ADVERTISEMENT
Sabtu, April 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

IPMT Demo Damai Desak Dinas Pendidikan Mimika Klarifikasi Hasil Seleksi Beasiswa ADik

Willem menjamin jika penerimaan secara manual, sebagai anak Papua, dirinya siap pasang badan untuk memprioritaskan anak Amungme dan Kamoro.

31 Juli 2023
0
Hellois M. Kemong, Ketua IPMT menyerahkan aspirasi kepada Willem Naa, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Senin 31 Juli 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Hellois M. Kemong, Ketua IPMT menyerahkan aspirasi kepada Willem Naa, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Senin 31 Juli 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Ikatan Pelajar Mahasiswa Timika (IPMT) menggelar aksi demo damai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah, Senin 31 Juli 2023.

Mereka mendesak Dinas Pendidikan memberikan klarifikasi dan penjelasan hasil seleksi penerimaan mahasiswa untuk masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2023.

ADVERTISEMENT

Selain mempertanyakan soal ADik, perwakilan IPMT yang mendatangi Kantor Dinas Pendidikan yang berada dalam kompleks Sentra Pendidikan SP5 sekitar pukul 10.00 WIT juga meminta penjelasan status serta gaji guru honorer, baik yang bertugas di kota, pesisir maupun pegunungan. Termasuk soal pengelolaan dana Asrama Sentra Pendidikan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Demo damai yang dipimpin Ketua IPMT Hellois M. Kemong dan Elly Dolame, Kooordinator Lapangan (Korlap) mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resort Mimika.

Baca Juga

TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

Insiden Berdarah Dogiayai: YLBH Papua Tengah Menilai Papua Sedang Tidak Baik-baik, Desak Dialok Jakarta-Papua

Sesampainya di Kantor Dinas Pendidikan, perwakilan mahasiswa dan pejalar Timika ini diterima oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Dr. Willem Naa, S.Pd., M.MT didampingi Fransiskus Bokeyau, S.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan bersama seluruh staf kantor itu.

Elly Dolame di hadapan Willem Naa meminta untuk segera memberikan klarifikasi, apa menjadi alasan sehingga anak-anak Amungme dan Komoro tidak lolos dalam seleksi ADik.  Begitu juga masalah gaji guru honorer maupun persoalan masalah Asrama Sentra Pendidikan.

Merespon hal itu, Willem Naa mengucapkan terima kasih dan merasa senang atas kedatangan IPMT, karena sudah menyampaikan aspirasi sebagai bentuk kritikan dalam mengkawal kinerja Dinas Pendidikan.

“Saya dan sekretaris bersama seluruh staf sudah melakukan langkah-langkah seperti yang adik-adik inginkan untuk kemajuan pendidikan di daerah ini,” katanya.

Terkait program penerimaan ADik, Dinas Pendidikan tidak mempunyai kewenangan sedikitpun untuk menentukan atau intervensi kelulusan.

“Kalau kami punya kewenangan pasti Amungme dan Kamoro diprioritaskan. Program afirmasi ADik semua regulasi dari Pusat dan berlaku sama di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Regulasi penerimaan mahasiswa melalui jalur ADik juga tidak membagi kuota berapa persen untuk orang Papua, namun kuota yang ada terbuka untuk umum.

Pelaksanaan seleksi juga dilakukan secara online, sehingga siapa saja bisa berkesempatan untuk mengikuti seleksi. “Siapa saja dimana saja, baik lagi berada di sekolah, di rumah atau di dalam mobil maupun di jalan bisa mengakses untuk mendaftar secara mandiri,” tandas Willem.

Dinas Pendidikan sudah menyampaikan kepada semua sekolah, terkait pembukaan jalur ADik. Melalui pihak sekolah diharapkan dapat diteruskan kepada anak didik untuk bisa melakukan pendaftaran secara mandiri, dan bukan ditentukan oleh Dinas Pendidikan.

Willem menjamin jika penerimaan secara manual, sebagai anak Papua, dirinya siap pasang badan untuk memprioritaskan anak Amungme dan Kamoro.

“ Anak-anak Amungme Kamoro prioritas pertama. Kalau kemarin saya muat di media bahwa Pj. Bupati melalui Dinas Pendidikan MoU dengan Sekolah GenIUS di Jakarta. Itu komitmen saya agar anak Kamoro dan Amungme 100 persen harus sekolah di sekolah disana. ” katanya.

Untuk program GenIUS (Sekolah Generasi Indonesia Jaya untuk Semua) saat ini sudah memasuki tahap seleksi terhadap 100 calon siswa.

Selanjutnya akan dipilih 10 lulusan SD untuk masuk SMP dan 10 lulusan SMP untuk lanjut ke SMA. 20 calon siswa yang dinyatakan lolos semuanya adalah anak-anak Amungme Kamoro.

“Program ini Pj. Bupati Valentinus S. Sumito sudah sepakati. Hari Kamis kemarin sudah seleksi. Kami kirim surat ke sekolah-sekolah baik swasta maupun negeri. Tim seleksi sudah kembali ke Jakarta sekarang tinggal menunggu hasilnya,” jelasnya.

Sekolah swasta yang diminta mengirim anak didiknya untuk ikut seleksi adalah lima sekolah yayasan yang diakomodir dalam Undang-undang Otsus, yakni YPPK, YPK, YPPGI, Yapis dan Adven. Pada lima yayasan ini 80 persen anak Papua bersekolah.

Sementara Fransiskus Bokeyau, Sekretaris Dinas Pendidikan menjelaskan untuk afirmasi ada dua, yaitu penerimaan lulusan SMP masuk SMA/SMK dan lulusan SMA/SMK masuk Perguruan Tinggi.

Untuk afirmasi SMP masuk SMA kuotanya hanya 15 orang dan dipriotaskan anak Amungme dan Kamoro. Karena kuotanya terbatas, sehingga ketika kuotanya tercukupi, sistemnya langsung terkunci. Dengan demikian calon peserta yang datang belakangan sudah tidak bisa terakses.

“Waktu itu yang mendaftar 15 orang terdiri dari 6 orang Kamoro, 5 orang Amungme dan sisanya ada Dani, Paniai dan Papua lain. Mereka sekarang sudah berada di kota studi di Bali, Jogja, Banten Jakarta,” papar Fransiskus.

Kemudian untuk afirmasi mahasiswa program ADik, Dinas Pendidikan Mimika hanya membantu mendaftar anak-anak Amungme dan Kamoro yang datang ke dinas, dengan sistem yang sudah tersedia.

“Kami punya kewenangan hanya sebatas membantu mendaftar. Kami tidak punya kewenangan untuk intervensi sedikitpun. Setelah pendaftaran mencapai 100 sistem terkunci,” paparnya.

Meskipun sistem sudah terkunci namun animo calon mahasiswa cukup tinggi. Melihat itu Dinas Pendidikan sudah berusaha mengirim surat ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk minta penambahan kuota, namun hingga saat ini belum ada jawaban.

Dijelaskan, untuk mendaftar melalui program ADik bisa dilakukan melalui Dinas Pendidikan, peserta juga bisa mendaftar melalui jalur mandiri yang mana didalamnya juga diberikan kesempatan kepada Orang Asli Papua (OAP). Pendaftaranya bisa dilakukan dimana saja melalui link yang sudah tersedia.

Fransiskus menyebutkan berdasarkan data hasil pengumuman, yang lolos melalui jalur yang pendaftaran dibantu Dinas Pendidikan untuk secara keseluruhan ada 57 orang.

Ia menegaskan hasil seleksi ini tidak ada kewenangan sedikitpun Dinas Pendidikan untuk intervensi, karena semua ditentukan oleh Pusat.

Bahkan anggaran untuk membiayai seleksi diambil dari pos Dana Alokasi Umum (DAU) bersumber dari Kementerian Pendidikan bekerjasama dengan beberapa kementerian bukan dana Otonomi Khusus. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

TNI AD Siap Bentuk Kodam Papua Tengah

4 April 2026
Ketua YLBH Papua Tengah Ingatkan Pelaku Pembunuhan SL Menyerahkan Diri

Insiden Berdarah Dogiayai: YLBH Papua Tengah Menilai Papua Sedang Tidak Baik-baik, Desak Dialok Jakarta-Papua

4 April 2026
KKB Papua Kini Didominasi Gen Z, Kombes Yusuf Sutejo: Mereka Lebih Brutal

Enam Tahun Masuk DPO, Pelaku Terlibat Penyerangan Mendagri Tito Karnavian Ditangkap

4 April 2026
Perayaan Jumat Agung, Umat Katedral Tiga Raja Timika Hayati Makna Pengorbanan Kristus

Perayaan Jumat Agung, Umat Katedral Tiga Raja Timika Hayati Makna Pengorbanan Kristus

4 April 2026
Aparat Gabungan dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat Terlibat Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkoba

Aparat Gabungan dan Satgas Yon Parako 466 Pasgat Terlibat Pemusnahan Barang Bukti Miras dan Narkoba

3 April 2026
Ucapkan Duka Cita, Amnesty Internasional Indonesia Desak Usut Tuntas Kasus Dogiyai Berdarah

Ucapkan Duka Cita, Amnesty Internasional Indonesia Desak Usut Tuntas Kasus Dogiyai Berdarah

3 April 2026

POPULER

  • Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    Gubernur Papua Tengah Resmi Tetapkan WFH Bagi ASN Setiap Hari Jumat, Berlaku untuk Pemprov dan Delapan Kabupaten

    623 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Seorang Remaja Putri di Timika Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri, Motifnya Masih Penyelidikan

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Jaksa Agung Pantau Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Sarana Aerosport di Mimika

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Polisi Data 145 Warga Tembagapura yang Melayat Almarhum Junius Magai

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Ini Nama 11 Korban Tewas dalam Kebakaran Empat Ruko di Wamena, Dua Masih Anak-anak

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
Next Post
Dr. Willem Naa, Plt Kepala Dinas Pendidikan didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Fransiskus Bokeyau, S.Pd menerima aspirasi IPMT di kantor Dinas Pendidikan, Senin 31 Juli 2023. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Status Guru Honor di Lima Sekolah Yayasan Diubah Menjadi Guru Kontrak, Gaji Dibayar Melalui APBD

Lensa Kegiatan HUT WKRI Katedral Tiga Raja ke 99

Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mimika yang terletak di Jalan Cenderawasih.(Foto : Dok./Koranpapua.id)

Penerimaan Negara Kabupaten Mimika Semester Pertama Mencapai Rp2,34 Triliun

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id