang masih susah,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

PMI Mimika Bagikan Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap

24 Oktober 2026
Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

Pekan Bakti Noken Medis, 15 Dokter Spesialis Layani Warga Mimika Timur

24 Oktober 2026
Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

Ketua IDI Mimika Ajak Dokter Bersatu Layani Warga

24 Oktober 2026
Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

Cegah Stunting, PKK Mimika Sasar 48 Anak Lewat Gerakan Orang Tua Asuh

24 Oktober 2026
IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

IDI Timika Gelar Bakti Sosial, Dekatkan Layanan Kesehatan ke Warga Mapurujaya

24 Oktober 2026
Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman Optik Tempur ke Yahukimo

24 Oktober 2026

POPULER

  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    628 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung, RP Gabriel: Yesus Disalibkan karena Dituduh Penjahat Kelas Kakap

Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung, RP Gabriel: Yesus Disalibkan karena Dituduh Penjahat Kelas Kakap

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id