ADVERTISEMENT
Senin, Oktober 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Irigasi dan Demplot Kolaboratif di Perbatasan Papua

Kawasan ini dihuni oleh perpaduan harmonis antara para transmigran dan Orang Asli Papua (OAP) yang bergotong-royong mengolah lahan.

25 Agustus 2026
0
Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Irigasi dan Demplot Kolaboratif di Perbatasan Papua

Tim 17 TEP Universitas Diponegoro (UNDIP) di salah satu lahan pertanian Distrik Senggi (Foto:Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

KEEROM, Koranpapua.id– Tersembunyi di balik lebatnya hutan tropis perbatasan timur Indonesia, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, menyimpan potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan wilayah perbatasan. 

Sebagai kawasan transmigrasi yang berdiri sejak akhir 1990an dan berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG), daerah ini terus berbenah demi mencapai kemandirian pangan. 

Upaya tersebut diperkuat melalui Program Transmigrasi Patriot 2026 dari Kementerian Transmigrasi RI, yang mengerahkan para akademisi, alumni, dan dosen ahli untuk berkolaborasi langsung di lapangan.

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2025. 

Baca Juga

Raker DWP Mimika 2026 Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga

Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

Jika tahun lalu difokuskan pada pengumpulan data dasar, identifikasi masalah, dan penyusunan desain kawasan, maka tahun ini menjadi tahap realisasi teknis untuk menjawab kebutuhan riil petani di Distrik Senggi. 

Di tengah geliat pembangunan tersebut, Tim 17 TEP Universitas Diponegoro (UNDIP) yang diketuai oleh Septrial Arafat, S.P., M.P., bersama anggota timnya. 

Nok Ayu Nurasih, S.Pi., M.Pi., Risa Nurhaliza, S.I.Kom., Amelia Shafa Salsabila, S.P., Riko Iqbal Allatif, S.Pd., dan Alfian Nur Setiawan, S.P.W.K, hadir di antara 20 kelompok ekspedisi yang diterjunkan secara masif. 

Kelompok ini mengusung program bertajuk “Penyediaan dan Optimalisasi Air Irigasi Berbasis Masyarakat untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi Senggi”, dengan melibatkan masyarakat sebagai penggerak utama.

Secara geografis, Distrik Senggi memiliki tantangan topografi tersendiri di samping kekayaan potensi pertaniannya. 

Wilayah transmigrasi ini mencakup tujuh kampung, salah satunya Kampung Woslay yang merupakan eks Satuan Pemukiman (SP) 1 dan SP 2, yang kini tengah diproses menjadi kampung definitif baru bernama Kampung Soom. 

Kawasan ini dihuni oleh perpaduan harmonis antara para transmigran dan Orang Asli Papua (OAP) yang bergotong-royong mengolah lahan.

Meskipun wilayah ini memiliki lahan pertanian yang potensial, Sibur selaku Ketua Kelompok Tani Satu Hati menyoroti bahwa sektor pertanian di Distrik Senggi masih dihadapkan pada hambatan utama berupa minimnya pasokan air. 

Ketergantungan yang tinggi pada air hujan membuat proses budidaya sangat rentan terhadap perubahan cuaca, yang kerap memicu gagal panen ketika musim kemarau datang.

“Senggi memiliki lahan pertanian potensial yang cukup luas, namun produktivitas pertanian di Distrik Senggi masih menghadapi kendala klasik berupa keterbatasan ketersediaan air pertanian,” sebut Sibur seperti dikutip, Selasa 25 Agustus 2026. 

Lahan pertanian masyarakat sebagian besar masih bersifat tadah hujan, sehingga aktivitas budidaya sangat bergantung pada fluktuasi curah hujan musiman. 

Tantangan ini semakin kompleks akibat tingkat keasaman tanah (pH) yang cukup tinggi, dengan rata-rata berada di angka 5, sehingga membutuhkan penanganan khusus agar penyerapan unsur hara oleh tanaman bisa optimal. 

Untuk mengatasi masalah tersebut dan menguji efektivitas sistem irigasi, Tim 17 TEP UNDIP berkolaborasi dengan Tim 5 Ekspedisi Patriot mendirikan demplot (demonstration plot) percontohan seluas 50 x 45 meter di wilayah SP2. 

Demplot ini dibangun di atas lahan milik Pak Sibur yang dikerjasamakan melalui sistem bagi hasil dengan seorang Ondoafi (tokoh adat/kepala suku lokal) setempat.

“Melalui demplot ini, kami hadir membersamai petani di ujung timur Indonesia untuk menerapkan GAP (Good Agriculture Practices) dengan pendekatan sederhana dan adaptif,” ungkap Septrial Arafat.

Dikatakan, pengukuran pH dan identifikasi unsur hara makro dilakukan menggunakan alat yang mudah diterapkan masyarakat. 

Sementara teknologi budidaya disesuaikan dengan iklim mikro dan ketersediaan bahan lokal. Demplot ini juga dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim melalui efisiensi penggunaan air dan pengelolaan budidaya yang lebih berkelanjutan.

Sinergi ini sekaligus mempererat kerukunan sosiologis antara warga transmigran dan masyarakat adat Papua, setelah sebelumnya lahan tersebut hanya ditanami padi sawah secara monokultur yang menurunkan tingkat kesuburan tanah.

Di dalam area demplot, Tim 17 TEP UNDIP bersama Tim 5 menerapkan berbagai perlakuan khusus untuk menetralkan pH tanah masam. 

Tanaman padi Mentik Wangi diberi campuran sekam bakar dan kapur dolomit untuk menaikkan pH menuju netral serta memperbaiki struktur tanah. 

Sementara itu, komoditas jagung manis dan cabai keriting merah diberi pupuk kompos organik yang dipadukan dengan teknik irigasi hemat air. 

Adapun terong ungu, kacang panjang, dan kangkung mendapatkan kombinasi pupuk kompos dan NPK.

Penanaman jagung manis diuji karena ketahanannya di lahan kering, sementara hortikultura lainnya diuji untuk melihat adaptasi terhadap keterbatasan air hujan. 

Melalui pendekatan praktis learning by doing, kelompok tani penerima manfaat dibimbing secara intensif agar memiliki kemandirian teknis dalam mengelola sistem irigasi ini secara berkelanjutan setelah masa penugasan ekspedisi berakhir.

Melalui berbagai rangkaian program inovatif dan pemberdayaan masyarakat di tapal batas ini, inisiatif tersebut turut berkontribusi nyata dalam pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) untuk mewujudkan ketahanan pangan.

SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengelolaan irigasi berkelanjutan, dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) lewat pemulihan kesuburan tanah dan pertanian ramah lingkungan. (Redaksi)  

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

459 Kasus Kejahatan Tercatat di Papua Tengah, Polda Gelar Operasi Pekat Noken 2026

459 Kasus Kejahatan Tercatat di Papua Tengah, Polda Gelar Operasi Pekat Noken 2026

11 Oktober 2026
Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

11 Oktober 2026
100,8 Liter Sopi Diamankan dari Penumpang KM Tatamailau di Pomako

100,8 Liter Sopi Diamankan dari Penumpang KM Tatamailau di Pomako

10 Oktober 2026
Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

10 Oktober 2026
Ganja 160 Gram Tujuan Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Ganja 160 Gram Tujuan Timika Digagalkan di Bandara Sentani

10 Oktober 2026
Dinkes Mimika Perkuat Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia Remaja

Dinkes Mimika Perkuat Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia Remaja

10 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    780 shares
    Bagikan 312 Tweet 195
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Israel Kurnia Burdam Kritis Usai Diduga Dianiaya Berulang di Timika, Keluarga Desak Polisi Bertindak

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Solidaritas Nabire untuk Korban Gempa Flores, Donasi Dua Hari Rp70,8 Juta

PMKRI Timika Tuntaskan Penyaluran Donasi Rp24 Juta untuk Korban Gempa Flores

Subsidi Penerbangan Papua Tengah Mulai Berjalan, Warga Pegunungan Tidak Lagi Terisolasi

Subsidi Penerbangan Papua Tengah Mulai Berjalan, Warga Pegunungan Tidak Lagi Terisolasi

Disperindag Mimika Cek Timbangan Pasar dan Takaran BBM, Ditemukan Selisih Masih dalam Batas Toleransi

Disperindag Mimika Cek Timbangan Pasar dan Takaran BBM, Ditemukan Selisih Masih dalam Batas Toleransi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id