ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Freeport

Freeport Jadikan NTB Jadi Lokasi Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Luar Papua

Freeport Indonesia menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 12.000 hektare, terdiri atas 10.000 hektare di wilayah Papua dan 2.000 hektare di luar Papua.

7 Juli 2026
0
Freeport Jadikan NTB Jadi Lokasi Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Luar Papua

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Toni Wenas. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SUMBAWA, Koranpapua.id- PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan upaya pengendalian perubahan iklim melalui program rehabilitasi mangrove.

Komitmen itu diwujudkan dengan penanaman mangrove dalam kegiatan bertajuk “Tobat Ekologis Nasional” di Pelabuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Selasa 7 Juli 2026.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Toni Wenas, mengatakan program penanaman mangrove merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi karbon.

Menurutnya, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga

Cegah Anak Terjerumus Narkoba, LAN Mimika Dorong Peran Orang Tua

Resmi Pimpin HKTI Mimika, Dessy Putrika Dorong Petani Jadi Penggerak Pangan

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dalam kegiatan ini. Penanaman mangrove adalah bagian dari komitmen Freeport Indonesia,” ujar Toni seperti dikutip dari samawarea.com.

“Kami tidak hanya memikirkan produksi, tetapi juga lingkungan, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan upaya menurunkan emisi karbon,” kata Toni.

Ia menjelaskan, Freeport Indonesia menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 12.000 hektare, terdiri atas 10.000 hektare di wilayah Papua dan 2.000 hektare di luar Papua.

Untuk Provinsi NTB, perusahaan mengalokasikan rehabilitasi seluas 484 hektare, dengan rincian 445 hektare di Kabupaten Sumbawa dan 39 hektare di Kabupaten Lombok Timur.

Luasan tersebut menjadikan NTB sebagai wilayah rehabilitasi mangrove terbesar Freeport di luar Papua.

Pemilihan NTB bukan tanpa alasan. Berbagai kajian menunjukkan wilayah ini memiliki potensi besar serta ekosistem yang sangat mendukung pertumbuhan mangrove.

“Melalui penelitian di berbagai daerah, kami melihat NTB memiliki potensi yang sangat baik. Ekosistemnya mendukung sehingga menjadi salah satu lokasi terbaik untuk program rehabilitasi mangrove di luar Papua,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberlangsungan hidupnya.

Karena itu, Freeport akan melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkelanjutan.

Di Papua, tingkat keberhasilan hidup mangrove mencapai sekitar 90 persen. Pencapaian serupa diharapkan dapat diwujudkan di NTB melalui pengawasan rutin serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para ahli.

“Kami akan terus memantau hingga mangrove tumbuh dengan baik. Setelah itu, secara alami ekosistem akan berkembang. Semua ini dilakukan bersama pemerintah daerah, universitas, dan para ahli,” jelasnya.

Toni menambahkan, hasil pemantauan terhadap lokasi penanaman mangrove sebelumnya di Sumbawa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tingkat keberhasilan tumbuh tanaman juga mencapai sekitar 90 persen.

Menurutnya, mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim karena kemampuannya menyerap karbon jauh lebih besar dibandingkan pohon daratan.

Selain berfungsi sebagai penyerap karbon, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut dan tempat berkembang biaknya ikan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan.

“Semakin banyak mangrove, ekosistem laut akan semakin baik. Nelayan pun berpotensi memperoleh hasil tangkapan yang lebih besar. Jadi manfaatnya bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Program rehabilitasi ini juga diperkirakan menyerap banyak tenaga kerja karena jutaan bibit mangrove akan ditanam dengan teknik khusus yang memerlukan keterampilan.

“Menanam mangrove tidak bisa sembarangan. Harus memperhatikan pasang surut air laut dan teknik tertentu agar tingkat keberhasilannya tinggi. Karena itu, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Toni berharap program rehabilitasi mangrove dapat terus didukung melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sehingga kesadaran menjaga kawasan pesisir semakin meningkat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

7 Oktober 2026
Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

7 Oktober 2026
Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Gebyar Sadar Pajak Mimika: Pemkab Tegaskan Pajak Bukan Sekadar Soal Hadiah

7 Oktober 2026
Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

6 Oktober 2026
Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

6 Oktober 2026
Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

6 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    661 shares
    Bagikan 264 Tweet 165
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Waskita Karya Tangani Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun

Waskita Karya Tangani Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun

Dugaan Korupsi Proyek Lahan Perkebunan di Mimika Bergulir, Kejari Sita Rp300 Juta dari PT TPM

Dugaan Korupsi Proyek Lahan Perkebunan di Mimika Bergulir, Kejari Sita Rp300 Juta dari PT TPM

Dinkes Mimika Bekali 50 PPTK, Perkuat Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa

Dinkes Mimika Bekali 50 PPTK, Perkuat Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id