TIMIKA, Koranpapua.id – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua, dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U, mengapresiasi dedikasi para dokter yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Tanah Papua.
Menurut dia, pengabdian dokter di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis menjadi bukti komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam gala dinner HUT ke-76 IDI bertajuk From Papua with Dedication di salah satu hotel di Timika, Minggu 25 Oktober 2026 malam.
Nickanor mengatakan, perjalanan IDI selama 76 tahun mencerminkan panjangnya pengabdian profesi dokter dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Terima kasih atas dedikasi tanpa lelah yang telah ditunjukkan para senior dan teman sejawat setiap hari. Baik yang bertugas di rumah sakit rujukan maupun di puskesmas terkecil, semuanya menjadi bukti bahwa IDI senantiasa hadir untuk masyarakat Papua,” ujarnya dalam sambutan.
Nickanor menegaskan, pengabdian dokter tidak hanya diukur dari kemampuan medis, tetapi juga dari komitmen untuk tetap melayani masyarakat di tengah berbagai keterbatasan.
Karena itu, momentum HUT ke-76 IDI diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat pengabdian sekaligus mengevaluasi peran organisasi profesi dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan.
Ia juga mengajak para dokter dan pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi agar pelayanan kesehatan semakin baik dan merata.
Menurut Nickanor, tantangan dunia kesehatan ke depan akan semakin kompleks. Namun, melalui persatuan dan kerja sama, berbagai tantangan tersebut diharapkan dapat dihadapi bersama.
Gala dinner tersebut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-76 IDI sekaligus ajang mempererat hubungan antardokter, organisasi profesi kesehatan, dan pemangku kepentingan di Papua.
Melalui tema From Papua with Dedication, IDI diharapkan terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkendala lokasi maupun kondisi geografis. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru









