JAKARTA, Koranpapua.id– Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Tengah sudah terjadi sejak tanggal 18 Juli 2026.
Dalam kurun waktu sebulan lebih, Berdasarkan pendataan yang dihimpun oleh BPBD Kabupaten Nabire, sekitar 396,13 hektare lahan terbakar dan empat kepala keluarga terdampak.
Dari jumlah tersebut, Karhutla khusus di Kabupaten Nabire terjadi di tujuh distrik. Adapun tujuh distrik tersebut yakni, Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.
Demikian Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keteranganya seperti dikutip, Selasa 25 Agustus 2026.
Berton menyebut Karhutla di tujuh distrik di Papua Tengah tersebut dipicu kondisi cuaca yang panas hingga angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut.
“Kebakaran dipicu kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering,” ujarnya.
Berton menyebut sebagian titik api masih belum dapat dipadamkan. Hal ini disebabkan lantaran lokasi tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran. (Redaksi)










