ADVERTISEMENT
Senin, Agustus 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Kualitas Tidak Diragukan, Sofa Karya Anak-anak Amungme-Kamoro Dipamerkan di Festival UKM dan Budaya

Melalui usaha ini sangat membantu anak-anak Amor mengasah kemampuan mereka untuk mandiri. Satu dari 10 anak binaan kini sudah membuka usaha sendiri.

16 Oktober 2023
0
Kualitas Tidak Diragukan, Sofa Karya Anak-anak Amungme-Kamoro Dipamerkan di Festival UKM dan Budaya

RP. Didimus, OFM, Direktur YPTP Mimika berada di Stand Pameran Kursi Sofa di Graha Eme Neme Yauware, Senin 16 Oktober 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Diantara 130 stand pada Festival produk UMKM dan Budaya Lokal di Graha Eme Neme Yauware yang dibuka sejak 14-17 Oktober 2023, juga terdapat satu stand yang mempromosikan kursi sofa hasil karya anak-anak Amungme Kamoro (Amor).

Jika dilihat kualitas dan aneka bentuk karya tangan anak-anak Amor sangat bagus, dan tidak kalah bersaing dengan sofa yang didatangkan dari luar Timika.

ADVERTISEMENT

RP Didimus, OFM, Direktur Yayasan Pengembangan Talenta Papua (YPTP) yang menaungi anak-anak dua suku besar di Mimika ini mengatakan, terdapat aneka jenis dan bentuk sofa yang mereka hasilkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Namun selama pelaksanaan pameran pihaknya hanya menampilkan dua set kursi sofa berwarna merah hitam sebagai contoh.

Baca Juga

Tingkatkan Kesadaran Remaja: Mahasiswa KKN UNEJ Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini 

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Soal kualitas, Didimus memastikan kursi sofa produk lokal Timika tidak perlu diragukan, karena materialnya menggunakan kayu matoa sehingga mampu bertahan hingga sepuluh tahun.

Didimus menuturkan, usaha yang sudah berjalan tiga tahun ini merupakan tindaklanjut dari program pelatihan pembuatan kursi sofa pada 17 April 2021.

Pada saat itu, Didimus dalam pelayanan pastoralnya mengumpulkan 10 anak muda Amor yang putus sekolah. Anak-anak ini kemudian mengikuti pelatihan keterampilan pembuatan kursi sofa yang dipusatkan di belakang Gereja St. Petrus SP3.

“Awalnya karena prihatin lihat anak-anak muda Amor yang putus sekolah. Setiap kali bertemu mereka banyak terlibat dalam pergaulan bebas, minum mabuk, cium lem aibon, duduk di emperan toko dan berkeliaran di pasar,”cerita Didimus kepada Koranpapua.id, Senin 16 Oktober 2023.

Setelah anak-anak dilatih membuat sofa, Didimus dibantu oleh Ronald Welafubun sebagai instruktur memulai membuka usaha hanya dengan modal awal Rp15 juta.

Besaran dana yang ada digunakan untuk membeli sejumlah bahan dasar pembuatan sofa seperti, kayu, lem, busa, paku dan kulit.

“Uang modal ini saya peroleh dari bantuan umat. Awalnya saya beli kayu matoa untuk rangka kursi sofa seharga Rp 4-5 juta per kubik. Satu kubik kayu bisa dipakai untuk tiga set kursi sofa,”kenangnya.

Sedangkan untuk menghasilkan satu set kursi sofa membutuhkan waktu selama dua hari dengan tiga orang tenaga kerja. Namun bagi yang sudah professional, dua tenaga kerja mampu menghasilkan satu set sofa dalam sehari.

Dari sekian banyak sofa yang dihasilkan, satu set sofa yang dihasilkan pertama kali pernah dibeli oleh Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika non aktif.

Meski tidak merinci harga yang dipatok, namun Didimus menyampaikan rata-rata harga satu set dijual berkisar antara Rp5- 12. “Minimalis Rp5 juta, kalau Rp12 juta ukuran besar untuk kantor atau ruang tamu keluarga untuk empat badan,”paparnya.

Saat ini persediaan yang ada di Ruko pemasaran di  Jalan Hasanuddin No 22 RT 10, Kelurahan Pasar Sentral Timika masih terdapat delapan set.

Didimus menyampaikan, melalui usaha ini sangat membantu anak-anak Amor mengasah kemampuan mereka untuk mandiri. Menurutnya, satu dari 10 anak binaannya kini sudah membuka usaha sendiri.

“Saya hanya membantu membuka jalan. Nanti setelah mereka kuasai keterampilan dikasih modal untuk mandiri,” katanya sembari menambahkan selama menjalani pelatihan, anak-anak diberi uang saku Rp100 ribu dan melayani antar jemput.

Ada beberapa kendala yang masih harus dihadapi dalam pengembangan usaha ini, diantaranya kesulitan mendapat busa, biaya transportasi, biaya instruktur dan operasional. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tingkatkan Kesadaran Remaja: Mahasiswa KKN UNEJ Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini 

Tingkatkan Kesadaran Remaja: Mahasiswa KKN UNEJ Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini 

9 Agustus 2026
Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemetahan Lokasi UMKM di Lima Dusun Desa Pujerbaru

Manfaatkan Google Maps, Mahasiswa KKN UNEJ Lakukan Pemetahan Lokasi UMKM di Lima Dusun Desa Pujerbaru

9 Agustus 2026
Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

9 Agustus 2026
DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

9 Agustus 2026
Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

9 Agustus 2026
666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

9 Agustus 2026

POPULER

  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Pangkogabwilhan III Ultimatum OPM Usai Empat Pekerja Jalan di Tolikara Tewas Ditembak

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Kepala SPPG Papua Dicopot Buntut Kasus Keracunan Makanan Bergizi Gratis 

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Bupati Johannes Rettob Warning Kepala OPD yang Absen di Pembahasan LKPJ DPRK

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Lagi, Pipa Induk Air Bersih di Jalan Cenderawasih Jebol

Lagi, Pipa Induk Air Bersih di Jalan Cenderawasih Jebol

Diskusi Miras Hasilkan Delapan Poin Rekomendasi, Bram Raweyai: Minuman Berlabel Tidak Mungkin untuk Membunuh Orang

Diskusi Miras Hasilkan Delapan Poin Rekomendasi, Bram Raweyai: Minuman Berlabel Tidak Mungkin untuk Membunuh Orang

Polres Mimika Gelar Apel Pasukan Ops ‘Mantap Brata Cartenz 2023-2024

Polres Mimika Gelar Apel Pasukan Ops 'Mantap Brata Cartenz 2023-2024

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id