TIMIKA, Koranpapua.id – Informasi dugaan penculikan pelajar memicu kepanikan warga di Kampung Mioko, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Selasa 15 September 2026.
Warga bahkan sempat memalang jalan menggunakan kayu hingga arus kendaraan terhenti.
Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui Facebook. Dalam kabar yang beredar, sejumlah pelajar disebut dikejar orang tak dikenal menggunakan dua mobil Toyota Avanza hitam tanpa pelat nomor di pertigaan Mioko.
Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumalena bersama personelnya langsung turun ke lokasi untuk mengecek informasi tersebut dan memastikan kondisi para pelajar.
Polisi kemudian menemukan empat pelajar yang berkaitan dengan informasi tersebut. Mereka adalah GM (16), FM (17), PM (19), dan VE (16).
Keempatnya dibawa ke Pustu Mioko untuk menjalani pemeriksaan. Polisi memastikan seluruh pelajar dalam kondisi selamat dan tidak ditemukan luka akibat penganiayaan.
“Dari hasil pengecekan, para korban dalam keadaan selamat. Tidak ditemukan adanya luka akibat penganiayaan. Mereka mengalami trauma karena ketakutan setelah dikejar oleh orang yang tidak dikenal,” ujar Alex.
Menurut keterangan yang diterima polisi, dugaan pengejaran terjadi sekitar pukul 06.30 WIT. Para pelajar sebelumnya turun dari bus sekolah di pertigaan Mioko sebelum melanjutkan perjalanan menuju sekolah di Mapurujaya.
Saat itu, mereka mengaku didatangi dua mobil Avanza hitam tanpa pelat nomor. Sejumlah orang yang disebut mengenakan pakaian hitam, penutup wajah dan sarung tangan kemudian turun dari kendaraan. Mereka juga disebut membawa parang.
Para pelajar yang ketakutan kemudian berlari menyelamatkan diri. Sebagian bahkan masuk ke kawasan hutan.
Informasi tersebut kemudian memicu aksi spontan warga. Di Kampung Kaugapu RT 04, warga memblokade jalan menggunakan kayu balok. Pemalangan juga terjadi di pertigaan Mioko menggunakan batang dan ranting kayu.
Setelah polisi memastikan kondisi para pelajar dan menjelaskan hasil pemeriksaan kepada warga, palang akhirnya dibuka. Arus kendaraan kembali normal dan situasi berangsur kondusif.
Meski demikian, polisi masih mendalami informasi mengenai orang tak dikenal yang disebut mengejar para pelajar.
Alex mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian atau menemukan orang yang mencurigakan.”
“Jangan mengambil tindakan sendiri yang dapat mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat,” katanya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







