TIMIKA, Koranpapua.id – Bupati Mimika Johannes Rettob memperingatkan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang dinilai mulai sulit diarahkan dalam menjalankan tugas.
Ia meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengevaluasi kinerja P3K dan membuka kemungkinan pemberhentian jika tidak menunjukkan perbaikan.
“Kalau masih seperti itu, kita akan evaluasi, apakah kita berhentikan, atau kita jalan,” kata Rettob saat memimpin apel gabungan di halaman Pusat Pemerintahan SP3, Senin 24 Agustus 2026.
Ia mengatakan status sebagai P3K tidak boleh membuat pegawai mengabaikan perintah maupun tanggung jawab pekerjaan. Rettob bahkan membandingkan sikap sebagian P3K dengan saat mereka masih berstatus honorer.
“Sekarang soalnya kemarin ada yang tugasnya di sini, diperintah masih honor itu jalan. Tapi sekarang karena begitu sudah P3K, sudah pakai baju coklat, diperintah saja tidak ada yang jalan,” ujarnya.
Rettob meminta evaluasi dilakukan terhadap seluruh P3K di setiap unit kerja. Menurut dia, pemerintah masih memberikan gaji kepada para pegawai tersebut di tengah keterbatasan anggaran yang membuat sejumlah daerah merumahkan pegawainya.
“Kalian masih beruntung karena di sini kamu masih kita bayar gajinya. Di banyak tempat, di daerah, sudah banyak yang dirumahkan karena kekurangan uang. Tidak bisa bayar. Untuk itu saya pesan kepada kalian, kerja dengan baik,” katanya.
Ia memberikan waktu satu tahun untuk melihat perubahan kinerja P3K. Selain kinerja, Rettob mengingatkan mereka menjaga sikap dan perilaku sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Jaga sikap, jaga perilaku, jaga sebagai aparatur sipil negara. Perhatikan hal ini. Karena saya banyak dengar laporan bahwa P3K ini sudah mulai kepala batu banyak,” ujarnya.
Rettob kemudian meminta seluruh aparatur memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan.
Ia menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena seluruh program pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita di dalam harus jaga kerjasama, koordinasi, kolaborasi untuk menuju satu tujuan. Apa tujuannya? Masyarakat ini sejahtera,” kata dia. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







