TIMIKA, Koranpapua.id- Di saat nama Papua terus berkumandang di panggung reggae internasional, ada ironi yang tak bisa diabaikan.
Dave Baransano, musisi asal Papua yang selama tiga tahun berturut-turut dipercaya tampil di ajang reggae internasional, mengaku masih harus berjuang sendiri untuk mewujudkan kehadirannya di panggung dunia.
Prestasi yang seharusnya menjadi kebanggaan bersama itu justru belum diiringi dengan dukungan yang memadai dari berbagai pihak.
Pengakuan datang lebih dulu dari komunitas musik internasional, sementara apresiasi dan dukungan dari tanah air masih sangat terbatas.
Setiap kali berdiri di atas panggung internasional, Dave tidak hanya membawa nama dirinya sebagai musisi.
Ia membawa identitas Papua, budaya Indonesia, serta menunjukkan kepada dunia bahwa talenta dari timur Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Dalam keterangannya kepada Koranpapua.id, Senin 27 Juli 2026, Dave menyampaikan bahwa perjalanan menuju panggung internasional bukanlah hal yang mudah.
Di balik setiap undangan tampil, terdapat perjuangan panjang, pengorbanan waktu, biaya perjalanan, akomodasi, hingga berbagai kebutuhan teknis yang harus dipenuhi secara mandiri.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, mengapa seorang putra Papua yang telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia di dunia internasional masih harus berjuang sendirian?.
Prestasi internasional semestinya tidak dipandang sebagai keberhasilan individu semata.
Dibutuhkan dukungan nyata dari pemerintah, dunia usaha, pelaku industri kreatif, hingga masyarakat agar semakin banyak anak-anak Papua mampu menembus panggung dunia.
Memasuki tahun ketiganya tampil di ajang reggae internasional, Dave berharap perjuangannya dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka kesadaran bahwa talenta Papua layak mendapatkan ruang, perhatian, dan dukungan yang lebih besar.
Melalui kesempatan ini, Dave juga mengajak pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, pelaku usaha, lembaga, maupun individu yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan seni dan budaya Papua untuk menjadi mitra, sponsor, maupun pendukung dalam perjalanannya.
Dukungan tersebut tidak hanya akan membantu satu musisi, tetapi juga menjadi investasi bagi lahirnya lebih banyak talenta Papua yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional.
Perjalanan Dave Baransano adalah bukti bahwa anak Papua memiliki kualitas untuk berdiri sejajar dengan musisi dunia.
Kini, yang dibutuhkan bukan lagi sekadar tepuk tangan, melainkan dukungan nyata agar perjuangan membawa nama Papua ke pentas internasional tidak lagi menjadi beban yang harus dipikul seorang diri. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru







